fbpx
Donasi Web Donasi Web

Bolehnya Membaca Qur’an Sambil Berdiri, Berjalan, Tiduran, Atau Berkendaraan

Bolehnya Membaca Qur’an Sambil Berdiri, Berjalan, Tiduran, Atau Berkendaraan

Dasar hukum itu semua adalah firman Allah ‘azza wa jalla:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring” (Q.S Ali Imran: 191)

Juga firman-Nya,

لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan, ‘Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami’.” (Q.S Az-Zukhruf: 13)

Dan sunnah menjelaskan ini semua. Dari Abdullah bin Mughaffal –radhiyallāhu ‘anhu¬–, dia berkata:

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَ هُوَ يَقْرَأُ عَلَى رَاحِلَتِهِ سُوْرَةَ الفَتْحِ

Aku melihat Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam pada hari Penaklukan Makkah, beliau membaca surat Al-Fath di atas kendaraannya.” (Muttafaq Alaih)[1]

Juga hadis ‘Aisyah Ummul Mukminin –radhiyallāhu ‘anhā- dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ يَتَّكِئُ فِي حَجْرِيْ وَ أَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ القُرْآنَ

Bahwasanya Nabi ﷺ pernah tiduran di pangkuanku dan aku sedang haid, beliau membaca Al Qur’an” (Muttafaq Alaih)[2]

Adapun membaca Al Quran sambil berjalan, hal ini dianalogikan dengan berkendaraan. Tidak ada perbedaan.

Faidah

Pada hadis ‘Aisyah –radhiyallāhu ‘anhā¬– ada petunjuk bolehnya membaca Al Quran di pangkuan seorang istri yang sedang haid atau nifas. Dan yang dimaksud dengan al-ittika` ‘bersandar’ di sini adalah meletakkan kepala di atas pangkuan.

Ibnu Hajar berkata, “Pada hadis ini ada isyarat bolehnya membaca Al Quran di dekat tempat yang di sana ada najisnya. Hal ini dikatakan oleh Imam An-Nawawi.”[3]

——————————————————————————-
[1] Diriwayatkan Al-Bukhari, (5034); dan Muslim, (794).
[2] Diriwayatkan Al-Bukhari, (297); dan Muslim, (301).
[3] Fathul Bari, (1/479)

Diketik ulang dari buku “Ringkasan Kitab Adab” Karya Fu’ad bin Abdul ‘Aziz Asy-Syalhub

Artikel muslimah.or.id

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Sebaik Baik Manusia Yang Bermanfaat, Merk Habbatussauda Paling Bagus, Pengertian Riya Dan Contohnya, Hadits Tentang Wanita Sholehah, Beda Jin Dan Setan, Nama Pacaran Dalam Islam, Ayat Ayat Ruqyah Syariah, Syarat Pernikahan Dalam Islam, Naskah Pidato Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Pakaian Santai Untuk Wanita Berjilbab

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

One Comment

  1. alhamdulillah, memang Allah selalu memberi kemudahan kepada hamba-Nya yang lemah, tapi terkaang hambanya tidak menyadari hal itu (teramsuk saya) astaghfirullah..

Leave a Reply