Wahai Saudariku, Imanilah bahwa Jin itu Ada

Wahai orang-orang yang menganggap bahwasanya kesurupan jin adalah sesuatu yang mustahil ! Ketahuilah bahwa kebenaran adanya fenomena kesurupan jin bukanlah sekedar imajinasi, halusinasi, khurafat, tahayul atau apalah namanya. Namun hal itu adalah peristiwa nyata yang didukung oleh banyak dalil dari Al Qur'an, hadits, serta merupakan ijma' ulama.

6009 13

Mengigau Dalam Psikologi Mitos Gigi Berbunyi Saat Tidur Sering Mengigau Dalam Islam Kenapa Mengigau Dalam Islam Mengigau Teriak

Sungguh aneh, seseorang yang belum pernah belajar bahasa Arab atau bahkan tidak mengenal bahasa Arab, tiba-tiba saja pandai berbicara dengan bahasa Arab. Dan tidak jauh berbeda, seorang yang berdomisili di Jawa Barat dan kurang begitu paham dengan bahasa Jawa, tiba-tiba dengan lembut berbicara bahasa Jawa Krama Inggil dengan begitu fasihnya. Demikianlah salah satu fenomena yang pernah kita jumpai di masyarakat kita. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dan ada apa dibalik semua itu?

Akankah kita menganggap bahwa hal itu hanyalah halusinasi semata karena pikiran orang tersebut sedang kosong, sehingga hal tersebut tidak perlu dihiraukan? Dengan kata lain, sebagian orang menganggap bahwa ini adalah salah satu gejala psikologis. Ataukah kita menganggap bahwa dia kerasukan setan sehingga harus dibawa ke dukun, orang pintar atau semacamnya agar dibebaskan dari belenggu setan? Na’udzubillahi min dzalik. Kita berlindung dari menjawab dengan kedua anggapan di atas, karena jika kita menganggap bahwa fenomena di atas hanyalah gejala psikologis semata yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan gangguan-gangguan spiritualitas seseorang, maka sungguh bisa jadi kita mendustakan keberadaan makhluk yang telah Allah ciptakan, yaitu jin. Padahal sudah sangat jelas adanya dalil tentang keberadaan makhluk ciptaan Allah yaitu jin, serta adanya dalil yang menunjukkan bahwasanya seseorang itu bisa kerasukan jin.

Allah Ta’ala berfirman di dalam surat Adz-Dzariyat ayat ke-56 yang artinya, “Tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”. Perhatikanlah bahwasanya di dalam ayat tersebut Allah menciptakan dua makhluk yang sama-sama ditugaskan untuk menyembahNya. Jin diciptakan berdampingan dengan kita, hanya saja Allah telah memisahkan alamnya dengan alam kita. Dan hanya Allah Dzat yang tahu akan perkara yang ghaib.”

Wahai orang-orang yang menganggap bahwasanya kesurupan jin adalah sesuatu yang mustahil ! Ketahuilah bahwa kebenaran adanya fenomena kesurupan jin bukanlah sekedar imajinasi, halusinasi, khurafat, tahayul atau apalah namanya. Namun hal itu adalah peristiwa nyata yang didukung oleh banyak dalil dari Al Qur’an, hadits, serta merupakan ijma’ ulama.

Allah Ta’ala berfirman,
“Orang-orang yang makan(mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Qs. Al-Baqarah: 275)

Dalam hadits diriwayatkan dDari Utsman bin Abi Ash radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menugaskanku untuk mengurursi kota Thaif, ada sesuatu yang mengganggu diriku dalam shalatku sehingga saya tidak sadar tatkala menjalankan shalat. Tatkala aku merasakan hal itu, maka aku pergi menemui Rasulullah.

Beliau bertanya,“Ibnu Abi Ash?!”

Jawabku, “Ya, wahai Rasulullah.”

Beliau bertanya lagi, “Apa yang mendorongmu kemari?”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, ada sesuatu yang mengganggu diriku dalam shalatku sehingga saya tidak sadar tatkala menjalankan shalat.”

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah setan, kemari mendekatlah kepadaku”. Akupun mendekati beliau sedangkan beliau duduk di hadapanku. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memukul dadaku dengan tangannya dan meludah ke mulutku seraya berkata,”Keluarlah wahai musuh Allah!” Beliau melakukan hal itu sebanya tiga kali kemudian bersabda, “Lanjutkan lagi tugasmu.” Utsman berkata, “Sungguh, setelah itu saya tidak merasakan sesuatu itu mengangguku lagi.”
(Sanad hadits ini shahih sebagaimana ditegaskan oleh Al-Busyairi dalam Misbah Zujajah (4/36-Sunan) dan Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah 6/1002/2. Bahkan ada jalur-jalur lainnya yang menambah kuat keabsahan hadits ini)

Oleh karena itu Syaikh Al-Albani rahimahullah berkomentar,” Dalam hadits ini terdapat dalil yang sangat jelas bahwa setan bisa merasuk ke badan manusia sekalipun dia orang yang beriman dan shalih. Banyak hadits yang mendukung adanya hal itu.” (Ash-Shahihah 6/1002/2)

Untuk dalil dari ijma’ ulama penulis bawakan perkataan dari Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, beliau berkata, “Al-Qur’an, sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kesepakatan umat telah menunjukkan bahwa jin bisa masuk pada jasad manusia. Lantas pantaskah bagi orang yang mengaku berilmu untuk mengingkarinya tanpa pijakan ilmu dan petunjuk. Laa haula wa laa quwwata illa billahi.”

Terdapat juga pendapat ahli kedokteran yang mengakui adanya fenomena kesurupan. Seorang pakar ilmu kedokteran sekaligus ilmu islam lainnya, Syaikhul Islam kedua, Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan, “Kesurupan itu ada dua macam: Kesurupan karena ruh-ruh jahat (baca: setan) dan kesurupan karena tercampurnya benda-benda yang kotor (penyakit kejang-kejang, ayan dan sejenisnya). Kesurupan jenis kedua inilah yang biasa dijadikan topik pembicaraan di kalangan ahli medis tentang faktor penyebab dan cara pengobatannya.”

Adapun kesurupan karena ruh-ruh (baca: jin), maka para pakar ilmuwan kedokteran tidak menolaknya, dan mereka mengakui bahwa cara pengobatannya yaitu dengan melawan ruh-ruh jelek dan keji tersebut dengan ruh-ruh yang baik dan suci sehingga melawan segala bentuk pengaruhnya dan mengusirnya.

Telah jelaslah wahai saudariku, bahwasanya fenomena seseorang kerasukan jin adalah benar adanya. Mengingkarinya adalah pendapat yang sungguh bathil. Karena sudah jelasnya dalil-dalil yang menunjukkan akan hal itu, yang pasti bisa diterima oleh akal sehat. Jadi yang perlu sangat diperhatikan, bahwasanya perihal mengimani/mempercayai adanya jin serta perbuatannya adalah termasuk permasalahan aqidah. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati di dalam berucap dan bertingkah menyikapi adanya fenomena orang yang kesurupan jin.

Tanda –tanda seorang kerasukan jin
Berikut ini ada beberapa tanda-tanda yang bisa dikenali dari seseorang yang kemasukan ruh jahat/ kesurupan

  1. Tanda dalam tidurnya
    1. Sulit tidur malam.
    2. Banyak bangun malam.
    3. Mimpi yang menakutkan.
    4. Melihat binatang dalam tidurnya seperti kucing, anjing.
    5. Giginya mengerat.
    6. Tertawa, mengigau, teriak dalam tidur.
    7. Mengaduh-aduh dalam tidur.
    8. Mimpi jatuh dari tempat yang tinggi.
    9. Mimpi dirinya di kuburan, tempat-tempat yang kotor atau jalan yang menakutkan.
    10. Mimpi melihat sesuatu dengan sifat-sifat aneh (tinggi sekali, hitam, menakutkan dll).
    11. Mimpi melihat bayang-bayang dirinya dalam tidurnya.
  2. Tanda saat sadar
    1. Pusing terus menerus, dengan catatan bukan pusing karena ada badan yang sakit.
    2. Berpaling dari berdzikir kepada Allah.
    3. Hilang akalnya.
    4. Lemah dan malas.
    5. Mengkerut salah satu syarafnya (selalu tegang).
    6. Merasa sakit pada salah satu anggota badan yang dokter tidak mampu mengungkap jenis penyakitnya.
    7. Sempoyongan saat berjalan dan bicaranya tidak jelas.

Terdapat juga cara lain yang bisa digunakan untuk mengenali orang yang kesurupan, yaitu dengan menyenteri bola mata pasien. Pada bola mata akan kita dapati garis-garis seperti jam. Apabila pada titik jam sebelas (pada jam sebelas) ada garis melintang menembus manik mata menuju angka lima (pada jam) itu berarti kesurupan, dan jika tidak ada berarti penyakit lain. Wallahu a’lam

Lalu wahai saudariku,, apa yang harus kita lakukan jika suatu saat hal itu menimpa salah satu kerabat kita, teman kita, bahkan bisa jadi kita sendiri. Akankah kita menyerahkan kepada pihak yang dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai “orang pinter” sehingga tercampurlah noda-noda kesyirikan dalam diri kita? Jawabannya tentu tidak. Na’udzubillahi min dzalik. Karena agama yang sempurna ini telah menjelaskan berbagai hal tentang cara mencegah maupun mengobati orang yang terkena penyakit tersebut. Sebagaimana dengan dzikir-dzikir yang telah Rasulullah ajarkan.

Oleh karena itu, hati-hatilah wahai saudariku janganlah kita sampai salah mengambil tindakan untuk menangani penyakit tersebut dengan cara-cara yang tidak disyari’atkan, karena saat ini ternyata sudah mulai bermunculan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh “orang-orang pintar” yang katanya untuk membekali para guru di sekolah dalam menangani hal-hal semacam itu, dimana murid-murid di sekolah tersebut seringkali mengalami kesurupan.

Terapi untuk orang yang kesurupan itu ada dua cara:

  1. Tindakan preventif (pencegahan sebelum terjadi)
    Cara ini dapat ditempuh dengan berupaya menjaga dzikir dan doa pagi dan petang yang shahih, termasuk diantaranya seperti bacaan ayat kursi, sebab orang yang membacanya pada suatu malam, niscaya Allah akan selalu menjaganya dan setan tidak berani mendekatinya hingga datang waktu pagi. Demikian pula surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas serta doa/dzikir pagi dan petang sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya.
  2. Mengobati setelah terjadinya kesurupan
    Cara ini dapat ditempuh dengan ruqyah syar’iyah, yaitu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama yang berkaitan tentang ancaman, peringatan dan perlindungan kepada Allah dari syetan, sehingga jin itu keluar dari badan orang yang kesurupan dengan dibarengi keimanan dan tawakal yang mantap kepada Allah bagi orang yang meruqyah dan diruqyah.

Demikianlah wahai saudariku apa yang dapat penulis sampaikan. Semoga bermanfaat dan kita senantiasa dilindungi dari perbuatan-perbuatan syirik, yang dapat mengantarkan kita kekal di neraka. Wallahu Musta’an

Penulis: Ummu Afra Nana
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar

Maraji’:
Do’a dan Wirid, Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al Qur’an dan As-Sunnah” oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah. Penerbit Pustaka Imam Syafi’i, Bogor
Uyunul Anba fi Thabaqat Al-Athibba’ hal 3 oleh Ibnu Ab ‘Ushibah
Kesurupan Jin (Abu Ubaidah Al-Atsari), Majalah Al Furqon, edisi 10 Th III
Meruqyah Diri Sendiri Sesuai Syar’i. Tim Daar Ibnu Atsir.(Daar An Naba)

***
Artikel muslimah.or.id

Ngelindur Menurut Islam Arti Mengigau Tertawa Mengigau Pandangan Islam Pandangan Islam Tentang Mengigau Penyebab Ketindihan Saat Tidur Menurut Islam

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

  • ummu hafiy

    Alhamdulillah..insya Alloh artikel ini menambah ilmu ana,izin share yaa..jazakumullah khoir

  • terima kasih artikelnya
    wallohu a’lam bissowab

  • rachmi okatarina

    assalamu’alaykum…afwan tanda2 yg kesurupan saat tidur .rujukan kitabnya apa ya….krn ana penasaran,dan tanda2 ini byk dialamin sama kebanyakan org.jazakillah ummu afra

  • Rosa

    mo tanya um, gimana dengan istilah “ketindihan”? klo medis menyebutnya sebagai sleep paralisys. apakah itu murni karena gangguan tubuh atau ada campur tangan pihak jin ya?

    Jazakumullahu Khair

  • abu koding

    syukron sekali lagi artikelnya
    akan tetapi muncul satu pertanyaan dari ana apakah cara lain untuk mengenali orang kesurupan yang disebutkan dengan menyenteri mata pasien dan seterusnya pernah diajarkan atau dicontohkan oleh panutan kita tiga generasi terbaik atau hanya berdasar pengalaman?
    syukron jawabannya

  • kristanti dewi

    assalammualaikum wr wb.
    terimakasih atas masukannya.
    klo bleh tau, ayat2 ap yg d anjurkan untuk ruqyah syar’iyah?ap bsa klo qta mmbca sndri untk dri sndri?terimakasih

    • Wa’alaykumsalam warahmatulloh wabarokatuh … InsyaaAlloh akan ada pembahasan mendatang mengenai ini di artikel lanjutan tentang Ruqyah bagian I. InsyaaAlloh..

  • Andrika eka paksi

    Memang benar dengan apa yang di alami oleh sahabat rasulullah saw hampir sama dengan apa yang saya rasakan pada saat sholat tetapi mudah-mudahan dengan saya membaca artikel ini sholat saya akan lebih baik dan tidak terganggu oleh jin yang selalu ada di sekitar saya pada saat saya melakukan sholat

  • Zahratulsytha

    Assalamualaikum warrahmatullahi wbarrokakatu…..maf sblmx ana hanya ingn kasih saran .bgaimana klo buku yg menjdi sumbrx di tulis jga harga bukux soalx ana pengen tau ummi.sukro.wassalamualakum

  • gusti yusuf

    trima kasih atas penjelasannya

  • mohon saran . saya sangat kasihan dengan sepupu saya yang kehidupannya hampir gagal akibat mempercayai hal hal gaob yg tidak masuk akal dan tidak ada bukti yg bisa dijadikan alasan untuk dipercaya . hamppir 20 tahun sepupuku menekuni hal tersebut .namun kian hari kian hancur kehidupannya. contoh saja dia mengumpulkan orang orang yang katanya bisa dijadikan kursi untuk memanggil para walisongo dan bahkan nabi khidir . dan yg lebih lagi tidak jarang mereka yg dia anggap kursi ini berbncang bincang atasnama wali (ngobrol sesama wali)
    bukan wali saja orang yang baru meninggalpun bisa mereka atas namakan sebagai nara sumber dalam suatu masalah melalui mereka yang katanya kursi .
    menrut pengamatan saya tidak ada satupun ucapan mereka yng dapat dibuktikan melainkan ber andai andai..
    maaf pada prinsipnya saya sangat percaya dengan adanya jin dan syetan karna mereka juga ciptaan Allah . dan setan dan beberapa golongn jin pun bisa mengeco manusia melalui sihir dengan perantara manusia ..akan tetapi kalau roh para Wali. seh . bahkan nabi .apakah benar bisa merasuk kemanusia lagi

  • asslmmkm..saya selalau merasakn ada yang aneh di pudak kiri saya..mungkin para sahabt ada masukannya…saya sudah d periksa sampai saya sudah di rongsen tidak ada apa2.

    • @ Agus
      Wa’alaikumussalam,
      Kami sarankan obati dengan bacaan Al-Qur’an. Karena Al Qur’an adalah obat segala penyakit fisik maupun nonfisik.