fbpx
Donasi Web Donasi Web

Gerakan Dalam Shalat

Gerakan Dalam Shalat

Gerakan dalam shalat terbagi menjadi lima. Yaitu, gerakan yang wajib, gerakan yang sunnah, gerakan yang makruh, gerakan yang haram, dan gerakan yang mubah.

Pertama: Gerakan yang Wajib

Yaitu, semua gerakan yang berkaitan dengan perkara wajib dalam shalat. Misalnya, seseorang berdiri mengerjakan shalat. Kemudian dia teringat bahwa ada najis di kain penutup kepalanya. Maka pada saat itu wajib baginya untuk melepas kain tersebut. Inilah contoh gerakan yang hukumnya wajib. Dalilnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi oleh malaikat Jibril ‘alaihis salam ketika beliau sedang shalat. Lantas Jibril menyampaikan bahwa ada kotoran di sandal Nabi. Nabi pun segera melepas sandal tersebut di tengah-tengah shalat dan beliau tetap meneruskan shalatnya. Inilah contoh lain dari gerakan yang wajib. Kaidahnya yaitu, gerakan yang berakibat dikerjakannya hal yang wajib dan ditinggalkannya hal yang haram dalam shalat.

Kedua: Gerakan yang Sunnah

Yaitu, semua gerakan yang menunjang kesempurnaan shalat. Contohnya, merapatkan saf jika terbuka celah. Maka seseorang mendekat ke jamaah di sampingnya untuk menutup celah tersebut. Merapatkan shaf hukumnya sunnah, sehingga gerakan tersebut juga dihukumi sunnah.

Ketiga: Gerakan yang Makruh

Yaitu, semua gerakan yang tidak diperlukan dan tidak berkaitan dengan kesempurnaan shalat.

Keempat: Gerakan yang Haram

Yaitu, semua gerakan yang banyak dan berturut-turut. Misalnya, seseorang yang main-main ketika berdiri, rukuk, sujud, serta duduk. Bahkan, shalat yang seperti ini menyelisihi tata cara shalat yang semestinya. Gerakan tersebut hukumnya haram karena dapat membatalkan shalat.

Kelima : Gerakan yang Mubah

Yaitu, semua gerakan selain dari yang telah disebutkan di atas. Contohnya, seseorang merasa gatal lalu ia menggaruknya atau kain penutup kepalanya turun menutupi matanya kemudian ia menaikkannya. Ini di antara bentuk gerakan yang diperbolehkan. Contoh lainnya ketika ada orang lain meminta izin kepadanya, lantas ia mengangkat tangannya untuk memberikan izin. Ini juga termasuk gerakan yang hukumnya mubah.
***
Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin al-Khairiyah, cetakan ketiga, tahun 1437 H, hlm. 412-413.

Penerjemah: Ummu Fathimah

Artikel Muslimah.or.id

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Hadits Menuntut Ilmu, Allah Mengetahui Sedangkan Kamu Tidak, Ucapan Idul Adha Sesuai Sunnah, Hadis Tentang Lisan, Donasi Yufid, Hadist Tentang Silaturahim, Cadar Bugil, Cara Mengeluarkan Air Mani Wanita Dengan Tangan, Bintang Horoskop, Kisah Anak Durhaka Yang Masuk Surga

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

Leave a Reply