Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Metode Nabawiyah dalam Pendidikan Anak (Bag. 1): Keutamaan Memiliki Anak yang Saleh

Nurur Rohmah Azzahra oleh Nurur Rohmah Azzahra
21 Agustus 2026
di Keluarga dan Wanita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • ​Keutamaan memiliki anak yang saleh
    • ​Impian para Nabi dan Rasul
    • ​Kebahagiaan dunia (qurratu a’yun) dan surga yang disegerakan
    • ​Aset abadi dan pahala yang terus mengalir di akhirat
    • ​Meninggikan derajat orang tua di surga
    • ​Mempersatukan keluarga pada tingkat surga tertinggi

​Menilik pesan-pesan berharga tentang teladan Islam dan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik anak-anak, kita menyadari bahwasanya memiliki anak yang saleh merupakan impian setiap muslim. Bahkan, anak saleh bukan hanya dambaan kita sebagai orang tua awam, melainkan impian para Nabi dan Rasul Allah.

​Keutamaan memiliki anak yang saleh

​Impian para Nabi dan Rasul

​Para Nabi ‘alaihimus salam diabadikan dalam Al-Qur’an senantiasa memanjatkan doa agar dianugerahi keturunan yang saleh. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berdoa,

​رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

​“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. As-Saffat: 100)

​Demikian pula doa Nabi Zakariya ‘alaihis salam,

Donasi Muslimah.or.id

​رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

​“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali ‘Imran: 38)

​Kebahagiaan dunia (qurratu a’yun) dan surga yang disegerakan

​Memiliki anak yang taat, berbakti, membaca Al-Qur’an tanpa perlu dipaksa, serta senantiasa patuh pada arahan orang tua adalah perhiasan dunia dan kebahagiaan terbesar, seakan-akan surga yang disegerakan di dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

​الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

​“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia …” (QS. Al-Kahfi: 46)

​Anak juga dinamakan sebagai tsamaratul fuad (buah hati). Ketika malaikat maut mencabut nyawa anak seorang hamba, Allah bertanya kepada para malaikat,

​قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ

​“Apakah kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Para malaikat menjawab, “Ya.” (HR. Tirmidzi no. 1021)

​Aset abadi dan pahala yang terus mengalir di akhirat

​Peran orang tua dalam mengarahkan, memasukkan anak ke lembaga pendidikan Islam, memanggilkan guru agama, atau memberikan nasihat kebaikan akan membuahkan pahala jariah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

​“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim no. 1893)

​Jika seorang anak hidup lima puluh tahun setelah orang tuanya wafat dan terus beramal saleh, maka pahala tersebut mengalir kepada orang tuanya. Jika seseorang memiliki lima anak yang saleh, seolah-olah ia memiliki tambahan umur amal sebanyak 250 tahun di dalam kuburnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

​إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

​“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

​Meninggikan derajat orang tua di surga

​Di akhirat kelak, seorang hamba dapat terkejut ketika derajatnya ditinggikan di surga melebihi perkiraan amal perbuatannya sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​إِنَّ اللهَ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

​“Sesungguhnya Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Hamba itu bertanya, ‘Wahai Rabbku, dari mana aku mendapatkan derajat ini?’ Allah menjawab, ‘Disebabkan permohonan ampunan anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad no. 10610, Ibnu Majah no. 3660)

​Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengajarkan anak-anak doa bakti kepada orang tua,

​رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

​“Ya Rabbku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihilah keduanya sebagaimana mereka merawatku di waktu kecil.” (QS. Nuh: 28 dan QS. Al-Isra’: 24)

​Mempersatukan keluarga pada tingkat surga tertinggi

​Berdasarkan penafsiran para ulama, apabila derajat anak lebih tinggi daripada orang tuanya di surga (atau sebaliknya), Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengangkat derajat pihak yang lebih rendah agar berkumpul bersama tanpa mengurangi pahala pihak yang berderajat lebih tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

​وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

​“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal perbuatan mereka…” (QS. At-Tur: 21)

​Sebagian ulama menjelaskan bahwa kata zurriyyah dalam Al-Qur’an terkadang merujuk pada nenek moyang/orang tua, sebagaimana firman Allah,

​وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

​“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami mengangkut nenek moyang mereka dalam kapal yang sarat muatan.” (QS. Yasin: 41)

Baca juga: Pentingnya Memiliki Keturunan yang Saleh dan Upaya untuk Mendapatkannya

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 2

***

Penulis: Nurur Rohmah Azzahra

Artikel Muslimah.or.id

 

Catatan kaki:

Disarikan dari faedah kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafidzahullah dengan beberapa tambahan penjelasan dari penulis.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Nurur Rohmah Azzahra

Nurur Rohmah Azzahra

- Mahasiswa MEDIU (Al-Madinah Internasional University) jurusan Al-Qur’an dan Tafsir - Alumni Ma'had Al-'Ilmi - Mahasiswa I'dad Lughowy Ma'had Habrul Ummah - Pewaris sanad 5 qira'at bersambung kepada Rasulullah

Artikel Terkait

Ngidam dalam Tinjauan Syariat

oleh Ammi Nur Baits, ST., BA.
1 Oktober 2011
10

Penjelasan Syaikh Muhammad Ali Farkus Ngidam (al-wahmu) sudah dikenal secara bahasa, yaitu sesuatu yang diinginkan oleh wanita yang sedang hamil....

Pilih Tetangga Sebelum Rumah

oleh Muslimah.or.id
17 Juni 2014
1

Sebuah perumpamaan dalam bahasa Arab yang sangat populer, yang mengajarkan tentang pentingnya mencari tetangga atau lingkungan yang baik.

Iffah, Sifat Indah Muslimah yang Mulai Hilang

oleh Norma Melani Khaira
6 Juni 2026
0

Perempuan (terkhusus muslimah) layaknya mutiara di dasar lautan. Indah dan berharga. Namun, tidak semua orang mampu melihat keindahannya dan menyentuhnya....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.