Baca seri sebelumnya: Nasihat Syaikh โAbdul โAziz bin โAbdullah bin Baaz kepada Seluruh Kaum Muslimin (Bag. 3)
Saya ingin tutup nasihat ini dengan lima hal yang mencakup seluruh kebaikan,
Mengikhlaskan agama kepada Allah
Pertama, mengikhlaskan diri kepada Allah dalam seluruh aktivitas ibadah, baik ucapan maupun perbuatan dan menjauhkan diri dari kesyirikan, baik yang besar maupun yang kecil. Inilah kewajiban yang paling penting dan masalah yang paling utama serta merupakan makna syahadat Laa ilaaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, pent.). Amal perbuatan dan perkataan seorang hamba tidaklah sah kecuali dengan sah dan terpenuhinya pokok masalah ini. Sebagaimana firman Allah Taโala,
ููููููุฏู ุฃููุญููู ุฅููููููู ููุฅูููู ุงูููุฐูููู ู ููู ููุจููููู ููุฆููู ุฃูุดูุฑูููุชู ููููุญูุจูุทูููู ุนูู ููููู ููููุชููููููููู ู ููู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู
โDan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu,โJika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.โ (QS. Az-Zumar [39]: 65)
Mempelajari Al-Qurโan dan As-Sunnah
Kedua, mempelajari Al-Qurโan dan Sunnah Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, berpegang teguh dengan keduanya dan bertanya kepada para ulama tentang masalah-masalah agama yang masih belum jelas. Inilah kewajiban setiap muslim. Kewajiban ini tidak boleh ditinggalkan, tidak boleh berpaling darinya serta berjalan mengikuti pendapat sendiri dan hawa nafsunya tanpa mengikuti petunjuk. Inilah makna syahadat โanna Muhammad Rasulullah, shallallahu โalaihi wa sallamโ (sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, pent.).
Persaksian ini mewajibkan setiap hamba untuk beriman bahwasannya Nabi Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam adalah benar-benar sebagai utusan Allah, berpegang teguh dengan ajaran agama yang beliau bawa, membenarkan yang beliau kabarkan dan tidak beribadah kepada Allah Taโala kecuali dengan yang beliau syariโatkan melalui ucapan-ucapannya. Sebagaimana firman Allah Taโala,
ูููู ุฅููู ููููุชูู ู ุชูุญูุจููููู ุงูููููู ููุงุชููุจูุนููููู ููุญูุจูุจูููู ู ุงูููููู ููููุบูููุฑู ููููู ู ุฐููููุจูููู ู ููุงูููููู ุบููููุฑู ุฑูุญููู ู
โKatakanlah,โJika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ (QS. Ali โImran [3]: 31)
Allah Taโala juga berfirman,
ููู ูุง ุขุชูุงููู ู ุงูุฑููุณูููู ููุฎูุฐูููู ููู ูุง ููููุงููู ู ุนููููู ููุงููุชููููุง
โApa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.โ (QS. Al Hasyr [59]: 7)
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berabda, โBarangsiapa yang mengada-adakan hal yang baru dalam urusan (agama) ini dengan sesuatu yang tidak diajarkan, maka pasti tertolak.โ (Muttafaq โalaihi)
Rasulullah juga bersabda, โBarangsiapa beramal dengan amalan yang tidak diajarkan, maka amalan tersebut tertolak.โ (HR. Muslim)
Setiap orang yang berpaling dari Al-Qurโan dan As-Sunnah dan lebih mengikuti hawa nafsunya maka dia telah bermaksiat kepada Tuhannya, berhak untuk dibenci dan mendapatkan hukuman. Sebagaimana firman Allah Taโala,
ููุฅููู ููู ู ููุณูุชูุฌููุจููุง ูููู ููุงุนูููู ู ุฃููููู ูุง ููุชููุจูุนูููู ุฃูููููุงุกูููู ู ููู ููู ุฃูุถูููู ู ูู ูููู ุงุชููุจูุนู ููููุงูู ุจูุบูููุฑู ููุฏูู ู ููู ุงูููููู
โMaka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.โ (QS. Al-Qashash [28]: 50)
Allah Taโala berfirman tentang karakter orang-orang kafir,
ุฅููู ููุชููุจูุนูููู ุฅููููุง ุงูุธููููู ููู ูุง ุชูููููู ุงููุฃูููููุณู ููููููุฏู ุฌูุงุกูููู ู ู ููู ุฑูุจููููู ู ุงููููุฏูู
โMereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka. Sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.โ (QS. An-Najm [53]: 23)
Mengikuti hawa nafsu โkita memohon perlindungan kepada Allah Taโala dari hal itu- akan mematikan cahaya dalam hati dan menyesatkan kita dari jalan kebenaran. Sebagaimana firman Allah Taโala,
ููููุง ุชูุชููุจูุนู ุงููููููู ููููุถูููููู ุนููู ุณูุจูููู ุงูููููู
โDan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.โ (QS. Shaad [38]: 26)
Maka jauhilah sikap mengikuti hawa nafsu dan berpaling dari kebenaran, semoga Allah merahmati kalian semua. Dan berpegang teguhlah dengan kebenaran, mendakwahkannya dan mengingatkan setiap orang yang berpaling darinya. Sehingga Engkau akan berbahagia dengan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.
Menjaga dan menegakkan shalat lima waktu
Ketiga, menegakkan shalat lima waktu serta menjaganya dengan menunaikannya secara berjamaah (di masjid bagi laki-laki, pent.). Karena sesungguhnya hal itu merupakan kewajiban yang paling penting dan paling pokok setelah dua kalimat syahadat. Shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang kedua. Shalat juga merupakan amalan seorang hamba yang akan pertama kali dihisab pada hari kiamat. Maka barangsiapa yang menjaganya, maka dia telah menjaga agamanya. Dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah memisahkan diri dari Islam. Alangkah besar kesedihannya dan betapa jelek akibatnya pada hari ketika dia berdiri di hadapan Allah!
Maka wajib atas kalian -semoga Allah merahmati kalian semua- untuk menjaganya, saling menasihati tentangnya dan mengingkari orang-orang yang menyelisihinya serta memperingatkannya. Karena sesungguhnya hal tersebut termasuk saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โPerjanjian yang membedakan kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir.โ (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan dengan sanad yang shahih)
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam juga bersabda, โBatas antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.โ (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,โBarangsiapa yang melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan. Jika dia tidak mampu maka dengan lisan. Jika dia tidak mampu juga maka dengan hati. Namun yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.โ (HR. Muslim)
[Bersambung]
***
Diselesaikan setelah tarawih, Rotterdam NL, 14 Ramadhan 1438/ 8 Juni 2017
Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,
Penulis: M. Saifudin Hakim
Artikel Muslimah.or.id


