Fatwa Ulama tentang Doa yang Dibaca ketika Berwudhu

Tidak terdapat keterangan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca di tengah-tengah wudhu

131 0

Ulama Lajnah Daimah ditanya,

س: ما هو الدعاء أثناء الوضوء؟

“Apakah doa yang dibaca di tengah-tengah wudhu?”

Kemudian mereka menjawab,

جـ: الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وآله وصحبه.. وبعد:
لم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم دعاء أثناء الوضوء وما يدعو به العامة عند غسل كل عضو بدعة. مثل قولهم عند غسل الوجه اللهم بيض وجهي يوم تسود الوجوه، وقولهم عند غسل اليدين اللهم أعطني كتابي بيميني ولا تعطني كتابي بشمالي إلى غير ذلك من الأدعية عند سائر أعضاء الوضوء. وإنما يشرع للمتوضئ أن يسمي الله عند بدء الوضوء، لحديث: « لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه » وأن يقول إذا فرغ من الوضوء: « أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين » .
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

“Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam kepada Rasul-Nya, keluarga, dan sahabatnya.

Tidak terdapat keterangan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca di tengah-tengah wudhu. Adapun doa yang dibaca oleh masyarakat awam ketika membasuh setiap anggota wudhu adalah bid’ah. Misalnya, ucapan (doa) mereka ketika membasuh wajah,

Ya Allah, putihkanlah wajahku, pada hari di mana Engkau menggelapkan wajah (musuh-musuh-Mu, pen.)

Atau doa mereka ketika membasuh kedua tangan,

Ya Allah berikanlah kitab (catatan amalku) dengan tangan kananku dan jangan berikan kitab (catatan amalku) dengan tangan kiriku.”

Dan doa-doa lainnya yang dibaca ketika membasuh setiap anggota wudhu. Adapun yang disyariatkan adalah menyebut nama Allah Ta’ala ketika hendak memulai wudhu, sebagaimana hadits,

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada (tidak sah) wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah ketika berwudhu.” [1]

Dan ketika selesai berwudhu mengucapkan doa,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri.” [2]

Wabillahi at-taufiiq. Semoga shalawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatwa ini dtandatangani oleh Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud (anggota), Syaikh ‘Abdullah bin Ghadayan (anggota) dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz (ketua) [3].
***

Selesai diterjemahkan ba’da dzuhur, Wageningen NL 2 Ramadhan 1438/28 Mei 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Catatan kaki:
[1] HR. Ibnu Majah no. 399; At-Tirmidzi no. 26; Abu Dawud no. 101. Dinilai shahih oleh Al-Albani di Shahihul Jami’ hadits no. 7444.
[2] HR. At-Tirmidzi no 55. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits no. 6046.
[3] Fataawa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/206, fatwa no. 3377.

 

Artikel Muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

Shares