Tiga Landasan Utama (Bag. 2)

Jika ditanyakan kepada kita, ”Apakah agamamu?”, maka seorang mukmin akan dengan tegas menjawab,”Islam”

509 0

Apakah Agamamu?

Jika ditanyakan kepada kita, ”Apakah agamamu?”, maka seorang mukmin akan dengan tegas menjawab,”Islam”. Karena Islam inilah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85)

Dan Islam ini adalah agama yang mudah untuk dilaksanakan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj [22]: 78)

Para ulama mendefinisikan Islam dengan terpenuhinya ketiga hal berikut ini,

Pertama, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya. Yaitu, seseorang berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dalam segala aktivitas ibadah. Penyerahan diri seperti inilah yang menyebabkan pelakunya dipuji dan mendapatkan pahala.

Ke dua, tunduk patuh kepada Allah Ta’ala dengan penuh ketaatan. Yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Maka bagaimanakah seseorang dapat menjawab pertanyaan kubur dengan benar, ketika di dunia dia durhaka, tidak mau taat kepada perintah Allah Taala dan Rasul-Nya?

Ke tiga, berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya. Karena seseorang yang mengikrarkan tauhid kepada Allah Ta’ala, mau tidak mau dia juga harus berlepas diri dan membenci kesyirikan dan para pelakunya. Kebenciannya itu pertama-tama mendorongnya untuk memusuhi dan memeranginya. Kemudian kafir (ingkar) kepada kesyirikan itu. Apabila seseorang mencintai Islam dan ahlinya, mencintai tauhid dan ahlinya, akan tetapi tidak membenci syirik dan ahlinya, maka dia bukanlah termasuk seorang muslim. Allah Ta’ala menceritakan tentang kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihis salam,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Alloh. Kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 4)

Siapakah Nabimu?

Jika ditanyakan kepada kita,Siapakah nabimu? Maka hendaklah kita menjawab, Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthallib bin Hasyim. Beliau termasuk keturunan suku Quraisy yang merupakan bagian dari bangsa Arab dan keturunan Ismail bin Ibrahim ‘alaihima salam. Beliau dilahirkan di kota Makkah, kemudian hijrah ke kota Madinah. Beliau hidup selama 63 tahun, 40 tahun sebelum nubuwwah (kenabian) dan 23 tahun menjadi Nabi dan Rasul. Beliau melaksanakan dakwah selama 13 tahun di kota Makkah untuk membersihkan aqidah masyarakat dari kotoran-kotoran kesyirikan. Kemudian akhirnya berdakwah di kota Madinah selama 10 tahun untuk membina umatnya di atas tauhid yang murni tadi.

Meskipun Muhammad adalah seorang manusia, akan tetapi kepentingan untuk mengenalnya adalah sebagaimana kepentingan untuk mengenal Allah. Karena beliau adalah perantara antara kita dengan Allah dalam penyampaian risalah (agama). Maka benarlah jika dikatakan bahwa mengenal beliau merupakan salah satu dari landasan agama. Dan tujuan mengenal Nabi Muhammad adalah untuk meneladaninya, mengambil petunjuknya dan ittiba’ (mengikutinya) baik lahir maupun batin.

Demikianlah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh seorang hamba. Semoga bekal yang sedikit ini dapat membantu meneguhkan kita dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur kelak. Sebagaimana firman Allah Taala,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zhalim dan berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim [14]: 27) [Selesai]

 

***
Disempurnakan pada pagi hari, Rotterdam NL 25 Rajab 1438/22 April 2017
Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,
Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?