Fitnah Lelaki

Dan zaman ini fitnah pria telah marak di dunia nyata dan di dunia maya. Kita perlu senjata pamungkas fitnah itu tidak melanda dan memporak-porandakan hati.

13583 0

Semua kejadian itu berawal dari pandangan. Karena sebuah kobaran api besar yang berawal dari percikan-percikan api kecil. Apabila seseorang masih punya mata yang dia bolak-balikkan pada mata-mata manusia, maka akan berujung pada sesuatu yang berbahaya. Betapa banyak pandangan yang berbuat kepada hati pelakunya, sebagaimana apa yang dilakukan anak panah tanpa busur dan tali, yang melihat senang, tapi membahayakan hatinya. Lalu untuk apa sebuah kesenangan kalau nantinya akan berbuah bahaya.

Dari mata turun ke hati, demikianlah istilah klasik yang menggambarkan bahayanya fitnah pandangan mata yang mampu menumbuhkan simpati dan cinta. Banyak mata tergoda hingga hati selalu merindukan, yang semua itu berawal dari melihat sosok yang mempesona. Seorang penyair berkata: “Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tak lagi ditempat ”.

Begitu pula keelokan tubuh dan ketampanan seorang pria amat sangat menggiurkan wanita yang terbiasa menyukai hal-hal yang indah. Di era sekarang dengan canggihnya Hp dan perangkat internet sangat mungkin membuat wanita terperangkap pandangannya pada seorang lelaki yang mungkin hanya diliriknya lewat layar mungil sebuah Hp. Untuk sekedar menikmati ketampanan seorang pria. Seorang wanita cukup duduk manis dirumah sambil pencat-pencet Hp. Begitulah perangkap setan selalu mengintai hati orang-orang yang terbiasa mengumbar kemaksiatan dengan berbagai cara dan terkesan samar hingga orang merasa enjoy melakukannya. Tak hanya kaum hawa yang tertarik pada pria, bahkan terkadang fitnah lelaki tampan ini juga bisa dialami sesama lelaki. Said bin Al-Musayyab pernah berkata: ”Jika kalian melihat ada seseorang yang memandang tajam seorang pemuda yang halus dan tampan, maka curigailah dia.”

Dan kisah istri Al-Aziz yang sangat mabuk cinta pada Yusuf adalah sebuah bukti bahwa fitnah lelaki itu sangat besar. Kisah tergodanya wanita di zaman dahulu telah diabadikan dalam Al-Qur’an hingga berbondong-bondong wanita negeri itu sangat penasaran tentang sosok ketampanan Yusuf yang mampu membuat istri pembesar Mesir tergila-gila padanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

لَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

 “Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan). Kemudian dia berkata (kepada Yusuf), ‘Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka’. Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona pada (keelokan rupa) nya dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata,’Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia’”. ( Q. S. Yusuf : 31 ).

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ

“Dia (istri Al-Aziz)berkata,’Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak….( Q.S. Yusuf : 32 ).

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari cerita mengharukan Nabi Yusuf  ‘Alaihissalam, ketika iman yang kuat akan pengawasan Allah telah terpatri di hati niscaya dengan taufiq Allah kita akan bisa mengindari fitnah pandangan mata. Dengan menghindari hal-hal yang dilarang insyaallah hati seorang mukmin semakin bersemi dalam mencintai Allah. Dan tentu saja ada upaya kuat untuk menjauhi media, sarana atau jalan  yang mendorong seseorang untuk dekat kepada maksiat. Karena pandangan itu laksana anak panah iblis. Disebutkan di dalam sebuah syair :

Pandangan, kemudian senyuman

Kemudian memberikan salam

Kemudian mengadakan pembicaraan

Kemudian membuat perjanjian

Dan kemudian mengadakan pertemuan

Seorang bijak mengatakan,” Apabila engkau selalu mengutus pandangan-pandangan sebagai mata-mata bagi hatimu, maka suatu hari nanti pandangan-pandangan tersebut akan membuat dirimu sengsara.

Ketika pandangan terus diumbar, maka akan bisa menumbuhkan perasaan cinta.

Seorang penyair menggambarkan bahaya cinta tersebut :

Itulah Cinta….

Maka selamatkanlah diri kalian

Tiada cinta itu mudah

Perasaanku menganggapnya tidak baik

Juga akalku tidak dapat menerimanya

Hiduplah dengan damai

Karena keharuman cinta itu membebani

Awalnya adalah kesengsaraan

Dan akhirnya adalah pertikaian

 

Dan zaman ini fitnah pria telah marak di dunia nyata dan di dunia maya. Kita perlu senjata pamungkas fitnah itu tidak melanda dan memporak-porandakan hati dengan tetap menjaga hati, menjaga mata dari sumber-sumber fitnah, lebih sibuk menuntut ilmu syar’i, mulai menata hati agar tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah serta memperbanyak dzikir dan do’a agar Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga kita.

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

Referensi :

  1. Kado Pernikahan (terjemah), Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, Pustaka Azzam, Jakarta 2003.
  2. Majalah Al Furqon , Edisi 06 Tagun VI 1428 H.
  3. Taman Orang-Orang Jatuh Cinta  & Memendam Rindu (terjemah), Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Darul Fallah, Jakarta 1423 H.

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?