Baca pembahasan sebelumnya: Parenting Islami (Bag. 24)
Termasuk dosa besar adalah membunuh anak keturunan karena takut atau khawatir kemiskinan, karena malu, atau sebab dan motivasi lainnya. Terdapat sebuah kasus di mana orang tua membuang anaknya semata-mata karena gagal KB. Sebetulnya dia ingin hanya memiliki dua anak saja dan tidak ingin hamil lagi, namun ternyata Allah Taโala memberikan keturunan berupa anak yang ke tiga. Sehingga dia buang anaknya tersebut karena tidak merasa menginginkannya. Dan banyak sekali kasus pembunuhan atau pembuangan anak oleh orang tuanya sendiri di sekitar kita.
Apapun motivasinya, membuang atau membunuh anak adalah dosa besar. Allah Taโala berfirman,
ููููุง ุชูููุชููููุง ุฃูููููุงุฏูููู ู ุฎูุดูููุฉู ุฅูู ูููุงูู ููุญููู ููุฑูุฒูููููู ู ููุฅููููุงููู ู ุฅูููู ููุชูููููู ู ููุงูู ุฎูุทูุฆูุง ููุจููุฑูุง
โDan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada (anak-anak) mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.โ (QS. Al-Israโ [17]: 31)
Dalam ayat ini, Allah Taโala mengatakan โkarena takut kemiskinan.โ Artinya, kondisi orang tua ketika itu masih berkecukupan. Namun orang tua kawatir jika menambah anak, akan menyebabkan mereka jatuh miskin. Oleh karena itu, Allah Taโala katakan, โKamilah yang akan memberi rezeki kepada (anak-anak) mereka dan juga kepadamu.โ
Allah Taโala dahulukan penyebutan rezeki sang anak, lalu menyebutkan jaminan rezeki bagi orang tua, sebagai jaminan bahwa Allah Taโala akan benar-benar menjamin rezeki sang anak sehingga tidak selayaknya orang tua khawatir anak-anak mereka akan menyebabkan mereka jatuh miskin.
Allah Taโala juga befirman,
ูููู ุชูุนูุงููููุง ุฃูุชููู ู ูุง ุญูุฑููู ู ุฑูุจููููู ู ุนูููููููู ู ุฃููููุง ุชูุดูุฑููููุง ุจููู ุดูููุฆูุง ููุจูุงููููุงููุฏููููู ุฅูุญูุณูุงููุง ููููุง ุชูููุชููููุง ุฃูููููุงุฏูููู ู ู ููู ุฅูู ูููุงูู ููุญููู ููุฑูุฒูููููู ู ููุฅููููุงููู ู
โKatakanlah, โMarilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu, janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena miskin, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.โ (QS. Al-Anโam [7]: 151)
Berbeda dengan ayat sebelumnya, dalam ayat ini Allah Taโala katakan, โkarena miskin.โ Artinya, orang tua sudah berada dalam kondisi miskin. Kalau anak bertambah, maka dia khawatir akan semakin miskin sehingga akhirnya dia membunuh anaknya.
Oleh karena itu, Allah Taโala dahulukan penyebutan jaminan rezeki bagi orang tua sebelum jaminan untuk sang anak, dalam firman-Nya, โKami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.โ Karena dalam kasus ini berkaitan dengan kekhawatiran rezeki bagi orang tua yang sudah jatuh miskin.
Ibnu Masโud radhiyallahu โanhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, โDosa apakah yang paling besar di sisi Allah?โ
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,
ุฃููู ุชูุฌูุนููู ููููููู ููุฏููุง ูููููู ุฎููููููู
โEngkau menjadikan sekutu bagi Allah, sedangkan Dia-lah yang menciptakanmu.โ
Ibnu Masโud radhiyallahu โanhu bertanya lagi, โLalu apa lagi?โ
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,
ุซูู ูู ุฃููู ุชูููุชููู ููููุฏููู ุชูุฎูุงูู ุฃููู ููุทูุนูู ู ู ูุนููู
โKemudian Engkau membunuh anakmu karena takut mereka akan ikut makan bersamamu.โ
Ibnu Masโud radhiyallahu โanhu bertanya lagi, โLalu apa lagi?โ
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,
ุซูู ูู ุฃููู ุชูุฒูุงูููู ุจูุญููููููุฉู ุฌูุงุฑููู
โKemudian berzina dengan istri tetanggamu.โ (HR. Bukhari no. 7520 dan Muslim no. 86)
Wahai orang tua, jangan bunuh dan jangan buang anakmu, karena banyaknya keturunan adalah satu hal yang dianjurkan dan terpuji. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุชูุฒููููุฌููุง ุงููููุฏููุฏู ุงูููููููุฏู ููุฅููููู ู ูููุงุซูุฑู ุจูููู ู ุงููุฃูู ูู ู
โNikahilah wanita yang besar cintanya kepada suami dan yang subur. Karena aku berlomba-lomba untuk memperbanyak jumlah umatku dibandingkan umat yang lainnya.โ (HR. Abu Dawud no. 2050, hadits hasan shahih)
Demikianlah pembahasan yang singkat ini. Karena fenomena ini kadang kita jumpai di masyarakat sekitar kita, semoga Allah Taโala menghindarkan kita kaum muslimin dari keburukan hal ini.ย
[Bersambung]
***
Diselesaikan baโda ashar, Rotterdam NL, 24 Muharram 1439/ 15 Oktober 2017
Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim
Artikel Muslimah.or.id




