Nasihat Syaikh ’Abdul ’Aziz bin ’Abdullah bin Baaz kepada Seluruh Kaum Muslimin (Bag. 03)

Jangan Tertipu dengan Dunia dan Lalai terhadap Akhirat Sangat jelas bagi orang yang memiliki akal dan pandangan yang tajam, apa yang menimpa mayoritas kaum muslimin saat ini berupa hati …

64 0

Jangan Tertipu dengan Dunia dan Lalai terhadap Akhirat

Sangat jelas bagi orang yang memiliki akal dan pandangan yang tajam, apa yang menimpa mayoritas kaum muslimin saat ini berupa hati yang keras, lalai terhadap akhirat dan berpaling dari hal-hal yang dapat mendatangkan keselamatan. Mayoritas manusia saat ini sangat terobsesi dengan dunia dan cara-cara untuk meraihnya, dengan segala usaha dan ketamakan tanpa membedakan antara yang halal dan yang haram. Begitu juga dengan banyaknya orang yang tenggelam dalam syahwat, berbagai bentuk perbuatan sia-sia dan melalaikan. Tidaklah hal tersebut terjadi kecuali karena hati berpaling dari akhirat, lalai untuk berdzikir kepada Allah dan cinta kepada-Nya serta lalai untuk merenungi nikmat-nikmat dan ayat-ayatNya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Juga karena tidak punya persiapan untuk bertemu dengan Allah dan menghadap kepada-Nya serta berpindah menuju suatu tempat yang besar baik menuju surga ataupun menuju neraka.

Wahai kaum muslimin, perbaikilah diri, bertaubatlah, pelajarilah agama, bersegeralah untuk menunaikan yang diwajibkan oleh Allah atas kalian dan jauhilah yang diharamkan atas kalian. Agar kalian beruntung dengan kemuliaan, keamanan, hidayah dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Hati-hatilah, jangan sampai tenggelam dalam dunia dan mengutamakannya daripada akhirat. Karena hal tersebut merupakan sifat musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian -yaitu orang kafir dan munafik- serta sebab pokok datangnya adzab di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala ketika mendeskripsikan musuh-musuhNya,

إِنَّ هَؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

”Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat).” (QS. Al Insaan [76]: 27)

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

”Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah [9]: 55)

Kalian tidaklah diciptakan untuk meraih dunia, akan tetapi kalian diciptakan hanyalah untuk meraih akhirat dan kalian diperintahkan untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Dunia diciptakan untuk kalian, agar membantu kalian untuk beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah menciptakan kalian dan mempersiapkan bekal untuk bertemu dengan-Nya. Dengan semua itu, kalian berhak untuk mendapatkan keutamaan dan kemuliaan serta perlindungan-Nya dalam kenikmatan surga-Nya.

Sungguh tidak pantas bagi orang yang berakal untuk berpaling dari beribadah kepada Penciptanya dan Pengaturnya dan berpaling dari kemuliaan yang telah Allah siapkan. Bahkan justru melalaikan hal tersebut dengan mendahulukan syahwat kebinatangan dan rakus untuk meraih dunia yang fana. Padahal Allah Ta’ala telah menjamin dengan sesuatu yang lebih baik dari semua itu dan lebih bagus hasil akhirnya, baik di dunia maupun di akhirat.

Hendaklah setiap muslim berhati-hati agar tidak tertipu dengan mayoritas manusia. Mereka berkata, ”Sesungguhnya manusia telah terbiasa melakukan hal itu, maka aku ingin bersama mereka”. Sungguh, ini adalah suatu musibah yang sangat besar dan telah menghancurkan mayoritas manusia sebelumnya. Akan tetapi –wahai orang yang berakal- hendaklah kalian melihat dan mengintrospeksi diri kalian sendiri serta berpegang teguh dengan kebenaran. Meskipun kalian ditinggalkan oleh banyak orang. Jauhilah yang dilarang oleh Allah meskipun banyak orang yang melakukannya. Kebenaran lebih berhak untuk diikuti, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

”Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al An’am [6]: 116)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

”Dan sebagian besar manusia itu tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.” (QS. Yusuf [12]: 103)

Sebagian ulama salaf berkata,”Janganlah berpaling dari kebenaran karena sedikitnya orang yang berjalan di atasnya. Dan jangan terperdaya dengan kebatilan karena banyaknya orang yang terjerumus di dalamnya.”

[Bersambung]

***

Diselesaikan setelah maghrib, Rotterdam NL 14 Ramadhan 1438/8 Juni 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

Shares