fbpx
Donasi Web Donasi Web

Kenapa Setiap ‘Datang Bulan’, Iman Saya Turun? (Bagian 1)

Kenapa Setiap ‘Datang Bulan’, Iman Saya Turun? (Bagian 1)

Tak ada yang salah dalam takdir Allah. Tak ada yang tak adil dalam segala kebijakan-Nya. Semua tergantung bagaimana para hamba meyikapinya. Begitupun dalam perkara haidh. Tentu banyak hikmah yang terkandung di balik itu. Kalaupun akhirnya banyak muslimah yang mengalami penurunan iman secara drastis setiap kali mengalami haidh, itu lebih karena salah dalam persepsi, atau keliru dalam menyikapi. Di antara faktor-faktor itu adalah;

Minimnya Ilmu

Krisis ruhiyah bisa terjadi karena minimnya pengetahuan muslimah terhadap jenis-jenis ibadah, terutama ibadah hati. Padahal ibadah hati lebih luas cakupannya, lebih kontinyu tuntutan untuk dikerjakan dan tetap diperintahkan dalam situasi apapun, termasuk ketika haidh, nifas, maupun junub.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Sesungguhnya amal hati lebih agung dan lebih berat daripada amal jawārih (anggota badan).” Beliau juga berkata, “Amalan hati adalah inti, sedangkan amal anggota badan mengikuti dan melengkapi.”

Inilah perkara yang kebanyakan luput dari perhatian kita. Amal hati dituntut adanya secara dawwām (kontinyu). Baik berupa mencintai Allah, takut kepada Allah, berharap kepada-Nya, tawakal kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dan inābah kepada-Nya.

Ibadah seringkali juga dimaknai sempit, sebatas ibadah-ibadah khusus. Sehingga wajar jjika muslimah merasa kehabisan peluang untuk beribadah ketika haidh. Tidak boleh shalat, tidak boleh shaum. Padahal, definisi ibadah itu luas. Sehingga memungkinkan bagi seorang muslimah untuk merealisasikan ibadah setiap waktu, dua puluh empat jam sehari semalam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mendefinisikan ibadah, “Yakni seluruh perkara yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik perkataan maupun perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.” Ibadah tetap kontinyu meski muslimah dalam keadaan haidh, sehingga hubungan antara dirinya dengan Allah tidaklah putus karenanya, hatipun tetap hidup.

 

——————————————————————————————————–

Diketik ulang dari buku “Wirid Wanita Haidh” karya Abu Umar Abdillah, hal. 3 s.d 4

Artikel muslimah.or.id

[serialposts]

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan

🔍 Hadits Shahih Menyambut Ramadhan, Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Lalu, Hadist Tentang Wudhu, Tanda Berhenti Pada Al Quran, Lelaki Pertama Yang Masuk Surga, Doa Mandi Junub Perempuan, Ancaman Orang Yang Meninggalkan Shalat, Cara Mandi Wajib Menurut Islam, Cara Bertobat Nasuha

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

Comments are closed.