Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Ratu Tanpa Singgasana: “Ia Hanyalah Hari-hari yang Cepat Berlalu”

Muslimah.or.id oleh Muslimah.or.id
26 November 2016
di Keluarga dan Wanita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Zajlah adalah wanita yang baik dan rajin beribadah. Diriwayatkan dari Salim bin Abdullah dan selainnya. Shadaqah bin Khalid dan selainnya juga menceritakan tentang dia. Zajlah adalah seorang yang memerhatikan persoalan iman dan ia terlalu menekan dirinya untuk melaksanakan hal tersebut, sampai Allah memberinya rezeki berupa hati seorang ratu meski tanpa singgasana, dan jiwa yang kaya tanpa tumpukan harta.

Sekelompok ulama pernah mengingatkannya ketika mereka melihatnya memaksa dirinya untuk beribadah. Mereka berkata, “Kasihanilah dirimu!”

Tetapi ia malah menjawab, “Mengapa saya harus kasihan padanya. Ia hanyalah hari-hari yang cepat berlalu. Siapa kehilangan sesuatu hari ini, maka ia tidak akan menemukannya esok hari. Demi Allah, aku akan shalat karena Allah sampai jasadku mati, aku akan berpuasa sepanjang hidupku, dan aku akan menangis karena Allah selama mataku bisa mengucurkan air mata.” [1] 

Inilah semangat membara yang dimiliki Zajlah –radiyallahu ‘anha– . Semangat itu mendorongnya untuk mendirikan shalat, berpuasa dan menangis. Semua itu atas dasar sebuah kaidah: Ia hanyalah hari-hari yang cepat berlalu.

Barangsiapa hidup dengan membawa perasaan ini, ia akan termotivasi untuk mendekat kepada Allah Ta’ala dan akan menyesuaikan diri untuk memanfaatkan waktu dengan baik.

Donasi Muslimah.or.id

Perlu diketahui, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu tersedia. Barangsiapa yang menyia-nyiakan waktunya, maka ia telah durhaka kepada harinya dan menzhalimi dirinya.

Adapun teladan kita di zaman ini ialah Sayidah Syamsu Al-Barudi. Ukhti Asma Al-Juhaini mengisahkan tentangnya dan tentang semangatnya serta pemanfaatan waktu yang ia lakukan. Asma mengisahkan tentang hari-hari yang Syamsu Al-Barudi jalani, yaitu:

“Ketika malam tiba, biasanya beliau tidak tidur. Beliau menghabiskan malam untuk beribadah, membaca Al Quran, membaca buku-buku agama yang bermanfaat hingga adzan fajar tiba, lalu shalat. Kemudian beliau membangunkan anak-anaknya untuk shalat. Menyiapkan anak-anaknya berangkat ke sekolah. Dan beliau mengawasi semua itu sendirian.” [2]

Inilah salah satu sisi pemanfaatan waktu malam untuk meningkatkan iman. Kami memohon kepada Allah agar berkenan memberi rezeki pemahaman tentang pemanfaatan waktu ini kepada putri-putri kita; dan agar Dia membimbing mereka untuk melaksanakannya. Berangkat dari sebuah kaidah:

Ia hanyalah hari-hari yang cepat berlalu. Siapa kehilangan sesuatu hari ini, maka ia tidak menemukannya esok hari.

Siapa yang mempraktekan kaidah ini, ia akan mendapatkan semangat dan tidak akan mendapat toleransi untuk beristirahat kecuali istirahat yang memang diperlukan secara manusiawi.

—

Artikel Muslimah.or.id

Sumber: Diketik ulang dari buku “Aplikasi Manajemen Waktu Wanita” karya Dr. Jasim Muhammad Badr.

 

Catatan kaki:

[1] Siyar A’lam An-Nubala`, 4: 278.

[2] Min ‘Alam Asy-Syuhrah ila Ruhab Al-Iman, Asma` Al-Juhaini.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Muslimah.or.id

Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Orang Tua dan Anak Saling Memberi Manfaat

Orang Tua dan Anak Saling Memberi Manfaat

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 Oktober 2025
0

Dalam Islam, hubungan orang tua dan anak bukanlah sekadar ikatan darah. Ia adalah amanah, ujian, sekaligus jalan menuju kebaikan dan...

Penyakit ‘Ain dan Coret Mata

oleh Yulian Purnama
26 Agustus 2020
7

Solusi untuk menghindarkan diri dan keluarga dari penyakit 'ain adalah menjauhkan diri dari sifat pamer, baik pamer harta maupun pamer...

Muslimah, Kemana ‘Kan Kau Bawa Cantikmu?

oleh Maryam Ummu Shafiyah
1 Juni 2013
5

Wanita mana yang tidak ingin terlihat cantik? Semua wanita pasti ingin terlihat cantik di mata setiap orang. Apakah kita harus...

Artikel Selanjutnya

Suatu Syubhat (Ketidakjelasan) Seputar Nikah Mut’ah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.