Menggemakan Takbir pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada sepuluh awal bulan Dzulhijjah sambil menggemakan takbir

2584 0

Allah Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang telah ditentukan” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Imam Bukhari meriwayatkan secara mu’alaq dari Ibnu Abbas dengan bentuk jazm (kalimat aktif).

Ibnu Katsir (III/429) berkata, “Periwayatan semisal juga datang dari Abu Musa Al-Asy’ari, Mujahid, Qatadah, Atha’, Sa’id bin Jubair, Hasan Al-Bashri, Dhahhak, Atha’ Al-Khurasani, dan Ibrahim An-Nakha’i. Ini merupakan mazhab Imam Syafi’i dan popular dari Imam Ahmad bin Hanbal.

Tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ الْعَشْرِ قَالُوْا وَلَا الْجِهَادُ؟ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

Tidak ada amal yang keutamaannya melebihi amal yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya, dan tidak kembali dengan apapun.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi no.757).

Tirmidzi berkata, “Dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Ibnu ‘Umar, Abu Hurairah, Abdullah bin Amru dan Jabir.”

Penulis berkata, “Hadits Ibnu ‘Umar diriwayatkan oleh Ahmad no. 5446, dengan tambahan: ‘Maka perbanyaklah ucapan Tahlil, Takbir dan Tahmid.’”

Para pentahqiq Musnad berkomentar, “Hadits ini derajatnya hasan shahih.”

Imam Bukhari berkata, “Konon Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada sepuluh awal bulan Dzulhijjah sambil menggemakan takbir, sehingga orang-orang mengikuti takbir mereka berdua.” (Lihat Kitab Al-‘Idain, Bab: Keutamaan amal pada hari-hari tasyriq).

_______________________

Diketik ulang dengan sedikit penyesuaian bahasa oleh Tim Muslimah.Or.Id dari buku terjemahan yang berjudul “Kumpulan Lengkap Amalan Nabi yang Diremehkan”, halaman 128-129, penerbit: As-Salam Publishing.

Judul asli: Al-Washiyyah bi ba’dhis-Sunan Syibhil Mansyiyyah karya Haifa binti Abdullah Ar-Rasyid

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?