Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Hak-Hak Sesama Muslim

Ummu Sa'id oleh Ummu Sa'id
17 Desember 2012
di Akhlak dan Nasihat
2
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mengucapkan salam
  • Memenuhi undangannya
  • Memberi nasihat
  • Mendoakannya ketika bersin
  • Menjenguk saat sakit
  • Mengiringi jenazah
  • Tidak mengganggu saudara kita sesama muslim

Persaudaraan sesama muslim menjadi salah satu prinsip penting di dalam Islam. Kecintaan sesama muslim sangat ditekankan demi terwujudnya suatu lingkungan yang kondusif. Dalam permisalan yang indah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menggambarkan persaudaraan sesama muslim sebagai suatu bangunan yang kokoh seperti sabda beliau shallallahu ’alaihi wa sallam,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ شَيْءٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Permisalan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai, dan saling kasih sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan ikut merasakan, dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir)

Agar tercapai persaudaraan sesama muslim yang indah ini, setiap muslim harus memenuhi setiap kewajiban yang menjadi hak untuk saudaranya sesama muslim, dengan tidak berlebihan ataupun mengurangi. Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk berbuat adil, berbuat baik dan memenuhi hak saudaranya. Hak sesama muslim ini sangatlah banyak diantaranya adalah seperti sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

حق المسلم على المسلم ست : إذا لقيته فسلم عليه، وإذا دعاك فأجبه، وإذا استنصحك فانصح له، وإذا عطس فحمد الله فسمته، وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبعه 

Donasi Muslimah.or.id

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka datanglah, jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, jika dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah maka doakanlah, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.“ (HR. Muslim)

Berikut ini adalah di antara hak sesama muslim yang harus dipenuhi:

Mengucapkan salam

Salam merupakan doa, dengan mengucapkan salam kepada saudara kita berarti telah mendoakan kebaikan kepada saudara kita. Tujuan dari mengucapkan salam adalah untuk menumbuhkan rasa cinta diantara sesama muslim sebaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian akan saling mencinta? Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah)

Mengucapkan salam terlebih dahulu hukumnya sunah muakad, sedangkan menjawab salam hukumnya fardhu kifayah (jika sudah ada sebagian besar orang yang mengerjakannya maka gugurlah kewajiban tersebut atas yang lain). Jika salah seorang memberi salam kepada beberapa orang, kemudian diantara mereka ada yang menjawabnya maka ini sudah cukup bagi yang lainnya.

Dalam mengucapkan salam disunahkan beberapa hal, di antaranya :

  • Yang muda mengucapkan salam kepada yang tua
  • Kelompok orang yang jumlahnya kecil mengucapkan salam kepada kelompok orang yang jumlahnya lebih banyak
  • Orang yang naik kendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan.

Namun, apabila hal-hal di atas tidak dilakukan oleh pihak yang seharusnya memulai memberikan salam terlebih dahulu, tidaklah mengapa pihak yang lain mengucapkan salam terlebih dahulu agar sunnah tetap berjalan.

Memenuhi undangannya

Memenuhi undangan hukumnya sunnah muakad, karena akan menyenangkan pihak yang mengundang apabila kita memenuhi undangannya dan dapat mendatangkan rasa cinta dan persatuan. Hukum memenuhi undangan diatas berlaku umum untuk semua jenis undangan baik berupa undangan makan atau acara lain termasuk undangan untuk membantu atau menolong pihak yang mengundang. Namun berbeda dengan undangan walimatul ‘urs (resepsi pernikahan), hukum menghadirinya adalah wajib dengan syarat-syarat sebagai berikut: undangan pada hari pertama, orang yang mengundang adalah seorang muslim, undangan ditujukan khusus untuknya bukan undangan yang ditujukan untuk umum, yang mengundang mendapatkan harta dari penghasilan yang halal, dan tidak ada kemungkaran dalam walimah.

Memberi nasihat

Apabila ada saudara kita sesama muslim yang meminta nasehat kepada kita maka berikanlah nasihat kepadanya. Karena memberikan nasihat merupakan bagian dari perintah agama sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الدين النصيحة . قلنا : لمن؟ قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم 

“’Agama adalah nasihat.’ Kami (para sahabat) bertanya, ‘Nasihat kepada siapa?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan pemimpin kaum muslimin, dan untuk semua kaum muslimin.’” (HR. Muslim)

Ibnu Ustaimin rahimahullah mengatakan bahwa nasehat untuk muslim bisa berupa nasehat untuk beribadah kepada Allah, memerintahkan yang ma’ruf, melarang perbuatan munkar, atau berbuat baik.

Memberikan nasehat bisa menjadi suatu kewajiban bagi kita apabila kita melihat saudara kita melakukan suatu hal yang berakibat buruk padanya ataupun mendatangkan dosa atasnya. Sebagai seorang muslim kita wajib menasehatinya walaupun saudara kita itu tidak meminta nasehat. Berbeda ketika saudara kita berbuat hal yang tidak mendatangkan dosa tetapi ada perbuatan lain yang kita lihat lebih mendatangkan manfaat atasnya, kita tidak berkewajiban menasehati saudara kita tersebut kecuali apabila dia meminta nasihat.

Baca juga: Indahnya Saling Menasihati di Antara Kaum Muslimin

Mendoakannya ketika bersin

Mendoakan seorang muslim yang bersin kemudian dia memuji Allah hukumnya wajib. Wajib pula bagi yang bersin menjawab doa tersebut sebagai mana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan الحَمْدُلِله (Segala puji bagi Allah), sedangkan orang yang mendengarnya mengucapkan يَرْحَمُكَ الله (Semoga Allah merahmatimu), lalu orang yang bersin membalas dengan ucapan يَهْدِيكُمُ الله وَ يُصْلِحُ بَالَكُم ( Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki urusanmu).” (HR. Bukhari)

Jika dia terus bersin dan sudah didoakan tiga kali maka ucapkanlah yang keempat عافاك الله (Semoga Allah mengampuni mu) sebagai pengganti dari ucapan يرحمك الله. Sementara apabila kita mendengar orang kafir bersin dan memuji Allah maka ucapkanlah kepadanya  يهديكم الله و يصلح بالكم ( Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki urusanmu). (HR. At-Tirmidzi)

Menjenguk saat sakit

Menjenguk orang yang sakit adalah dengan mengunjunginya. Menjenguk orang yang sakit hendaknya disesuaikan dengak kondisi orang yang sakit dan jenis penyakitnya. Terkadang kondisi mengharuskannya untuk sering dijenguk, maka seharusnya untuk diperhatikan keadaannya. Hal yang disunahkan saat menjenguk adalah: menanyakan kondisi keadaannya, mendoakannya dengan doa لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ (Tidak apa-apa, insyaallah penyakitmu itu membersihkan dosa-dosa mu). (HR. Al Bukhari dari hadis riwayat Ibnu Abbas)

Bisa juga mendoakan dengan doa,

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Saya memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb dari ‘Arsy yang sangat besar agar menyembuhkanmu.”

Hal lain yang juga disunahkan saat menjenguk orang sakit adalah membukakan pintu harapan untuknya (memberikan semangat agar tetap sabar menghadapi penyakitnya) agar yang sakit tidak berputus asa dengan penyakit yang dihadapinya.

Mengiringi jenazah

Mengiringi jenazah termasuk hak seorang muslim atas saudaranya. Di dalamnya terdapat pahala yang banyak. Seperti sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ
وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ قِيلَ: وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟
قَالَ: مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“’Barang siapa yang mengikuti jenazah hingga disalatkan maka baginya satu qirath, dan barang siapa yang mengikuti jenazah hingga dikuburkan maka baginya dua qirath.’ Beliau ditanya, ‘Apakah dua qirath itu?’ Beliau menjawab, ‘Seperti dua buah gunung yang besar’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak mengganggu saudara kita sesama muslim

Diantara hak muslim atas muslim yang lainnya adalah tidak mengganggu mereka. Mengganggu kaum muslimin termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman,

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَـٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا

“Dan orang orang yang mengganggu kaum mukminin dan mukminat tanpa adanya sebab yang mereka kerjakan maka sungguh dia telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata” (QS. Al Ahzab: 58)

Diantara hal hal yang tidak diperbolehkan dilakukan seorang muslim atas saudaranya, antara lain:

Berbuat Hasad

Hasad adalah mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang lain. Hasad merupakan  perbuatan yang sifatnya laksana api yang memakan kayu bakar, memakan amal-amal shalih yang kita lakukan, tidak akan mendapat kebahagiaan hidup karena tidak bisa menerima takdir Allah dengan lapang dada. Tingkatan-tingkatan hasad antara lain:

1) Di antara mereka ada yang berupaya menghilangkan nikmat orang yang didengki dengan melakukan penganiayaan terhadapnya baik dengan ucapan dan perbuatan. Kemudian diantara mereka ada yang berupaya mengalihkan nikmat itu kepada dirinya sendiri.

2) Di antara mereka ada yang berupaya menghilangkan nikmat orang yang didengki saja tanpa mengalihkannya kepada dirinya. Ini adalah tingkatan dengki yang paling jelek dan paling buruk diantara dua tingkatan ini.

3) Ada pula manusia yang jika dengki kepada orang lain, dia tidak mewujudkan rasa dengkinya dan tidak pula menganiaya orang yang didengki dengan ucapan dan perbuatan.

4) Ada pula manusia yang jika merasakan dengki dalam dirinya, dia berupaya menghilangkannya dan berbuat baik kepada orang yang didengki dengan cara menampakkan kebaikan kepadanya, mendoakannya. Dia juga berusaha menghilangkan rasa dengki itu dengan menggantikannya dengan rasa cinta. Inilah termasuk tingkatan iman paling tinggi.

Sementara itu ada jenis hasad yang diperbolehkan, hasad yang diperbolehkan ini pada dasarnya merupakan ghibthah. Seseorang tidak boleh berbuat hasad kecuali dalam dua kondisi, yaitu kepada orang yang berilmu, kemudian orang itu beramal dengan ilmunya dan mengajarkannya dan juga kepada orang yang diberi harta yang banyak oleh Allah dan bisa menggunakan hartanya di jalan Allah.

Menaikkan tawaran tetapi tidak berniat untuk membelinya

Saling membenci

Saling membelakangi baik secara fisik maupun perasaan

Jual beli atas pembelian saudaranya

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

نَهَى النَّبِيُّ ﷺ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sebagian di antara kalian membeli atas pembelian sebagian yang lain.” (Muttafaqun ‘alaih)

Mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,

 إياكم والظَنَّ، فإِنَّ الظنَّ أكذبُ الحديثِ، ولَا تجسَّسَّوا ، ولَا تَحَسَّسُوا ، ولَا تنافَسُوا، وَلَا تَحاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، ولَا تَدَابُروا ، وكونوا عبادَ اللهِ إخوانًا، وَلَا يَخْطُبُ الرَّجُلُ علَى خِطْبَةِ أخيهِ حتَّى ينكِحَ أَوْ يترُكَ

“Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah seburuk-buruk pembicaraan. Janganlah kalian memata-matai, jangan mencari-cari kesalahan, jangan saling bersaing secara tidak sehat, jangan saling dengki, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan janganlah seorang laki-laki meminang di atas pinangan saudaranya hingga saudaranya menikah atau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menzalimi saudara kita

Zalim merupakan salah satu perbuatan yang akan disegerakan balasannya di dunia selain durhaka pada orang tua. Beberapa contoh perbuatan zalim misalnya, menuduh saudara kita tanpa didasarkan dengan bukti tetapi hanya prasangkaan semata, mengambil hak saudaranya, tidak mengeluarkan zakat padahal sudah berkewajiban untuk mengeluarkannya.Hendaklah kita menolong orang yang berbuat zalim dan orang yang dizalimi. Bentuk pertolongan kepada orang yang berbuat zalim adalah dengan menghalangi ataupun menasihatinya untuk tidak melakukan perbuatan zalim tersebut. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa,

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Tidak ada penghalang antara diri-Ku dengan orang yang terzalimi dalam pengkabulan doa.”

Membiarkan saudara kita dalam kepurukan, mengambil kesempatan dalam kesempitan

Menghinakan dan meremehkannya

Allah Ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman janganlah sekumpulan orang laki laki merendahkan kelompok yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan juga janganlah sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah mencela dirimu sendiri (sesama mukmin) dan jangan memanggil gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujurat: 11)

Dan tidaklah akan masuk surga seorang mukmin yang suka meremehkan saudaranya. Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
فقال رجل: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
قال: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“’Tidak akan masuk surga orang yang di dalamnya terdapat kesombongan seberat biji sawi’, maka seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang laki-laki yang suka pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.’ Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia’.” (HR. Muslim)

Demikianlah beberapa kewajiban muslim yang satu dengan yang lainnya, hak tersebut sebenarnya sangatlah banyak, namun barangkali makna yang telah mencakup semuanya adalah sabda Nabi berikut ini,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya.” (HR. Muslim)

Apabila setiap muslim mau untuk memahami dan mengamalkan makna hadis tersebut pastilah akan mendapati sebuah konsekuensi persaudaraan yang besar di dalamnya, sehingga akan berusaha untuk mengusahakan segala kebaikan dan menjauhkan segala keburukan untuk saudaranya. Semoga kita semua dipermudah untuk melaksanakan semua kewajiban saudara kita sesama muslim.

Baca juga: Jangan Kau Cela Saudaramu

***

Penulis: Ummu Fatimah Ranfika D

Muraja’ah: Ustaz Ammi Nur Baits

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi :

  • Huquuq Da’at Ilaihi al Fitrah, Bab Huquuqu Al Muslimina ‘umuma, karya Syaikh Utsaimin rahimahullah, hal 37-42
  • Nasehatku Untuk Wanita, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah, Bab Hasad hal 239 – 246
  • Syirhi Arbain Nawawi, hal 124-125
ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Ummu Sa'id

Ummu Sa'id

Artikel Terkait

Menerima Takdir dengan Rasa Yakin dan Tawakal

Menerima Takdir dengan Rasa Yakin dan Tawakal

oleh Retno Utami
21 Februari 2024
0

Kehidupan dunia berisi kejadian yang tidak terduga dan tidak pasti. Kita sudah berencana dan berusaha tetapi seringkali kenyataan tidak sesuai...

Jilbabku Terasing, Jilbabku Berbuah Kebahagiaan (Bag. 2)

oleh Athirah Mustajab
30 Januari 2014
5

Sepenggal kisah tentang “ayat hijab” Dahulu, ketika para shahabiyyah mendengar ayat tentang menutup aurat, mereka bersegera mentaatinya. Sebagaimana penuturan Aisyah...

Peristiwa Bulan Rabi’ul Awal

Bulan Rabi’ul Awal dan Peristiwa yang Berkaitan Dengannya (Bag. 1)

oleh Annisa Auraliansa
16 September 2024
0

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan ketiga dalam perhitungan hijriah, yaitu bulan Rabi’ul Awal. Dikatakan Rabi’ul Awal yang berarti waktu mulainya...

Artikel Selanjutnya

Hak-Hak Sesama Muslim (Bag. 2)

Komentar 2

  1. Latifah says:
    14 tahun yang lalu

    sepertinya itu tulisan arab-nya banyak yg terbalik-balik… kalau diperbaiki mungkin lebih baik, sehingga tdk merusak makna.. Barakallahu fiikum

    Reply
  2. Uyung Syaraf says:
    14 tahun yang lalu

    Izin share

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.