Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 2)

Nurur Rohmah Azzahra oleh Nurur Rohmah Azzahra
30 Juli 2026
di Keluarga dan Wanita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hubungan bersyukur kepada manusia dan Allah
  • ​Enam sifat wanita yang dibenci
  • ​Empat kiat agar menjadi istri yang pandai bersyukur
    • ​Sadari bahwa kewajiban nafkah suami sesuai kemampuannya
    • Selalu melihat ke bawah untuk urusan dunia
    • ​Hindari pergaulan yang suka pamer kemewahan
    • ​Sering membaca kisah hidup Nabi dan istri-istrinya
  • ​Kesimpulan

Hubungan bersyukur kepada manusia dan Allah

​Kewajiban bersyukur kepada suami bersifat berkelanjutan (kontinu), karena setiap hari seorang istri membutuhkan suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

​“Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Disahihkan oleh Syekh Al-Albani)

​Bentuk konkret rasa syukur tersebut adalah membalas kebaikan suami dengan kalimat-kalimat yang tayib, minimal mendoakannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ بِهِ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Donasi Muslimah.or.id

​“Barang siapa yang berbuat baik kepadamu, maka balaslah dengan yang setimpal. Jika kalian tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dia sampai kalian merasa telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Dawud no. 1672 dan An-Nasa’i no. 2567. Disahihkan oleh Syekh Al-Albani)

​Enam sifat wanita yang dibenci

​Masyarakat Arab memiliki pepatah agar kaum laki-laki berhati-hati dan tidak menikahi enam karakter wanita berikut karena dapat merusak keharmonisan rumah tangga,

​لَا تَنْكِحُوا مِنَ النِّسَاءِ سِتَّةً: لَا أَنَّانَةً، وَلَا مَنَّانَةً، وَلَا حَنَّانَةً، وَلَا حَدَّاقَةً، وَلَا بَرَّاقَةً، وَلَا شَدَّاقَةً

“Janganlah kalian menikahi enam jenis wanita; jangan yang annanah, mannanah, hannanah, haddaqah, barraqah, dan syaddaqah.”

Annanah: Wanita yang selalu mengeluh dan merasa sakit, sehingga bawaannya malas dan mengurangi semangat rumah tangga.

​Mannanah: Wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya atau kekayaan keluarganya di hadapan suami (misalnya, “Dulu kamu miskin, kalau bukan karena saya…”).

Hannanah: Wanita yang hatinya selalu rindu pada keluarga masa lalunya atau mantan suaminya, sehingga tidak fokus melayani suami yang sekarang dan sering menuntut pulang kampung tanpa melihat kondisi keuangan.

​Haddaqah: Wanita yang matanya selalu lapar melihat kemewahan orang lain. Selalu menuntut suami membelikan barang baru demi mengikuti gaya hidup tetangga atau teman.

Barraqah: Wanita yang sepanjang hari sibuk berhias diri secara berlebihan, namun tujuannya bukan untuk suami melainkan hanya pamer saat keluar rumah atau bertemu teman-temannya.

Syaddaqah: Wanita yang banyak bicara, cerewet, suka meninggikan suara, dan pandai bersilat lidah sehingga tidak mau mendengarkan kata-kata suaminya.

​Empat kiat agar menjadi istri yang pandai bersyukur

​Agar terhindar dari sifat-sifat buruk di atas, berikut beberapa kiat praktis yang bisa diamalkan:

​Sadari bahwa kewajiban nafkah suami sesuai kemampuannya

​Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

​لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ

​“Hendaklah orang yang mempunyai kelapangan memberi nafkah menurut kelapangannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (QS. At-Talaq: 7)

​Jangan membebani suami di luar kemampuannya hingga memaksanya berutang demi gaya hidup yang tidak mendesak.

Selalu melihat ke bawah untuk urusan dunia

​Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

​انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

​“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang berada di atasmu (dalam urusan dunia). Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu.” (HR. Muslim no. 2963)

​Hindari pergaulan yang suka pamer kemewahan

​Jangan terlalu sering berkumpul dengan lingkaran pertemanan yang orientasinya hanya pamer harta, tas mewah, atau kendaraan baru, karena hal itu bisa mengikis rasa syukur dan memicu penderitaan batin.

​Sering membaca kisah hidup Nabi dan istri-istrinya

​Ingatlah penuturan Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengenai kesederhanaan rumah tangga Nabi,

​إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ، ثُمَّ الْهِلَالِ، ثُمَّ الْهِلَالِ، ثَلَاثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ، وَمَا أُوقِدَتْ نَارٌ فِي بُيُوتِ رَسُولِ اللَّهِ

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ… الْأَسْوَدَانِ: التَّمْرُ وَالْمَاءُ

​“Sesungguhnya kami melihat hilal, kemudian hilal, kemudian hilal (tiga hilal dalam dua bulan atau 60 hari), dan tidak pernah ada api yang dinyalakan di rumah-rumah Rasulullah (tidak memasak masakan) … Makanan kami hanyalah al-aswadan: kurma dan air putih.” (HR. Bukhari no. 2567 dan Muslim no. 2972)

​Saat menghadapi kesulitan ekonomi, ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

​اللَّهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ

​“Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat.” (HR. Bukhari no. 2834 dan Muslim no. 1805)

​Kesimpulan

​Ingatlah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an,

​لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

​“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

​Istri yang pandai mengucapkan “Syukran zauji”, “Jazakallah khairan habibi”, dan tulus mendoakan suaminya akan senantiasa mendapatkan kucuran rahmat dan perhatian khusus dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, kufur nikmat akan membuat kebahagiaan dicabut secara perlahan tanpa disadari.

​Semoga Allah mengaruniakan kepada para wanita sifat qana’ah, menjadikan mereka istri-istri yang salehah yang pandai bersyukur, serta mengumpulkan para istri bersama suaminya di surga-Nya kelak. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

​***

Penulis: Nurur Rohmah Azzahra

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari faedah kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafidzahullah.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Nurur Rohmah Azzahra

Nurur Rohmah Azzahra

- Mahasiswa MEDIU (Al-Madinah Internasional University) jurusan Al-Qur’an dan Tafsir - Alumni Ma'had Al-'Ilmi - Mahasiswa I'dad Lughowy Ma'had Habrul Ummah - Pewaris sanad 5 qira'at bersambung kepada Rasulullah

Artikel Terkait

Meminta Suami di Surga

oleh Redaksi Muslimah.Or.Id
4 Desember 2012
2

Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid   Pertanyaan: Ada sekumpulan wanita saling ngobrol satu dengan yang lainnya. Satu diantara mereka berkata,...

Menghargai Perasaan Pasangan

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
23 Agustus 2016
0

Seorang istri hendaknya selalu mengagungkan pernikahan dan menjaga hak suami agar perasaannya tentram

Bahagia dengan Pernikahan Dini

oleh Khusnul Rofiana
6 Juli 2018
0

Globalisasi peradaban dan terbukanya informasi yang semakin vulgar sering kali menjerat kaum muda untuk melegalkan perzinahan atas nama pacaran yang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.