fbpx
Donasi Web Donasi Web

Hukum Asal Darah Wanita

Hukum Asal Darah Wanita

Syaikhul Islam mengatakan:

أن الأصل في كل دم خارج أن يكون حيضا لأن دم الاستحاضة دم عارض لعلة والأصل عدمها

“Hukum asal setiap darah yang keluar dari rahim wanita adalah darah haid. Karena  darah istihadhah adalah darah di luar kebiasaan, yang keluar karena sebab tertentu. Dan hukum asal darah istihadhah itu tidak ada” (Syarhul Umdah, 1/476).

Diantara dalil yang menunjukkan kaidah ini adalah beberapa hadis, diantaranya,

Hadis A’isyah ketika mengisahkan hajinya menyertai Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam,

“Kami menuju Mekkah dengan niat haji. Setelah sampai di daerah Saraf (lembah dekat Mekah), saya mengalami haid. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku, aku menangis. Beliau betanya: “Mengapa istriku nangis, apa sedang haid?” ‘Ya.’ Jawabku. Kemudian beliau bersabda,

إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَاقْضِي مَا يَقْضِي الحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ

“Haid merupakan keadaan yang Allah tetapkan untuk anak perempuan Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, selain thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari 294, Muslim 1211, dan yang lainnya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut darah haid yang dialami wanita sebagai kodrat wanita. Artinya itu adalah perkara wajar, dan itulah hukum asal wanita.

Dalam kasus lain, suatu hari datang sahabat wanita, Fatimah bintu Abi Jahsy radhiyallahu ‘anha, menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, saya wanita yang selalu keluar darah (istihadhah), apakah saya harus meninggalkan shalat? ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ، إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَ بِحَيْضٍ، فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

“Jangan tinggalkan shalat, darah ini hanyalah darah urat, bukan haid. Jika datang masa haidmu (seperti kebiasaan sebelumnya) maka tinggalkanlah shalat dan jika sudah selesai, cuci bekas darahmu kemdian shalatlah.”  (HR. Bukhari 228, Muslim 333 dan yang lainnya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut darah istihadhah sebagai irqun, darah di luar kondisi normal. Karena itu, kita tidak bisa menghukumi darah yang keluar sebagai istihadhah, kecuali ada indikator yang menunjukkan hal itu.

Allahu a’lam

***
Muslimah.or.id
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khairan

🔍 Hukum Membaca Alquran Sambil Tiduran, Arti Nama Ar, Worm Miner, Niat2 Sholat, Gerakan Dalam Shalat, Arti Kebahagiaan Menurut Islam, Pondok Pesantren Ibnu Abbas Sragen, Jilbab Yang Benar, Niat Shalat Sunnah Dzuhur, Hukum Shalat 5 Waktu

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA.

S1 Al Madinah International University

View all posts by Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. »

5 Comments

  1. Asslkm wr wb…
    Sy mw nanya ustadz gmn hkumnya org yg haid lbih dri 15 hari…ad tmn sy sperti itu sblm bln ramadhan dy sdh haid slma 16 hari dn msh kluar drah krn brhubung untk darah haid min 15 hari jdi dy ttp puasa smpai skrg pun msh kluar drah…dy blm periksa kdokter sh,tpi sblm2nya itu dy jrg haid..mksdnya dy pnh dlm 3 bln g pnh haid..ap yg sbaiknya dlakukan tmn sy ini?mksh…

  2. Assalamu’alaikum ..
    saya mau bertanya, bila keluar darah pada jadwal haid tetapi hanya berupa flek apakah bolah tetap melaksanakan shalat ? Terima kasih

    • @ Syifa
      Wa’alaikumussalam
      Flek yang keluar dimasa haid maka termasuk haid sehingga wanita trsebut haram shalat, puasa dan perkara lain yang diharamkan bagi wanita haid.

Leave a Reply