Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Wahai Ibu, Semangatlah Belajar Ilmu Agama !

Ummu Ayyub oleh Ummu Ayyub
27 Maret 2008
di Akhlak dan Nasihat
15
Belajar ilmu agama
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Tidak Sekedar Semangat
  • Tak Cukup Dengan Yang Umum-Umum Saja
  • Berpayah-Payah Tapi Tak Sampai Tujuan
  • Yuk Belajar Ilmu Agama

Anak kecil adalah makhluk yang penuh rasa ingin tahu namun sering kali orang tua merasa sulit untuk menjelaskan padanya tentang sesuatu yang tidak bisa dia lihat. Hal ini sering kali membuat orang tua menjadi kebingungan ketika si kecil bertanya “Allah itu dimana dan seperti apa?”

Sebuah majalah berusaha mengupas masalah ini dengan memuat “kreativitas” orang tua untuk menjelaskan hal ini pada anak-anak mereka. Jawaban yang ada antara lain:

“Allah itu ada di langit, tepatnya langit ke tujuh… dst…”

“Allah ada di mana-mana. Allah ada di hati kita, ada di jantung kita,… dst…”

“Allah ada di arsy sana. Tahukah kalian kalau arsy adalah langit ke tujuh?… dst…”

Donasi Muslimahorid

Maha suci Allah dari persangkaan bahwa Dia bercampur dengan makhluk. Allah dekat dengan kita tapi Allah tinggi dan tidak bercampur dengan makhluk. Allah bersemayam di atas Arsy (Arsy bukan langit ke tujuh!!!), tidak bercampur dengan hati manusia, jantung manusia ataupun dengan langit karena semua itu adalah makhluk. Permasalahan ini telah dijelaskan oleh para ulama. Untuk pembahasan lebih dalam, kita bisa merujuk pada kitab-kitab mereka

Tidak Sekedar Semangat

Sungguh mulia niatan kita untuk mengenalkan Allah subhanahu wata’ala pada anak-anak kita sejak mereka masih kecil. Memang seperti itulah seharusnya sebagai seorang pendidik. Namun demikian tidak cukup dengan sekedar semangat karena jika sekedar semangat, bisa jadi yang kita ajarkan ternyata hanyalah prasangka-prasangka kita, tidak tahu apakah benar atau tidak. Padahal standar kebenaran bukanlah prasangka. Bisa jadi menurut kita benar tetapi tenyat bukan itu kebenaran.

Lalu bagaimana kita tahu benar atau salah?

Jawabannya tentu dengan ilmu karena dengan ilmu maka bisa dibedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah, mana yang halal dan mana yang haram. Jangan sampai kita menjadi seorang muslim yang salah sangka karena kebodohan kita. Yang benar kita sangka salah, yang salah justru kita sangka benar. Hidayah kita sangka kesesatan dan kesesatan justru kita sangka hidayah.

Tak Cukup Dengan Yang Umum-Umum Saja

Sesunguhnya kebanyakan dari mengetahui namun pengilmuannya secara umum saja. Kita tahu bahwa dosa itu buruk tapi kita tidak tahu apa saja yang termasuk dosa melainkan sekedar menurut persangkaan kita dan anggapan masyarakat. Kita tahu bahwa syirik adalah dosa yang paling besar namun tidak tahu amalan dan keyakinan apa yang termasuk di dalamnya. Kita tahu bahwa Al Quran adalah petunjuk tapi kita tidak tahu perkara apa yang ditunjukkan oleh Al Quran.

Seperti kasus di atas, kita tahu bahwa kita harus mengenalkan Allah pada anak-anak kita tapi kita tidak tahu terhadap apa yang harus kita kenalkan. Maka beginilah hasilnya jika tanpa ilmu, yang kita ajarkan hanyalah bualan-bualan kita dan prasangka-prasangka kita. Bahkan tentang Allah subhanahu wata’ala kita berani ceplas-ceplos berbicara tanpa pijakan. Maka pengetahuan secara umum saja tidak cukup, bahkan nyaris tidak mendatangkan manfaat apa-apa.

Baca juga: Hukum Belajar Ilmu Psikologi

Berpayah-Payah Tapi Tak Sampai Tujuan

Sungguh merugi keadaan orang yang bersemangat melakukan kebaikan tapi tidak berbekal dengan ilmu. Seorang ibu hendak mengajarkan pada anaknya tentang kebaikan tapi dia tidak tahu apa itu kebaikan. Dia berpayah-payah menanamkan kebiasaan berdoa sebelum makan. Bahkan dengan telaten dia menuntun dan menemani anaknya berdoa setiap sebelum makan. Akhirnya yang dia ajarkan berhasil. Setiap hendak makan otomatis anaknya berdoa “Allahumma baariklanaa fii maa rozaktanaa wa qinaa ‘adzabannaar”. Si ibu merasa senang karena merasa telah berhasil, padahal jika memang benar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang hendak dia contoh maka dia telah tertipu. Yang Rasulullah ajarkan untuk dibaca sebelum makan adalah “bismillah”. Lalu siapa yang hendak dicontoh? Rasulullah atau yang lain?

Yuk Belajar Ilmu Agama

Tidak terlambat! Maka mulai dari sekarang mari kita bekali dan belajar ilmu agama. Jangan mau menjadi seorang muslim yang salah sangka! Merasa telah berbuat sebaik-baiknya di dunia tapi ternyata amalan kita sia-sia.

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya:

“Katakanlah, apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia) perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103-104)

Alhamdulillah sekarang sangat mudah untuk mendapatkan ilmu bagi orang-orang yang mau mencari. Majelis ilmu ada di mana-mana, buku-buku telah banyak yang diterjemahkan, situs-situs Islam sangat mudah untuk diakses. Lalu apa lagi yang menghalangi kita? Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang terhalangi dari ilmu karena kemalasan atau karena kesombongan.

Wahai para ibu!
Wahai para calon ibu!

Sungguh mulia niatan kita untuk peduli dengan urusan dien anak-anak kita di saat banyak yang tidak peduli terhadapnya dan merasa cukup dengan dunia. Namun demikian tidak cukup dengan sekedar semangat. Penuhi kantung-kantung perbekalan dengan ilmu! Apa yang mau kita ajarkan pada anak-anak kita kalau kita tidak punya apa-apa? Wallahu a’lam.

Baca juga: Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu

***

Penulis: Ummu Ayyub
Muroja’ah: Ustadz Subhan Lc.
Artikel: Muslimah.or.id

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Ummu Ayyub

Ummu Ayyub

Artikel Terkait

Ilmu syar'i

Ilmu Syar’i Di Mata Orang-Orang Saleh

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
21 Januari 2021
0

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bukan sekedar bagus di teori, namun yang utama adalah diamalkan.

Larangan Berkata “Ah” Kepada Kedua Orang Tua

oleh Muslimah.or.id
19 Mei 2015
0

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya...

Fenomena Kakak Angkat

oleh Yulian Purnama
7 Maret 2020
0

Sesuatu yang wajib lebih didahulukan dari pada yang sunnah. Jangan sampai berusaha mencari pahala tambahan, namun menuai dosa.

Artikel Selanjutnya
Adab Kepada Orang Tua

Diantara Adab Kepada Orang Tua; Janganlah Engkau Sakiti Kedua Orangtuamu

Komentar 15

  1. www.muslimah.or.id says:
    17 tahun yang lalu

    1. riana
    January 6th, 2007 at 3:08 am

    hidup butuh ilmu. jangan menjadi orang bodoh yang mudah diperbodoh. allahuakbar. ilmuMu tiada hingga

    2. lia
    January 24th, 2007 at 3:55 am

    Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh.
    Sungguh menyedihkan memang, saat seseorang mengaku dirinya adalah seorang muslim, namun apa yang dia amalkan dalam kehidupan kesehariannya sangat minim dari amalan yang islami (sesuai dengan Al-qur’an & As-sunnah). Bahkan banyak diantara mereka yang saat diberi kabar tentang kebenaran syari’at Islam, justru dia mencibir dengan berkata: “Itu hukum darimana?” Na’udzubillahi mindzalik!
    Seperti itulah fenomena umat muslim kita saat ini.
    Bersyukur saat ini sudah banyak media dakwah yang mudah didapat dan sarat dengan ilmu syar’i. Semoga usaha yang dilakukan dalam dakwah ini diridhoi-Nya dan semoga Alloh memberi hidayah kepada saudara kita yang masih banyak jauh dari syri’at.
    Wassalamu’alaykum warohmatulloh.

    Balas
  2. dhini says:
    17 tahun yang lalu

    Penulis yth.
    sungguh bahasan yang sangat mengena di hati… diulas secara dalam dan diapaprkan dalil yang mendukung. ps banget gitu lho…
    tapi buat kita yang baru-baru mulai mengenal lebih jauh ttg islam alangkah lebih kenanya lagi jika kita disuguhkan tips PRAKTIS…. yang sekiranya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. apalagi penulis mengawali tulisannya dengan contoh-contoh real… kenapa tidak diakhiri dengan contoh real juga….
    kalo ibarat pesawat…. take-off nya udah bagus… trus muter-muter di atasanya juga keren… tapi kok lupa landing yah??
    punten pisan…. ini hanya karena kita juga pengen jadi ibu yang semangat disertai dengan ilmu….

    Balas
  3. Ummu Alifah says:
    15 tahun yang lalu

    Subhanallah, memang benar seorang ibu harus membekali dirinya dengan ilmu, semua ilmu yang bermanfaat harus kita pelajari. Bayangkan ketika seorang ibu dengan gelas S3 memilih mendidik anaknya dengan sendiri. Maka akan lahir generasi yang luar biasa.
    Bagaimana jika semua ibu belajar dan terus belajar untuk mendidik anaknya maka generasi yang luar biasa akan banyak di nuka bumi ini

    Balas
  4. ummu Hanin says:
    15 tahun yang lalu

    Yang dimaksud ilmu adalah qola Allah Kemudian Qola Rosulullah.

    Balas
  5. Andrika eka paksi says:
    14 tahun yang lalu

    Memang ilmu itu sangat di perlukan di dalam kehidupan apalagi pada saat seperti sekarang ini kita tidak akan bisa bersaing di dalam semua bidang jika kita tidak memiliki ilmu tetapi kita tidak bisa di pungkiri bahwa banyak orang yang merugikan orang lain atau sesamanya dengan ilmu yang dia miliki karena dia tidak mengetahui hakikat dari ilmu itu sendiri dan tidak bisa menggunakan ilmu yang dia miliki pada tempatnya ibarat tukang sepatu yang mencoba membangun rumah bertingkat dengan ilmu yang di miliki mungkin itu sangat tidak mungkin.

    Balas
  6. alya says:
    14 tahun yang lalu

    mau tanya tentang doa hendak makan, doa “Allahumma baariklanaa fii maa rozaktanaa wa qinaa ?adzabannaar” tersebut bagaimana hukumnya? Terimakasih

    Balas
    • muslimah.or.id says:
      14 tahun yang lalu

      @ Alya
      Tentang status doa makan : ????? ???? ??? ???? ?????? ? ??? ???? ????? ?Allahumma bariklana fima rozaqtana??

      Syaikh Salim Al-Hilaly berkata tentang doa tersebut dalam tahqiq beliau di kitab Al-Adzkar Imam Nawawi, ?Hadits tersebut dhoif jiddan didalamnya ada perowi matruk, yaitu Muhammad bin Abi Az zu?iziah?.
      Abu Hatim mengomentari perowi tersebut adalah perowi yang tidak dianggap sehingga hadistnya hadits munkar. Sumber ada di forum ini.
      Berdasarkan uraian diatas kami khawatir mengamalkan doa tersebut termasuk perbuatan yang mengada-ada yang tidak ada contohnya dalam islam. AllahuA’lam

      Balas
  7. kaospadusi says:
    14 tahun yang lalu

    info yang bermanfaat ….
    izin share ya … :)
    kaospadusi.com
    terima kasih :)

    Balas
  8. bu shofirin says:
    13 tahun yang lalu

    trimakasih artkl nya saya ibu 1anak, saya kadang bentak2 anak dikarenakan masaa kecil saya sering mengalami kekerasan orang tua saya bagai mana solusi nya?
    trimakasih artkl nya saya ibu 1anak, saya kadang bentak2 anak dikarenakan masaa kecil saya sering mengalami kekerasan orang tua saya bagai mana solusi nya?

    Balas
    • muslimah.or.id says:
      13 tahun yang lalu

      @ Bu Shafirin
      Kami nasehatkan pada diri kami dan ibu-ibu muslimah semua bahwa salah satu kesalahan orang tua yang sering dilakukan adalah mendidik anak dengan kekerasan. Jika Ibu mendidik anak dengan kasar maka anak kelak akan menjadi pribadi yang kasar pula. Jika ibu ingin anak Anda kelak menjadi penyayang maka tanamkanlah sedini mungkin dengan sifat sabar dan penyayang. Sikap kita menjadi contoh bagi mereka. Semoga Allah memudahkan kita semua

      Balas
  9. bora says:
    13 tahun yang lalu

    Asslamu alikum…
    Numpang tanya gan,
    Aku punya masalah nie, sma ibu aku.. Aku sering bertengkar sma ibu aku, smpai2 ibu aku menangis,
    Tpi yng kawan2 mesti tahu, ibu ku itu klo d temenin bertengkar, sering ngelantur ke sana ke sini, sampai2 jauh bnget dari pokok pembicaraan,
    Dan klo dia sudh emosi, kdang dia ngomongx ngelantur, smpai2 dia prna nyumpain, aku walaupun bersujud 100 kali, dosa aku gak akan bisa di ampunin,
    Nahh pertanyaan aku, gmna itu hukumnya,apakah aku dosa, atau nggak !!! Help kawan2

    Balas
  10. afifah says:
    13 tahun yang lalu

    banyak orang tua yang kadangkala melalaikan anak kecil berpikiran bahwa kalau sdh dewasa akan mengerti sendiri pdhl dimasa periode itulah semua karakter akan terbentuk dgn didikan orand tua,naskah ini sangat bagus bisa jd acuan bg para org tua

    Balas
  11. meigita says:
    11 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum, izin copy ya admin

    Balas
    • muslimah.or.id says:
      11 tahun yang lalu

      @ meigita

      Wa’alaykumussalam warohmatulloh wabarokatuh. Silakan, mba meigita.

      Balas
  12. butiran debu says:
    11 tahun yang lalu

    Aamiin.. luar biasa bagus sekali materinya ;)

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Rumah Tahfidz Ashabul Kahfi

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.