Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Taisir Musthalah Hadits (Bag. 10): Sahabat, Al-Mukhadram, dan At-Tabi’i

Ummu Sa'id oleh Ummu Sa'id
16 Mei 2012
di Hadis
4
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Sahabat
    • Definisi sahabat
    • Keadaan sahabat
    • Secara umum sahabat terakhir yang meninggal
    • Sahabat yang banyak meriwayatkan hadits
  • Al-Mukhadram
    • Definisi 
    • Hukum haditsnya
  • At-Tabi’i
    • Definisi
    • Tabi’in sangat banyak dan tidak mungkin menghitung jumlah mereka

Sahabat

Definisi sahabat

Sahabat adalah seseorang yang berkumpul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau melihatnya dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan beriman. Maka termasuk di dalamnya orang yang murtad kemudian kembali masuk Islam, seperti Syu’bah ibn Qois. Dia murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia diseret sebagai tawanan kepada Abu Bakar, maka ia bertaubat dan Abu Bakar menerimanya.

Tidak termasuk sahabat seseorang yang beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup akan tetapi tidak berkumpul dengannya, seperti Raja Najasyi. Dan juga tidak termasuk sahabat seseorang yang murtad dan meninggal dalam keadaan murtad, seperti ‘Abdullah ibn Khotol yang dibunuh saat Fathul Makkah dan Robi’ah ibn Umayyah ibn Khalaf, yang murtad pada zaman pemerintahan ‘Umar dan meninggal dalam keadaan murtad.

Sahabat berjumlah banyak, dan tidak mungkin memastikan batasan jumlah mereka. Akan tetapi dapat dikatakan dengan perkiraan bahwasannya mereka mencapai jumlah 14000 orang.

Keadaan sahabat

Semua sahabat itu tsiqoh (terpercaya) dan adil sehingga diterima riwayat salah seorang dari mereka walaupun tidak dikenal (majhul). Karena itu para ulama mengatakan, “Tidak dikenalnya seorang rowi dari kalangan sahabat tidaklah membahayakan.”

Dalil untuk atas pensifatan sahabat tersebut adalah karena Allah dan Rasul-Nya memuji mereka dalam banyak nash. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima perkataan salah seorang di antara mereka jika diketahui bahwa dia Islam dan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bertanya tentang keadaannya.

Donasi Muslimah.or.id

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ -يَعْنِي هِلَالَ رَمَضَانَ- فَقَالَ: أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: يَا بِلَالُ، أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا

“Seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, ‘Aku melihat hilal – yaitu hilal awal bulan Ramadan –.” Maka Nabi berkata, ‘Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah?’. Ia menjawab, ‘Ya’. Nabi berkata lagi, ‘Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?’. Ia menjawab, ‘Ya’. Maka Nabi berkata, ‘Wahai Bilal, umumkan pada manusia untuk berpuasa besok pagi.’” (Diriwayatkan oleh Al Khomsah[1], Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menshohihkannya)

Secara umum sahabat terakhir yang meninggal

  • ‘Amir ibn Watsilah Al-La’its, meninggal di Mekkah pada tahun 110 H. Dia adalah sahabat yang terakhir meninggal di Mekkah.
  • Yang terakhir meninggal di Madinah,  Muhamad ibn Robi’ah Al-Anshori Al-Khazraji meninggal pada tahun 99 H.
  • Yang terakhir meningal di Syam tepatnya di Damaskus adalah Watsilah Ibn Al-Asq’ Al-Laitsi meninggal pada tahun 86 H.
  • Sedangkan yang di Khims adalah ‘Abdullah ibn Bisri Al-Mazini meninggal pada tahun 96 H.
  • Yang terakhir meninggal di Bashrah adalah Anas ibn Malik Al-Anshori Al-Khazraji meninggal pada tahun 93 H.
  • Yang terakhir meninggal di Kuffah adalah ‘Abdullah ibn Abi Aufa Al-Aslami meninggal pada tahun 87 H.
  • Dan yang terakhir meninggal di Mesir adalah ‘Abdullah ibn Haris ibn Juz Az-Zubaidi meninggal pada tahun 89 H.

Tidak ada seorang sahabat pun yang hidup setelah tahun 110 H, berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu,

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخِرَ حَيَاتِهِ، فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ: أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ ؟ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ  اليومَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat bersama kami pada akhir hayatnya. Setelah salam, Rasulullah berdiri dan berkata, ‘Bagaimana pendapat kalian tentang malam ini? Sesungguhnya pada akhir seratus tahun semenjak malam ini tidak akan ada lagi orang yang saat ini masih hidup (kalian para sahabat) di atas muka bumi ini’.” (Muttafaq ‘alaih).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan itu sebulan sebelum kematiannya – sebagaimana di riwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir.

Terdapat dua faedah dari mengetahui sahabat terakhir yang meninggal:

Pertama: orang yang meninggal sesudah meninggalnya sahabat yang terakhir meninggal tidaklah diterima pengakuan bahwa beliau adalah sahabat.

Kedua: seseorang yang belum mencapai usia tamyiz sebelum batas ini, maka hadits yang dia sandarkan kepada sahabat adalah hadits yang munqothi’ (terputus).

Sahabat yang banyak meriwayatkan hadits

Di antara para sahabat, ada yang sering menyampaikan hadits sehingga banyak tabi’in yang mengambil hadits darinya. Sahabat yang meriwayatkan hadits lebih dari 1000 adalah:

  • Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan darinya 5374 hadits.
  • ‘Abdullah ibn ‘Umar ibn Khattab radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan darinya 2630 hadits.
  • Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan darinya 2286 hadits.
  • ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, diriwayatkan darinya 2210 hadits.
  • ‘Abdullah ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan darinya 1660 hadits.
  • Jabir ibn ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan darinya 1540 hadits.
  • Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan darinya 1170 hadits.

Banyaknya hadits dari para sahabat ini tidaklah mesti berarti mereka adalah yang paling banyak mengambil hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan sahabat yang lain. Karena sedikitnya hadits dari seorang sahabat memiliki sebab-sebab, seperti meninggal lebih dulu, semisal  Hamzah radhiyallahu ‘anhu – paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, disibukkan dengan sesuatu yang lebih penting, seperti ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, atau karena kedua sebab di atas seperti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Beliau meninggal lebih dahulu dan disibukkan dengan perkara kekhilafaan atau dikarenakan sebab-sebab yang lain.

Al-Mukhadram

Definisi 

Mukhadram (مخضرم) adalah orang yang beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada masa hidupnya namun tidak bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Para mukhadram memiliki tingkatan tersendiri diantara sahabat dan tabi’in. Ada yang berpendapat bahwasannya mereka ini termasuk kibar tabi’in. Sebagian ulama mengatakan bahwa jumlah mereka kurang lebih 40 orang. Di antara mereka adalah Al-Ahnif ibn Qoids, Al-Aswad ibn Yazid, Sa’ad ibn Iyyas, ‘Abdullah ibn Ukain, ‘Amr ibn Matmun, atau Muslim Al-Khoulani, An-Najasyi raja negeri Habasyah.

Hukum haditsnya

Hadits dari mukhadram penerimaanya seperti mursal tabi’in maka dia terputus (munqothi’), dan hukum untuk menerima hadits dari mukhadram itu sama seperti menerima hadits mursal tabi’i.

At-Tabi’i

Definisi

Tabi’i (تابعي) adalah seseorang yang berkumpul dengan sahabat dalam keadaan beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggal dalam keadaan beriman.

Tabi’in sangat banyak dan tidak mungkin menghitung jumlah mereka

Mereka memiliki tiga lapisan: kubro (كبرى), sughro (صغرى) dan yang berada di antara keduanya (بين هما).

Tabi’in kubro adalah seseorang yang riwayatnya paling banyak berasal dari sahabat. Contoh : Sa’id ibn Musayyib, ‘Urwah ibn Zubair, dan ‘Alqomah ibn Qois.

Tabi’in sughro adalah seseorang yang banyak meriwayatkan dari sesama tabi’in akan tetapi hanya bertemu sedikit dari para sahabat. Contoh : Ibrohim An-Nakho’i, Abu Aznadi, Yahya ibn Sa’id.

Tabi’in wustho adalah yang banyak meriwayatkan dari sahabat dan kibar tabi’in. Contoh : Hasan Al-Bashri, Muhammad ibn Sirin, Mujahid ibn ‘Ikrimah, Qotadah, As-Sya’bi, Az-Zuhri, ‘Atha, ‘Umar ibn Abdul ‘Aziz, Salim ibn ‘Abdullah ibn ‘Umar ‘ibn Khattab.

KEMBALI KE BAGIAN 9

***

Artikel Muslimah.or.id

Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id

 

Referensi:
Diterjemahkan dari Kitab تيسير مصطلح الحديث (Taisir Musthalah Hadits) karya Syekh Muhammad ibn Shaleh ibn ‘Utsaimin rahimahullah

Catatan kaki:

(1) Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Ummu Sa'id

Ummu Sa'id

Artikel Terkait

Makan dari Pinggir Piring

Adab Makan: Memulai Makan dari Pinggir Piring

oleh M. Saifudin Hakim
21 Desember 2024
0

Teks Hadis Dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan, أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِقَصْعَةٍ مِنْ ثَرِيدٍ،...

Lahn (Kesalahan) dalam Membaca Al-Quran

oleh Redaksi Muslimah.Or.Id
16 Juli 2012
17

Lahn adalah suatu kesalahan atau kondisi yang menyimpang dari kebenaran. Kesalahan itu dibagi menjadi dua jenis, yaitu jali (besar) dan...

Hadits Palsu: Keberkahan Wanita Jika Anak Pertamanya Perempuan

oleh Yulian Purnama
3 Juni 2014
0

Kami pernah mendengar hadits bahwa diantara bentuk keberkahan dari seorang wanita adalah tabkiir dengan anak perempuan, yaitu jika anak pertama...

Artikel Selanjutnya

Mutiara-Mutiara Faedah

Komentar 4

  1. Roselainy Abdul Rahman says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamu alaikum wr wb

    Saya berminat untuk mendapat terjemahan lengkap bagi tajuk Taisir Musthalah Hadith. Bagaimana untuk mendapatkannya?

    Reply
  2. Randi says:
    5 tahun yang lalu

    Kenapa Uwais Al Qorni tidak dimasukkan dalam ketegori Al Mukhadram pada tulisan tersebut?? Padahal nama beliau tidaklah asing dalam sejara Islam. Sekian terimakasih

    Reply
  3. almusduri says:
    3 tahun yang lalu

    Ana izin copy artikelnya jazakhallah khair

    Reply
  4. almusduri says:
    3 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, ustajah ana izin copy artikelnya jazakhallah khair

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.