Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Apakah Wanita Boleh Menjenguk Laki-Laki yang Sakit?

Raehanul Bahraen oleh Raehanul Bahraen
3 November 2014
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jawaban atas pertanyaan di atas adalah: boleh saja, asalkan aman dari fitnah, tertutup auratnya dan tidak khalwat (bedua-duan).

Imam Bukhari rahimahullah membuat bab khusus mengenai hal ini dalam kitab Shahihnya, “Bab: wanita menjenguk laki-laki dan Ummu Ad-Darda’ menjenguk beberapa laki-laki ahli masjid dari kaum Anshar.”

Sebagaimana hadits ‘Aisyah menjenguk Bilal dan menanyakan keadaannya,

عن عائشة رضي الله عنها قالت : لما قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة وعك أبو بكر وبلال رضي الله عنهما قالت : فدخلت عليهما ، فقلت : يا أبت كيف تجدك ؟ ويا بلال كيف تجدك

Aisyah radhiyallahu’anha meriwayatkan, Ketika Rasulullah shallalallahu alaihi wa sallam tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal terserang demam. Kemudian, kata Aisyah, aku menemui mereka dan bertanya, ‘Ayah, bagaimana keadaanmu?’ ‘Wahai Bilal, bagaimana keadaanmu?”

Donasi Muslimah.or.id

Demikian juga laki-laki boleh menjenguk wanita dan menanyakan keadaannya. Sebagaimana Rasulullah shallalallahu alaihi wa sallam menjenguk sahabat wanita,

وروى مسلم عن جابر بن عبد الله أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل على أم السائب – أو أم المسيب – فقال: “مَالَكِ يا أُمَّ السَّائبِ­ أَوْ يَا أُمِّ المُسيَّبِ­ تُزَفْزِفينَ ؟” قَالَتْ: الحُمَّى لا بارَكَ اللَّه فِيهَا، فَقَالَ: “لا تَسُبِّي الحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايا بَني آدم، كَما يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبثَ الحدِيدِ”

Diriwayatkan dari Jabir Bin Abdullah Bahwa Rasulullah shallalallahu alaihi wa sallam menjenguk Ummu Saib –atau Ummu Musayyab- beliau bersabda, “Bagaimana keadaannmu wahai Ummu Saib –atau wahai Ummu Musayyab apa yang engkau keluhkan?”. Ia berkata, “demam, semoga Allah tidak memberkahinya (demam). Beliau bersabda, “janganlan engkau mencela demam karena ia menghapus kesalahan anak adam sebagaimana kikir menghilangkan karat besi.”

Demikian juga Ibnu Abbas yang menjenguk ‘Aisyah ketika sakit yang mengantarkannya kepada kematian.

وعن ابن عباس (رضي الله عنهما) أنه استأذن على عائشة (رضي الله عنها) في مرض موتها، فأذنت له، فقال:كيف تجدينك ؟ قالت: بخير إن اتقيت، قال: فأنت بخير إن شاء الله تعالى، زوجة رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم ينكح بكرًا غيرك

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwasanya ia meminta izin kepada Aisyah radhiallahu anha untuk menjenguk ketika sakit yang mengantarkan kematiannya, maka Aisyah mengizinkannya. Ia berkata, “bagaimana keadaanmu?”. Aisyah berkata, “Dalam kondisi baik, jika saya bertakwa”. Ia berkata, “ engkau dalam kebaikan insyaAllah, engkau Istri rasulullah shallalallahu alaihi wasallam, ia tidak menikahi perawan kecuali engkau.”

Namun perlu diperhatikan bahwa kebolehan hal ini dengan syarat terhindar dari fitnah yang datang dari lawan jenis. Jika berpotensi menimbulkan fitnah, yaitu keburukan semisal munculnya penyakit hati atau godaan syahwat maka sebaiknya dihindari mengingat banyaknya dalil yang mewanti-wanti mengenai bahaya fitnah dari lawan jenis. Apalagi sarana komunikasi sekarang lebih mudah, sehingga bisa menanyakan keadaan lewat media dan sarana yang lebih aman dari fitnah.

Demikian semoga bermanfaat.

***

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslimah.or.id

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Raehanul Bahraen

Raehanul Bahraen

Artikel Terkait

Hakikat Amal Shalih

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
5 Februari 2019
2

Amal salih itu ialah setiap amal yang disyariatkan oleh Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu amal yang...

Kenapa Setiap ‘Datang Bulan’, Iman Saya Turun? (Bag. 1)

oleh Muslimah.or.id
23 Januari 2016
0

Ibadah seringkali juga dimaknai sempit, sebatas ibadah-ibadah khusus. Sehingga wajar jjika muslimah merasa kehabisan peluang untuk beribadah ketika haidh

The Miracle of Hope (Keajaiban Sebuah Harapan) 

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
26 Juli 2016
0

Setiap orang cerdas, karena Allah menganugerahkan nikmat akal agar manusia mempergunakannya di jalan kebenaran untuk kemaslahatan hidupnya

Artikel Selanjutnya

Iman Tidak Cukup Hanya Berupa Keyakinan Hati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.