Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Wahai Muslim! Kenalilah Bulan-Bulan Haram

Annisa Auraliansa oleh Annisa Auraliansa
14 Mei 2025
di Akidah
0
Kenalilah Bulan-Bulan Haram
Share on FacebookShare on Twitter

Merupakan suatu kondisi yang memprihatinkan ketika kebanyakan kaum muslimin saat ini menggunakan penanggalan masehi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Padahal agama Islam merupakan agama yang lengkap dan sempurna. Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menetapkan bagi kaum muslimin penanggalan khusus yang dihitung berdasarkan siklus sinodis bulan.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran,

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah ketika haji Wada’,

Donasi Muslimahorid

أَلَا إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Ketahuilah bahwa waktu itu telah berputar sebagaimana biasanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab Mudhar, yaitu bulan antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR. Ahmad, 5: 37)

Hendaknya kaum muslimin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan setiap bulan tersebut karena masing-masing bulan memiliki keutamaan-keutamaan. Selain itu, beberapa ibadah yang dikerjakan pada salah satu bulan memiliki keutamaan dan ganjaran yang berlipat dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Pada ayat dan hadis di atas juga disebutkan empat bulan haram, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab Mudhar.

Penambahan kata “Mudhar” pada bulan Rajab adalah untuk menjelaskan kebenaran pendapat kabilah Mudhar akan Rajab, bahwa Rajab adalah bulan yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban. Tidak seperti sangkaan kabilah Rabi’ah bahwa Rajab adalah bulan yang ada di antara Sya’ban dan Syawal, yaitu Ramadan. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan Rajab (menurut) Mudhar, bukan Rajab (menurut) Rabi’ah.

Dikatakan bahwa penyebab berturut-turutnya tiga bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam) dan menyendirinya bulan Rajab adalah sebagai bentuk penjagaan Allah bagi para jemaah haji. Diharamkan satu bulan sebelum bulan haji, yaitu bulan Zulkaidah, agar saat itu mereka berhenti berperang, sibuk bersiap-siap melaksanakan haji dan melakukan manasik. Lalu dijadikan haram pula bulan sesudahnya, yaitu bulan Muharam, supaya di bulan tersebut mereka dapat kembali ke negeri mereka yang paling jauh dengan aman. Adapun diharamkannya bulan Rajab pada pertengahan tahun adalah supaya pada bulan itu, orang-orang yang ada di ujung Jazirah Arab dapat mengunjungi Kakbah dan melakukan umrah, mereka mengunjunginya dan kembali lagi ke negerinya dengan aman.

Baca juga: Keutamaan Bulan Muharam

Allah Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ

“Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Maksudnya, demikianlah syariat yang lurus dalam mempraktekkan perintah Allah yang berkaitan dengan bulan-bulan haram. Ikutilah sebagaimana ketetapan Allah sejak awal (dalam hal jumlah dan urutannya).” (Tafsir Ibnu Katsir, 4: 203)

‘Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah …” dan seterusnya hingga, “Maka janganlah kamu menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.” Yakni, pada dua belas bulan tersebut, khususnya di empat bulan tersebut. Allah menjadikan empat bulan itu sebagai bulan haram, Dia memperbesar keharaman-keharamannya, dan Dia menetapkan dosa yang dilakukan padanya lebih berat, serta menjadikan amal saleh dan pahalanya juga lebih besar.” (Tafsir Ath-Thabari, 6: 238)

Qatadah rahimahullah berkata tentang firman-Nya (yang artinya), “Maka janganlah kamu menganiaya diri dalam bulan yang empat itu”; bahwa perbuatan aniaya di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dari kezaliman yang dilakukan di bulan selainnya. Meskipun kezaliman dalam setiap keadaan adalah besar, akan tetapi Allah membesarkan sebagian urusan-Nya sesuai dengan yang Dia kehendaki.”

Qatadah rahimahullah juga berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilih beberapa pilihan di antara makhluk-Nya. Dia telah memilih di antara malaikat beberapa utusan, dan dari kalangan manusia telah memilih rasul-rasul. Dalam ucapan, Dia telah memilih ucapan dzikir kepada-Nya. Dalam hal bumi, Dia telah memilih masjid. Dalam hal bulan, Dia pilih Ramadan dan bulan-bulan haram. Dalam hal hari, Dia pilih hari Jumat. Dalam hal malam, Dia pilih Lailatul Qadar. Maka agungkanlah segala sesuatu yang diagungkan Allah, sebab agungnya segala perkara hanya dikarenakan Allah telah mengagungkannya, menurut orang-orang yang memiliki pemahaman dan akal.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4: 204-205)

Akhir kata, hendaknya kita bagi seorang muslim bangga akan identitas keislaman kita. Hendaknya kita bangga menunjukkan syiar-syiar agama Islam, salah satunya dengan menggunakan penanggalan Hijriah dalam kehidupan sehari-hari.

Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Hanya kepada Allah kita memohon taufik.

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah

***

Penulis: Annisa Auraliansa

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Ibnu Katsir Jakarta, Cetakan Kedelapan Rabi’ul Awwal 1435/ Januari 2014.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Annisa Auraliansa

Annisa Auraliansa

Penulis di muslimah.or.id

Artikel Terkait

Saya, Anda dan Kita Semua Akan Berada di Padang Mahsyar (Bag.3)

oleh Ummu Sa'id
13 September 2012
3

Dialog yang terjadi antara orang-orang yang menyesatkan dan disesatkan pada hari kiamat nanti, khususnya di Padang Mahsyar Saudariku Muslimah.. Adapun...

Ambillah Aqidahmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (1): Hak Allah atas Hambanya

oleh Redaksi Muslimah.Or.Id
27 Maret 2008
4

Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu Muqoddimah بسم ا لله الر حمن ا لر حيم Segala puji hanya bagi Allah...

Hanya Kepada-Mu Aku Berlindung

oleh Ummu Sa'id
11 November 2010
1

Barangsiapa yang bergantung kepada selain Allah, niscaya dia akan ditelantarkan. Sebab hanya Allah satu-satunya tempat berlindung, meminta keselamatan, dan tumpuan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Rumah Tahfidz Ashabul Kahfi

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.