Hukum Shalat Wajib Di Atas Kendaraan

Ketahuilah bahwa hukum shalat di atas kendaraan itu ada rinciannya. Hukum asalnya tidak boleh dan tidak sah, namun dibolehkan dalam keadaan tertentu.

9322 21

Shalat Dalam Perjalanan Bolehkah Sholat Di Kendaraan Hukum Sholat Di Kendaraan Sholat Wajib Di Kendaraan Tata Cara Sholat Di Kendaraan

Kaum muslimin yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah, ketahuilah bahwa hukum shalat di atas kendaraan itu ada rinciannya. Hukum asalnya tidak boleh dan tidak sah, namun dibolehkan dalam keadaan tertentu.

Wajib Shalat Di Darat Jika Masih Bisa

Sebagaimana kita ketahui bersama, menghadap kiblat adalah syarat sah shalat, tidak sah shalatnya jika tidak dipenuhi. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya” (QS. Al Baqarah: 144)

Maka pada asalnya, shalat wajib yang lima waktu dilakukan di darat dan tidak boleh dikerjakan di atas kendaraan karena sulit menghadap kiblat dengan benar.

Berbeda dengan shalat sunnah, boleh dikerjaan di atas kendaraan jika sedang safar, karena banyak dalil yang menunjukkan kebolehahnnya. Adapun jika tidak sedang safar, maka tidak ada keperluan untuk shalat wajib atau sunnah di atas kendaraan. Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membuat judul “bab bolehnya shalat sunnah di atas binatang tunggangan dalam safar kemana pun binatang tersebut menghadap“, yaitu ketika menjelaskan hadits:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي سُبْحَتَهُ حَيْثُمَا تَوَجَّهَتْ بِهِ نَاقَتُهُ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya shalat sunnah kemana pun untanya menghadap” (HR. Muslim 33).

dalam riwayat lain:

إن رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كان يوترُ على البعيرِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya shalat witir di atas unta” (HR. Al Bukhari 999, Muslim 700).

Imam An Nawawi lalu berkata: “hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya shalat sunnah kemana pun binatang tunggangan menghadap. Ini boleh berdasarkan ijma kaum Muslimin”. Dan di tempat yang sama, beliau menjelaskan: “hadits ini juga dalil bahwa shalat wajib tidak boleh kecuali menghadap kiblat, dan tidak boleh di atas kendaraan, ini berdasarkan ijma kaum Muslimin. Kecuali karena adanya rasa takut yang besar” (Syarah Shahih Muslim, 5/211).

Udzur Yang Membolehkan Shalat Di Kendaraan

Islam itu mudah. Ketika ada kesulitan, maka muncul kemudahan. Demikian juga dalam hal shalat ketika berkendaraan, seseorang diberikan kemudahan jika memang ada kesulitan. Para ulama menyebutkan udzur-udzur atau penghalang-penghalang yang membuat seseorang boleh shalat di atas kendaraan. Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: “jika orang yang sedang berkendara itu mendapatkan kesulitan jika turun dari kendaraannya, misal karena hujan lebat dan daratan berlumpur, atau khawatir terhadap kendaraannya jika ia turun, atau khawatir terhadap harta benda yang dibawanya jika ia turun, atau khawatir terhadap dirinya sendiri jika ia turun, misalnya karena ada musuh atau binatang buas, dalam semua keadaan ini ia boleh shalat di atas kendaraannya baik berupa hewan tunggangan atau lainnya tanpa turun ke darat” (Al Mulakhas Al Fiqhi, 235).

Diantara udzur yang membolehkan juga adalah khawatir luputnya atau habisnya waktu shalat. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya mengenai hukum shalat di pesawat beliau menjelaskan: “shalat di pesawat jika memang tidak mungkin mendarat sebelum berakhirnya waktu shalat, atau tidak mendarat sebelum berakhirnya shalat kedua yang masih mungkin di jamak, maka saya katakan: shalat dalam keadaan demikian wajib hukumnya dan tidak boleh menundanya hingga keluar dari waktunya”. Beliau juga mengatakan: “adapun jika masih memungkinkan mendarat sebelum berakhir waktu shalat yang sekarang, atau sebelum berakhir waktu shalat selanjutnya dan memungkinkan untuk dijamak, maka tidak boleh shalat di pesawat karena shalat di pesawat itu tidak bisa menunaikan semua hal wajib dalam shalat. Jika memang demikian keadaannya maka hendaknya menunda shalat hingga mendarat lalu shalat di darat hingga benar pelaksanaannya” (Majmu’ Fatawa War Rasa-il, fatwa no.1079).

Tata Cara Shalat Di Kendaraan

Pada asalnya, tata cara shalat dikendaraan sama dengan shalat seperti biasanya di darat. Tidak boleh seseorang menggugurkan salah satu rukun shalat, jika masih memungkinkan, kecuali ada udzur syar’i.

Dalam sebuah hadits shahih, Ibnu Abbas bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

يا رسولَ اللهِ كيف أُصَلّي في السفينَةِ قال صلّ فيها قائما إلا أن تخافَ الغرقَ

wahai Rasulullah, bagaimana cara shalat di atas perahu? beliau bersabda: ‘shalatlah di dalamnya sambil berdiri, kecuali jika engkau takut tenggelam‘” (HR. Ad Daruquthni 2/68, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami 3777).

Syaikh Al Albani berkata: “hukum shalat di atas pesawat sama seperti shalat di atas perahu. Shalat dilakukan sambil berdiri jika mampu, jika tidak mampu maka sambil duduk, rukuk dan sujudnya dengan isyarat” (Ikhtiyarat Imam Al Albani, 117).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam fatwa beliau di atas juga menjelaskan tata cara shalat di atas pesawat: “shalat dilakukan dengan menghadap kiblat sambil berdiri, jika masih memungkinkan, dan juga rukuk seperti biasa jika bisa. Sujud dilakukan sambil duduk atau dengan isyarat karena sepengetahuan saya tidak mungkin melakukan sujud ketika di pesawat. Karena jarak antar tempat duduk sangat dekat. Allah Ta’ala berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏

bertaqwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghabun: 16)

dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم

apa yang aku perintahkan kepada kalian, kerjakanlah sesuai kemampuan kalian” (HR. Al Bukhari 7288, Muslim 1337)

Allah Ta’ala juga berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ‏

Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk” (QS. Al Baqarah: 238)

(Majmu’ Fatawa War Rasa-il, fatwa no.1079).

Syaikh Musthafa Al Adawi juga ketika ditanya mengenai shalat di mobil (termasuk bus dan semacamnya) beliau menjelaskan caranya: “jika anda bersafar untuk jarak yang jauh dan tidak memungkinkan untuk berhenti, shalatlah sambil duduk, karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‏صل قائماً، فإن لم تستطع فقاعداً، فإن لم تستطع فعلى جنب

shalatlah sambil berdiri, jika tidak bisa maka sambil duduk, jika tidak bisa maka sambil berbaring” (HR. Al Bukhari 1117)

jika tidak ada tempat wudhu dan tidak ada air maka bertayamumlah lalu shalat” (Sumber: http://mostafaaladwy.com/play-9716.html).

Demikian, semoga bermanfaat, wabillahi at taufiq.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslimah.Or.Id

Shalat Wajib Di Kendaraan Sholat Di Perjalanan Syarat Sholat Di Kendaraan Syarat Sholat Di Mobil Cara Sholat Di Kendaraan

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

  • Deri Gustiawan

    Rakaatnya sama atau di ringkas..?

    • @Deri Gustiawan
      Jika dalam perjalanan safar (keluar dari daerah tempat tinggal), maka diringkas. Jika tidak safar, tidak diringkas.

      • yolanda

        kalo kondisi macet di Jakarta gimana? jarak kantor ke rumah cuma 25km. tapi waktu tempuh menggunakan bis umum 3jam.. apakah sholat maghrib di bis boleh? apakah harus diulang lagi menjamaknya dengan isya sesampainya di rumah? terima kasih.

        • #yolanda
          Jika berangkat sebelum maghrib dipastikan sampai tujuan sudah Isya’, maka kami sarankan untuk shalat maghrib dahulu.
          Namun jika diperkirakan sampai tujuan masih ada waktu shalat maghrib, tapi ternyata perkiraan tersebut salah, boleh shalat di bis jika memungkinkan, jika tidak maka silakan dijamak dengan Isya’.
          Adapun setiap hari shalat di bis atau setiap hari men-jamak shalat, (padahal masih bisa diusahakan tidak demikian) kami khawatir itu termasuk melalaikan shalat.

  • gmn cara berlangganan artikel ini,,

  • Abu Abdirrahman

    Kalau kasusnya dalam sholat shubuh di bis. Saat masuk sholat shubuh tidak ada tanda2 kalau bis akan berhenti, jadi saya melaksanakan sholat di bis sambil berdiri. Ternyata bis berhenti di tmpt peristirahatan, saat itu waktu sholat shubuh blm habis, apa saya wajib mengulang sholat?

    • @Abu Abdirrahman, tidak perlu mengulang, wallahu a’lam.

  • Putri

    kalau misalnya sedang melakukan pengarungan diatas perahu dari waktu dhuhur sampai ashar lalu pakaian masih dalam keadaan basah , hukum solatnya bagaimana ya ?

    • @Putri, boleh shalat di atas perahu, basah tidak membatalkan shalat.

  • atfi supaat

    Setiap pulang kantor, ditengah perjalanan waktu magrib tiba. jarak kantor ke rumah 40km. kami swadaya menggunakan Bis jemputan waktu tempuh 1 jam. kondisi macet waktu maghrib habis dijalan. apakah boleh sholat maghrib di bis ? lebih utama mana antara sholat di bis atau menjamak dengan isya sesampainya di rumah? terima kasih.

    • @atfi supaat, dalam keadaan demikian boleh shalat di atas kendaraan.

  • winifa D.S

    aku mau tanya tentang pelajaranku ini kak, seumpama aku di india berangkat dari surabaya siang dan belum sholat zuhur, terus aku sampai di india magrib gimana dengan sholat zuhur dan asarnya? makasih

    • @winifia D.S., dalam keadaan demikian maka boleh shalat di pesawat. Dan muntah bukanlah najis, cukup bersihkan semampunya supaya pakaian kita sempurna ketika shalat, namun andaikan tidak bisa dibersihkan maka itu tidak mengapa dan shalat tetap sah.

  • winifa D.S

    maksudnya aku itu muntah di baju dan di pesawat gak ada tempat ganti bajunya. gimana kak?

  • Pingback: Shalat Di Pesawat Sambil Duduk Atau Berdiri? | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah()

  • aliah

    Mau nanya, jika perjalanan dari surabaya hingga makassar menggunakan pesawat menempuh waktu 3 jam. Waktu keberangkatannya sebelum maghrib dan tibanya telah masuk waktu isya. Apakah harus shalat maghrib dalam pesawat atau dijamak bersama isya? Syukran.

    • @aliah, yang benar di-jamak ta’khir ketika turun dari pesawat

  • tamam

    Bismillah
    Boleh minta dalil2/ keterangan ulama yg menyebutkan tidak bolehnya sholat wajib di atas kendaraan.

    • @tamam, sudah disebutkan di atas, silakan dibaca kembali

  • Prawiro Toko Asma Nadia

    BERAPA RAKAAT SHOLAT MAGRIB DI KENDARAAN APAKAH TETAP TIGA?

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      ya, tetap tiga raka’at