Nasihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz kepada Seluruh Kaum Muslimin (Bag. 01)

Ini merupakan terjemah dari sebuah kitab kecil yang ditulis oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah, berjudul Nashaa-ih Aammah Muhimmah

44 0

Pengantar

Tulisan berseri ini merupakan terjemah dari sebuah kitab kecil yang ditulis oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah, berjudul Nashaa-ih Aammah Muhimmah. Buku kecil ini berisi nasihat-nasihat emas Syaikh rahimahullah kepada seluruh kaum muslimin.

Keutamaan Saling Memberi Nasihat

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, kepada kaum muslimin yang mengenalnya. Semoga Allah menuntunku dan kalian semua untuk meniti jalan hamba-hamba-Nya yang beriman. Serta melindungiku dan kalian semua dari jalan orang-orang yang dilaknati (yaitu Yahudi, pen.) dan jalan orang-orang yang sesat (yaitu Nasrani, pen.). Amin.

Assalaamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Yang mendorongku untuk menulis buku ini adalah untuk memberi nasihat dan peringatan sebagai realisasi dari firman Allah Ta’ala,

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55)

Dan firman Allah Ta’ala,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah [5]: 2)

serta firman Allah Ta’ala,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran.” (QS. Al Ashr [103]: 1-3)

Demikian juga perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Agama itu adalah nasihat. Ditanyakan kepada beliau,Bagi siapa wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan bagi umat Islam pada umumnya.” (HR. Muslim)

Pada ayat yang sangat jelas dan juga pada hadits yang mulia ini terdapat dalil tegas tentang disyariatkannya saling menasihati dan memberi peringatan serta saling berwasiat untuk tetap di atas kebenaran dan berdakwah kepadanya. Karena semua itu dapat memberikan manfaat bagi kaum mukminin, memberi pelajaran bagi orang-orang yang bodoh, memberi petunjuk bagi orang-orang yang tersesat, memperingatkan orang-orang yang lalai, mengingatkan manusia pada umumnya, mendorong orang yang berilmu untuk beramal dengan ilmu yang dimilikinya dan beragam manfaat-manfaat lainnya.

Allah Ta’ala menciptakan makhluk-Nya hanyalah untuk menyembah-Nya dan menaaati-Nya. Allah Ta’ala pun mengirim para Rasul untuk mengingatkan hal tersebut, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

”Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

”Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya. Jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. At-Taghaabun [64]: 12)

Allah Ta’ala berfirman,

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

”(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 165)

Allah Ta’ala juga berfirman,

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

”Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.” (QS. Al-Ghaasyiyah [88]: 21)

Maka kewajiban setiap orang yang memiliki ilmu adalah memperingatkan hal tersebut. Dan juga saling menasihati karena Allah dan berdakwah kepada-Nya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini sebagai bentuk penunaian kewajiban berdakwah, mencontoh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam serta agar terhindar dari dosa menyembunyikan ilmu yang telah Allah Ta’ala ancam dengan keras dalam Al Qur’an. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (QS. Al-Baqarah [2]: 159)

Sungguh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebenaran maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda, ”Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya sedikit pun. Dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang yang mengikutinya sedikit pun.” (HR. Muslim)

[Bersambung]

***

Diselesaikan setelah maghrib, Rotterdam NL 14 Ramadhan 1438/8 Juni 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

Shares