Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu Habibullah atau Khalilullah?

Sebagian orang yang keliru menyangka mahabbah (cinta) itu lebih sempurna dibanding khullah

1669 0

Sebagian orang yang keliru menyangka mahabbah (cinta) itu lebih sempurna dibanding khullah. Mereka berpendapat bahwa Ibrahim –‘alaihis salam– adalah khalilullah dan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah habibullah. Persangkaan ini adalah kebodohan karena mahabbah bersifat umum, sedangkan khullah bersifat khusus. Dengan kata lain, khullah adalah puncak dari mahabbah. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya Allah ‘azza wa jalla menjadikan beliau sebagai khalilullah seperti Ibrahim –‘alaihis salam-

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menafikan adanya khalil bagi beliau selain Allah ‘azza wa jalla. Meskipun demikian, beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan kecintaannya terhadap ‘Aisyah, Abu Bakar[1], ‘Umar, dan Sahabat lainnya –radhiyallahu ‘anhum–.

Allah ‘azza wa jalla juga berfirman mengenai diri-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“…Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran: 146)

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“… Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 148)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

 “…Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Maidah: 42)

Seorang pemuda yang bertaubat adalah habibullah, sedang sebutan khalilullah  hanya dikhususkan untuk dua orang, yaitu Ibrahim –‘alaihis salam– dan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hal tersebut[2] lahir dari sedikitnya ilmu dan pemahaman tentang Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

 

——————————————————————

[1] HR Al-Bukhari (no. 3462) dari Amr bin Al-‘Ash, dia bertanya kepada Nabi: “Siapakah yang paling engkau cintai?” Nabi menjawab: “Aisyah.” Ia bertanya lagi: “Dari kalangan pria?” Nabi menjawab: “Ayahnya.”

[2] Yaitu, pendapat bahwa mahabbah lebih sempurna daripada khullah.

Diketik ulang dari buku terjemahan “Ad-Daa` wa Ad-Dawaa`” karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?