fbpx
Donasi Web Donasi Web

Mengenal 6 Kaidah Dasar Masalah Fiqih (#1: Mengenal Kaidah Fiqih)

Mengenal 6 Kaidah Dasar Masalah Fiqih  (#1: Mengenal Kaidah Fiqih)

Pengertian Kaidah

Kaidah berasal dari kata-kata [قعد – يقعد – قعودا ] yang artinya الثبات والاستقرار yaitu tetap, tepancang.

Secara istilah, makna kaidah adalah:

الأمر الكلي الذي ينطبق عليه جزنيات كثيرة

Aturan-aturan yang bersifat umum, yang dapat diterapkan pada beberapa bagian.

Gabungan dua kata: Kaidah Fiqih, secara istilah didefinisikan sebagai,

الأمر الشرعي العملي الذي ينطبق عليه أحكام جزنياته

Aturan-aturan yang bersifat umum dalam masalah fiqih, yang dapat diterapkan pada beberapa

masalah fiqih. (al-Wajiz fi Idhah Qawaid Fiqh) 

Fungsi Kaidah Fiqih

Al-Qarafi pernah mengatakan,

كل فقه لم يخرج على القواعد فليس بشيء

“Setiap kesimpulan fiqih yang tidak didasari aqidah, bukan fiqih yang kuat.” (Adz-Dzakhirah)

Di antara manfaat memahami kaidah fiqih:

  1. Mengelompokkan bagian-bagian yang terpisah dalam fiqih untuk disatukan dalam suatu aturan yang universal dan menyeluruh.
  2. Memudahkan menghafal permasalahan-permasalahan fiqih yang begitu luasnya. Karena dengan menguasai kaidah fiqih, seseorang dapat menguasai banyak masalah fiqih. Al-Qarafi berkata: “Siapa yang menguasai kaidah fiqih, dia akan dengan mudah menguasai permasalahn fiqih yang jumlahnya ratusan ribu.”
  3. Memahami kaidah fiqih membantu seorang pakar fiqih untuk memahami metode berfatwa dan memudahkannya untuk mencari hukum permasalahan yang baru.
  4. Memahami kaidah fiqih dapat membantu seorang pakar fiqih terhindar dari kontradiksi dalam masalah fiqih.
  5. Memahami kaidah fiqih dapat membantu seorang ahli fiqih memahami Maqhasid Asy-Syariah

Kaidah Fiqih vs Ushul Fiqih

Perbedaan antara Kaidah Fiqih dan Ushul Fiqih dapat disimak di tabel berikut ini:

Ushul Fiqih Kaidah Fiqih
Datang lebih dahulu daripada fiqih karena ushul fiqih merupakan metode seorang mujtahid mengeluarkan hukum fiqih dari sumber (dalil) al Quran dan as Sunnah, dst. Datang setelah fiqih karena kaidah fiqih merupakan pengelompokkan beberapa masalah fiqih dalam satu aturan yang universal.
Tidak bisa diterapkan langsung ke kasus. Bisa diterapkan langsung ke kasus.
Hukum fiqih yang dihasilkan dari ushul fiqih haruslah melalui perantara.

Contoh: Kaidah ‘Setiap kalimat larangan menunjukkan hukum tidak sahnya perbuatan yang dilarang.’

Dari kaidah ini tidak dapat diambil hukum akad asuransi tidak sah. Akan tetapi harus ada perantara lainnya.

Hukum fiqih yang dihasilkan dari kaidah fiqih langsung tanpa perantara.

Contoh: Kaidah ‘Hal-hal yang mendatangkan mudharat harus dihapuskan.’

Dari kaidah ini dapat diambil hukum bahwa boleh memaksa penjual untuk menerima kembali barang cacat yang dijualnya, yang dinamakan dengan khiyar ‘aib.

——————————————————————————–

Sumber: Faidah Daurah “Qawaid Fiqhiyah Kubra

Penyusun: Pipit Aprilianti

Artikel muslimah.or.id

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Bolehkah Membaca Al Quran Tanpa Wudhu, Kehidupan Di Alam Kubur Menurut Rasulullah, Hadist Tentang Jilbab, Ana Uhibbuki Fillah Tulisan Arab, Habbatus Saudah, Berapa Takbir Sholat Jenazah, Hukum Memakai Emas Putih, Cara Solat Maghrib, Cara Mengobati Gatal Gatal Pada Anak, Cara Menyembuhkan Batuk Pilek

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

Leave a Reply