Menjaga Rumah dari Gangguan Setan

Rumah adalah tempat berteduh bagi kita, tempat beristirahat dan tempat untuk mendapatkan kehangatan di tengah keluarga kita. Oleh karena itu, kita sangat mendambakan rumah yang nyaman, aman, damai dan tenang. Beberapa orang mungkin menmpuh cara-cara yang haram (kesyirikan) untuk mendapatkan hal tersebut, misalnya memasang tamimah (jimat), pergi ke dukun, dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memberikan resep yang mudah agar rumah kita senantiasa aman dari gangguan syaithan, yaitu dalam hadits berikut:

Dari Jabir bin ‘Abdillah bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Bila hari telah senja tahanlah anak-anakmu untuk tidak keluar rumah karena pada waktu itu banyak setan berkeliaran. Bila waktu telah berlalu, biarkanlah mereka, tutuplah pintu-pintu rumah, sebutlah nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu-pintu yang tertutup. Tutuplah tempat minum dan sebutlah nama Allah, tutuplah bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah, walau dengan meletakkan sesuatu di atasnya, dan matikan lampu-lampu.” (Mutafaqqun’alaihi)

Banyak sekali faedah yang kita dapat dari hadits ini, selain kita melindungi rumah dan anak-anak kita dari gangguan setan, juga terkandung faedah dalam menjaga makanan dari kotoran dan najis yang berasal dari hewan-hewan yang kotor (seperti tikus dan kecoak) di malam hari, sehingga tidak menimbulkan penyakit. Dan dipadamkannya lampu di malam hari adalah untuk mencegah terjadinya kebakaran serta kalau jaman sekarang agar tidak boros dalam penggunaan listrik.

Semoga kita bisa istiqomah dalam mengamalkan hadits ini sehingga rumah dan keluarga kita dijauhkan dari gangguan syaithan.

*) Disadur ulang dari Tarbiyatul Abna (edisi terjemahan), Musthofa Al-Adawi

***

Artikel muslimah.or.id

About Author

10 Comments

  1. sungguh ini merupakan sunnah yg sudah ditinggalkan,
    metode Rasulullah untuk melindungi Rumah dan keluarga,
    namun sayang byk ummatnya yg tdk mengetahuinya termasuk saya sendiri,
    syukran udah diingatkan lagi,
    jazakumullahu khairan

  2. Jazakumullah utk artikelny

  3. Mungkin lebih tepat, “diterjemahkan dari Fiqh Tarbiyatul Abna'”, bukan ‘diketik ulang’.

    Kalau di ketik ulang, kan tulisannya Arab? ^ ^

    >> Sekadar tambahan saran untuk amanah ilmiah saja….

    ‘ala kulli haal, artikel-artikel dalam website ini semakin variatif dan semakin menarik. Jazakunnallah khair wa zadakunnallah khirson.

    Saya sebar di facebook ya, untuk teman-teman….

  4. Alhamdullulah,
    syukron jaziln atas artikelnya,

  5. Assalamu alaikum wr wb .
    Lg dalam tahapan untuk bs menuju ke sana ”Rumah tangga yg bahagia”.terima kasih tulisanya .

  6. mohon izin copas,..
    ana share di FB,..
    syukron

  7. sebenarnya tuntunan hidup yang rasul ajar kan sangatlah mudah untuk kita laksanakan tapi kenapa masih banyak orang yang memilih cara2 yang tidak benar..

  8. novy novy novy

    Syukron

Leave a Reply