Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Membakar Semangat Menuntut Ilmu Syar’I (Bag 1 – Ilmu dan Keutamaan Menuntut Ilmu)

Dwi Pertiwi oleh Dwi Pertiwi
16 Februari 2016
di Adab dan Doa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Definisi Ilmu
  • Dalil Keutamaan Menuntut Ilmu

Ilmu adalah perkara yang sangat penting dalam kehidupan. Kehidupan yang kita jalani butuh kepada ilmu. Ketika manusia hidup di dunia dia butuh pengetahuan dan ilmu tentang hakikat kehidupan dia di dunia. Maka dari itulah, kemuliaan seseorang terletak pada ilmu yang dia miliki. Di dalam Al-Qur’an dan hadits, banyak sekali anjuran untuk menuntut ilmu Allah. Adapun pada pembahasan ini, hal-hal yang akan disampaikan, di antaranya: definisi Ilmu, dalil keutamaan menuntut ilmu, hukum menuntut imu dan perkara yang dibutuhkan dalam menuntut ilmu.

Definisi Ilmu

Apa itu ilmu? Al-Hafidz Ibnu Abdil Barr menyebutkan bahwa ilmu artinya sesuatu yang engkau sudah merasa yakin dan sudah jelas bukti-buktinya di hadapanmu. Seseorang disebut berilmu dengan baik tentang shalat, apabila orang tersebut sudah mengetahui gerakan-gerakan shalat sesuai dengan dalil-dalil dan bukti-bukti dari Al-Qur’an dan hadits.

Adapun orang yang sekedar mengikuti orang lain tanpa mengetahui bukti dan dalil-dalilnya, maka dia disebut muqallid, sedangkan muqallid belumlah bisa dikatakan orang yang berilmu tentang sesuatu beserta dalilnya. Allah senantiasa mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mendatangkan dalil dan bukti, Allah berfirman:

قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (QS. Al-Baqarah:111).

Donasi Muslimahorid

Allah tidak memerintahkan kepada kita untuk mengikuti apa kata orang tanpa mengetahui dalil atau bukti-bukti dari Al-Qur’an maupun hadits. Allah memberikan kepada manusia tiga alat untuk menuntut ilmu, yaitu hati untuk memahami, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar. Allah mensifati penduduk neraka Jahanam dengan sifat tidak menggunakan tiga alat ini di dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ  لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا  أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ  أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf: 179).

Hendaklah seorang menggunakan hatinya, misalnya memikirkan apa bukti-bukti akan kebesaran Allah, kebenaran Islam, kebenaran sebuah pendapat.

Maka dari itu, para ulama sendiri berhati-hati di dalam mendengar seseorang yang berbicara masalah agama. Janganlah tergesa-gesa dalam mengambil perkataan orang yang berbicara ilmu.

Dalil Keutamaan Menuntut Ilmu

Firman Allah Ta’ala :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadillah: 11).

Ibnu Abbas menafsirkan: “Allah mengangkat derajat orang yang berilmu di atas orang yang tidak berilmu beberapa derajat yang sangat tinggi”. Tentunya penafsiran Ibnu Abbas ini sepadan dengan hadits yang menunjukkan akan hal itu, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: bahwa telah disebutkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dua orang; yang pertama, ‘abid (seorang ahli ibadah). Kedua, ‘alim (seorang yang berilmu). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Keutamaan seorang ‘alim daripada seorang ‘abid, bagaikan keutamaan diriku jika dibandingkan dengan orang yang terendah di antara kamu”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, semua penduduk langit dan penduduk bumi, hingga semut yang berada di dalam lubangnya, juga ikan paus di lautan, selalu bershalawat (mendo’akan) orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih)

Firman Allah Ta’ala,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ  لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(QS. Ali-Imran: 18).

 Ayat ini menjadi dalil keutamaan orang yang berilmu, karena Allah bersaksi, kemudian malaikat bersaksi, dan Allah menyebutkan jenis dari manusia hanya satu, yaitu: orang yang berilmu juga bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah yang berhak disembah selain Dia.

Firman Allah Ta’ala,

وَقٌل رَب زِدنِى عِلمًا

“…dan katakanlah: ‘Ya Allah tambahkanlah kepadaku ilmu.’” (QS. Taaha: 114).

Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu, karena Allah memerintahkan Nabi-Nya meminta tambahan ilmu, bukan meminta tambahan harta.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ومن سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu masjid Allah, untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun ketenangan, dilingkupi rahmat Allah, dikelilingi para malaikat, disebutkan nama-nama mereka di hadapan malaikat.”(HR. Muslim).

 Adapun pembahasan mengenai hukum menuntut imu dan perkara yang dibutuhkan dalam menuntut ilmu akan disampaikan pada artikel selanjutnya.

Bersambung..

————————————————————————————————————

Penulis: Dwi Pertiwi
Murojaah: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah

Referensi:

  1. Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah Al-Maqdisy.
  2. 102 Kiat Agar Semangat Menuntut Ilmu, Abu Qa’qa’ Muhammad bin Shaih Au Abdillah.
  3. Syarah Hilyah Thalibil ‘Ilmi, DR. Bakr bin Abdullah.
  4. Rekaman ceramah berjudul “Kiat Agar Semangat Belajar Agama“, ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
  5. Halaman web: https://muslimah.or.id/manhaj/kiat-kiat-menuntut-ilmu.html

Artikel Muslimah.or.id

ShareTweetPin3
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Dwi Pertiwi

Dwi Pertiwi

Artikel Terkait

Kekuatan Sebuah Doa

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
12 Agustus 2018
0

Allah Ta’ala memerintahkan segenap hamba-Nya untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah Ta’ala.  Sering berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla...

Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa

oleh Siti Annisa
20 Agustus 2013
8

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa

Adab Muslimah Bekerja di Luar Rumah

Adab Muslimah Bekerja di Luar Rumah

oleh Intan M. Nurwidyani
23 Agustus 2023
0

Pekerjaan yang selayaknya dilakukan wanita adalah yang sesuai dengan karakter wanita, baik fisik maupun naluri.

Artikel Selanjutnya

Ketika Cinta Perlu Bukti Nyata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Rumah Tahfidz Ashabul Kahfi

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.