Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Amalan Paling Utama Sebelum Menunaikan Shalat

dr. Ika Kartika oleh dr. Ika Kartika
23 September 2014
di Fikih
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz
    • Pertanyaan:
    • Jawaban:

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz

Pertanyaan:

تجديد الوضوء هل هو أفضل؟ أو الاعتكاف في مسجد؟ أو قراءة القرآن؟ أو تصلي السنة؟ أيهما أولى في هذه الأمور قبل إقامة الصلاة؟

Manakah amalan yang lebih utama sebelum melaksanakan shalat fardhu? Apakah memperbarui wudhu, i’tikaf di masjid, membaca al-Quran atau melaksanakan shalat sunnah?

Jawaban:

تجديد الوضوء مستحب، إذا كان قد توضأ سابقًا إذا جدده فهو أفضل ولا يلزمه تجديد الوضوء، والسنة له أن يتقدم إلى الصلاة وجلوسه في المسجد ينتظر الصلاة فيه خير عظيم، وإذا سمي اعتكاف فلا بأس؛ لأن اللبث في المسجد يسمى اعتكاف إذا نواه اعتكافًا، فإن انتظاره الصلاة أو الجلوس في المسجد يقرأ هذه قربة إلى الله جل وعلا، فالمؤمن يتقرب إلى الله بما شرع، فإذا قصد المسجد ليقرأ فيه ويتعبد ويصلي ونواه اعتكافًا سواءً ساعة أو ساعتين أو يوم أو يومين كله لا بأس، ولكن عليه أن يحافظ على الصلاة في الجماعة في أوقاتها ويحذر التخلف عن ذلك، وإذا أراد تجديد الوضوء يعني توضأ للظهر ثم أراد أن يجدد للعصر أو المغرب فهذا أفضل، وإن صلى بالوضوء السابق فلا حرج، والحمد لله

Memperbaharui wudhu dianjurkan jika orang yang melakukannya telah berwudhu sebelumnya. Jika ia memperbarui wudhu hal itu lebih utama, namun perkara tersebut tidaklah wajib. Dianjurkan bersegera (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat dan duduk di dalamnya dalam rangka menunggu pelaksanaan shalat. Sebab padanya terdapat kebaikan yang besar. Tidak mengapa jika duduk di masjid tersebut dinamakan i’tikaf. Karena berada di dalam masjid pun bisa disebut i’tikaf jika diniatkan seperti itu sambil menunggu sholat atau duduk di dalam masjid sembari membaca al-Qur’an. Ini merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah Jalla wa ‘Alaa.

Sorang mukmin mendekatkan dirinya kepada Allah dengan amalan yang Allah syari’atkan. Apabila ia bermaksud mendatangi masjid untuk membaca al-Qur’an di dalamnya, beribadah, melaksanakan sholat dan ia meniatkannya sebagai i’tikaf, baik itu satu jam atau dua jam, sehari atau dua hari, seluruhnya adalah perkara baik. Akan tetapi wajib baginya menjaga shalat berjamaah pada waktu-waktunya serta berhati-hati dari meninggalkannya. Jika ia ingin memperbarui wudhunya, misalnya ia telah berwudhu untuk shalat Dzuhur, kemudian ia ingin memperbarui wudhunya untuk shalat Ashar atau shalat Maghrib, maka hal ini lebih utama. Namun jika ia sholat dengan wudhu yang sebelumnya maka tidak mengapa.

Donasi Muslimahorid

—

Dari fatwa ini, kita dapat mengetahui kearifan ulama, di mana mereka memberikan motivasi bagi umat untuk beramal shalih yang mustahab sebanyak dan sebaik mungkin, namun tetap mengutamakan perkara wajib. Karena menjaga hal wajib, meskipun tampak sedikit, jauh lebih utama dibandingkan memperbanyak yang sunnah, betapapun jumlahnya banyak.

Demikian hendaknya seorang muslim yang cerdas menyikapi waktu dan kesempatannya beramal. Ia memprioritaskan hal-hal yang wajib baginya, kemudian sunnah-sunnah yang utama, kemudian yang di bawahnya, sesuai dengan kondisi dan keadaannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits qudsi,

ما تقرَّبَ إليَّ عبدي بشيءٍ أفضل من أداء ما افترضتُ عليْهِ

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai melainkan dengan apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 6502).

Mengenai hadits ini, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullahu menjelaskan bahwa mendekatkan diri kepada Allah dengan menunaikan perkara wajib lebih dicintai di sisi Allah dibandingkan perkara-perkara yang sifatnya sunnah. Karena padanya terkandung pelaksanaan amalan yang Allah wajibkan dan meninggalkan apa yang Allah haramkan.

Orang yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan yang diharamkan disebut sebagai muqtashid. Barangsiapa melakukan hal tersebut dan mengiringinya dengan amalan-amalan sunnah maka dialah yang termasuk “as-sabiqu bil khairat” (yang berlomba-lomba dalam kebaikan).

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua termasuk golongan hamba-Nya yang senantiasa berlomba dalam melakukan kebaikan dan ketaatan.

***
Penyusun: Ummu Qanita

Muraja’ah: Ustadz dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslimah.Or.Id

Rujukan: http://www.binbaz.org.sa/mat/20435

 

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
dr. Ika Kartika

dr. Ika Kartika

Alumni Fakultas Kedokteran UGM

Artikel Terkait

Mengenal 6 Kaidah Dasar Masalah Fikih (#2: Sumber-Sumber Terbentuknya Kaidah Fikih)

oleh Pipit Aprilianti
17 Maret 2016
0

Kaidah fikih merupakan kaidah yang berhubungan langsung dengan amalan seorang hamba. Dalam pembentukannya tidak dilakukan dengan sembarangan dan semaunya

Serba-Serbi Bulan Haram (1)

oleh Deni Putri Kusumawati
22 Juli 2020
0

Dalam setahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan terletak berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan...

Hukum Memakai Rambut Palsu

oleh Deni Putri Kusumawati
22 Maret 2018
1

Memakai rambut palsu akan menampakkan rambut wanita lebih panjang dari aslinya sehingga diserupakan dengan menyambung rambut.

Artikel Selanjutnya

Hakekat Dzikir Dan Syukur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

Kami Ingin Tahu Pendapat Anda Tentang Website Muslimah.or.id

No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.