Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Bertindak Berdasarkan Ilmu Dan Data

Yulian Purnama oleh Yulian Purnama
31 Januari 2022
di Hadis
0
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang Muslim hendaknya bertindak berdasarkan ilmu dan data, bukan hanya prasangka atau serampangan dalam berbuat. Dari Abu Mas’ud Al Badri radhiallahu’anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ุจูุฆุณูŽ ู…ูŽุทูŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู: ุฒูŽุนูŽู…ูˆุง

“Seburuk-buruk landasan tindakan seseorang adalah sekedar ucapan: katanya... ” (HR. Abu Daud no.4972, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.866).

Kata ุงู„ู…ุทูŠุฉ /al-mathiyyah/ atau /al-mathayyah/ secara bahasa artinya:

ู…ูŽุทููŠู‘ูŽุฉู: ุงู„ุฏุงุจู‘ูŽุฉู ุชูŽู…ู’ุทููˆ ููŠ ุณูŽูŠู’ุฑูู‡ุง

Donasi Muslimah.or.id

“Mathiyyah: hewan tunggangan yang kencang jalannya” (Lisanul ‘Arab).

Al-mathiyyah juga bermakna: sarana untuk menuju suatu tujuan. Disebutkan dalam Mu’jam Lughah Arabiyah Mu’ashir:

ุงุชู‘ุฎุฐู‡ ู…ุทูŠู‘ูŽุฉ ู„ุจู„ูˆุบ ู…ุขุฑุจู‡: ุฌุนู„ู‡ ูˆุณูŠู„ุฉ

Contoh penggunaan: “Ia menjadikannya hal itu sebagai mathoyyah untuk mencapai tujuannya”. Maksudnya: menjadinya sebagai saranaโ€.

Kemudian juga, Al Baghawi rahimahullah menjelaskan:

ุฃู†ู‡ุง ุชุณุชุนู…ู„ ุบุงู„ุจุง ููŠ ุญุฏูŠุซ ู„ุง ุณู†ุฏ ู„ู‡ ูˆู„ุง ุซุจุช ููŠู‡ ุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุดูŠุก ูŠุญูƒูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃู„ุณู†ุŒ ูุดุจู‡ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุง ูŠู‚ุฏู…ู‡ ุงู„ุฑุฌู„ ุฃู…ุงู… ูƒู„ุงู…ู‡ ู„ูŠุชูˆุตู„ ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุญุงุฌุชู‡ ู…ู† ู‚ูˆู„ู‡ู…: ุฒุนู…ูˆุงุŒ ุจุงู„ู…ุทูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุชูˆุตู„ ุจู‡ุง ุงู„ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ู…ู‚ุตุฏู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุคู…ู‡ ูุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุงู„ุชุซุจุช ููŠู…ุง ูŠุญูƒูŠู‡ ูˆุงู„ุงุญุชูŠุงุท ููŠู…ุง ูŠุฑูˆูŠู‡

“Hadits ini secara umum digunakan untuk menanggapi hadits yang tidak ada sanadnya dan tidak shahih sama sekali, yang dinukilkan oleh lisan orang-orang. Maka orang yang mendasari perbuatannya dalam rangka menggapai apa yang ia inginkan dengan sekedar “katanya begini… katanya begitu…” dianalogikan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dengan hewan tunggangan yang ia tunggangi untuk menuju ke tempat tujuan. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan untuk cek dan ricek setiap kabar yang dinukil dan berhati-hati dalam menyampaikan kabar” (Syarhus Sunnah Al Baghawi, 3/413).

Maka hadits ini mengajarkan kita untuk tidak mendasari tindakan kita pada perkara yang tidak jelas kebenarannya, hanya sekedar katanya, tanpa didasari ilmu dan data. Allah Taโ€™ala berfirman:

ุงูุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู’ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ

โ€œJauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosaโ€ (QS. Al-Hujuraat: 12).

Dari Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu, Nabi Shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda:

ุฅูŠุงูƒู… ูˆุงู„ุธู†ู‘ูŽุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุธู†ู‘ูŽ ุฃูƒุฐุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ

โ€œjauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dustaโ€ (HR. Bukhari no.5143, Muslim no. 2563).

Allah Ta’ala juga mengharamkan qiila wa qaala, yaitu menyampaikan kabar yang dasarnya sekedar katanya dan katanya. Dari Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนู„ูŽูŠู’ูƒูู… ุนูู‚ููˆู‚ูŽ ุงู„ุฃูู…ู‘ูŽู‡ุงุชูุŒ ูˆู…ูŽู†ู’ุนู‹ุง ูˆู‡ุงุชูุŒ ูˆูˆูŽุฃู’ุฏูŽ ุงู„ุจูŽู†ุงุชูุŒ ูˆูƒูŽุฑูู‡ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’: ู‚ูŠู„ูŽ ูˆู‚ุงู„ูŽุŒ ูˆูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ุณู‘ูุคุงู„ูุŒ ูˆุฅุถุงุนูŽุฉูŽ ุงู„ู…ุงู„ู

“Sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka kepada para ibu, pelit dan tamak, mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah juga tidak menyukai qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang-membuang harta” (HR. Al Bukhari no.5975, Muslim no.593).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam juga memuji orang yang bertindak dengan tenang, hati-hati dan tidak serampangan. Beliau bersabda tentang Al Asyaj ‘Abdul Qais radhiallahu’anhu:

ุฅู† ููŠูƒูŽ ุฎุตู„ุชูŠู†ู ูŠุญุจู‡ูู…ุง ุงู„ู„ู‡ู : ุงู„ุญู„ู…ู ูˆุงู„ุฃู†ุงุฉู

“Sesungguhnya pada dirimu ada dua hal yang dicintai Allah: sifat al hilm dan al aanah” (HR. Muslim no.17).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Al Hilm adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya ketika marah. Ketika ia marah dan ia mampu memberikan hukuman, ia bersikap hilm dan tidak jadi memberikan hukuman.

Al Aanah adalah berhati-hati dalam bertindak dan tidak tergesa-gesa, serta tidak mengambil kesimpulan dari sekedar yang nampak sekilas saja, lalu serta-merta menghukuminya, padahal yang benar hendaknya ia berhati-hati dan menelitinya” (Syarah Riyadhus Shalihin, 3/573).

Kesimpulannya, seorang Muslim hendaknya bertindak berdasarkan ilmu dan data, bukan hanya prasangka atau serampangan dalam berbuat. Wallahu a’lam.

***

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslimah.or.id

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Yulian Purnama

Yulian Purnama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, kontributor Muslim.or.id dan PengusahaMuslim.com

Artikel Terkait

Benarkah Seseorang Mendapat Adzab Kubur Karena Tangisan Keluarganya?

oleh Yulian Purnama
29 Juli 2015
2

Zahir hadits menunjukkan bahwa setiap mayit diadzab dengan tangan keluarganya, namun bukan adzab berupa hukuman, karena ia dalam hal ini...

Mukmin Sejati

Hadis: Mukmin Sejati adalah Orang yang Bisa Menerima Nasihat Saudaranya

oleh Triani Pradinaputri
14 Juli 2025
0

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallamย bersabda, ุงู„ู…ุคู…ู† ู…ุฑุขุฉ ุงู„ู…ุคู…ู† โ€œSeorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain.โ€ (HR. Abu Dawud, dengan sanad...

Hadits Palsu: Terjadi Gerhana Ketika Munculnya Al Mahdi

oleh Nurfitri Hadi
9 Maret 2016
0

Aku membaca sebuah hadits bahwa di antara tanda datangnya Mahdi adalah terjadinya gerhana matahari dan bulan pada awal bulan Ramadhan....

Artikel Selanjutnya

Kisah Penuh Hikmah Dari Abdullah Bin Mubarak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

ยฉ 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

ยฉ 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.