fbpx
Donasi Web Donasi Web

Bakti Sepanjang Masa

Bakti Sepanjang Masa

Ada seorang kakek dirawat di rumah sakit karena terkena stroke dan lumpuh. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara. Keluarganya tidak ada yang menengoknya. Setahun kemudian, ia mulai bisa berjalan dan bisa berbicara. Pihak rumah sakit segera menelepon anak-anaknya dan memintanya untuk menjemput ayahnya serta membawanya pulang karena keadaan ayahnya sudah membaik. Si anak mengatakan ia akan segera menjemput ayahnya. Sekian lama ditunggu oleh pihak rumah sakit ternyata belum juga dijemput, meskipun sudah berkali-kali ditelepon.

Akhirnya pihak rumah sakit mengutus seseorang untuk membawa kakek tersebut ke rumah anaknya yang alamatnya sudah diketahui sebelumnya. Sesampainya di depan rumah anaknya, utusan rumah sakit mengetuk pintu rumah. Tidak lama anak kakek tersebut keluar dan melihat anaknya datang. Namun, apa yang dilakukannya?

Ia menegur utusan rumah sakit “Mengapa Anda datang membawa ayahku sekarang? Bukankah sudah kukatakan akan datang ke rumah sakit untuk menjemput ayahku?” Ia segera masuk dan keluar membawa senapan untuk berburu, sambil mengarahkan moncong senapan ke kepala utusan rumah sakit dan berkata, “Bawalah lagi ayahku ke rumah sakit, atau kalau tidak peluru ini akan menembus kepalamu!” Akhirnya si kakek terjatuh dan menjadi lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi. Setiap ia melihat orang lain, ia menangis dan menangis.” (Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gazim Anuz, hlm. 181-183)

Kisah dramatis seorang anak yang durhaka pada orang tua yang sangat tragis. Teganya dia mengusir ayahnya yang sakit dan memperlakukannya sedemikian kejam. Semoga kita terhindar dari sikap semacam ini dan bisa membersamai orang tua, lebih-lebih di masa senjanya dengan kebahagiaan dan akhlak mulia. Bakti seorang anak di antaranya dengan membuat orang tua ridha, menaatinya selama dalam perkara yang tidak menyalahi syariat dan dengan menggembirakan hatinya, seperti memberi sesuatu yang diinginkannya. Dan yang terpenting adalah mendakwahi keduanya dalam ketaatan pada Allah ‘Azza wa Jalla.

Dua Kisah Teladan

Bakti anak shalih sebagaimana kisah indah Nabi Ibrahim dalam menyeru pada ketauhidan merupakan perjuangan menakjubkan yang seharusnya menginspirasi kaum muslimin untuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Kisah yang diabadikan di dalam Al-Qur`an dalam surat Maryam ayat 46-47, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

Apakah engkau benci kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim. Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan ku rajam dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”
Ibrahim berkata: “Semoga keselamatan bersamamu. Aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku untukmu.” (QS. Maryam: 46 – 47)

Demikian pula kisah menawan sahabat terkasih Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sungguh azamnya sangat kuat agar ibundanya mendapat hidayah Islam. Dalam Shahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah ia bercerita:

كُنْتُ أَدْعُو أُمِّي إِلَى الْإِسْلَامِ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ، فَدَعَوْتُهَا يَوْمًا فَأَسْمَعَتْنِي فِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَكْرَهُ، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي كُنْتُ أَدْعُو أُمِّي إِلَى الْإِسْلَامِ فَتَأْبَى عَلَيَّ، فَدَعَوْتُهَا الْيَوْمَ فَأَسْمَعَتْنِي فِيكَ مَا أَكْرَهُ، فَادْعُ اللهَ أَنْ يَهْدِيَ أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللهُمَّ اهْدِ أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ»

““Dulu aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam ketika dia masih musyrik. Suatu hari aku mendakwahinya, namun dia malah memperdengarkan kepadaku cacian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tentu merupakan kalimat-kalimat yang tidak kusukai untuk kudengar. Akhirnya aku pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menangis. Ketika telah berada di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam aku berkata, “Ya Rasulullah, sungguh aku berusaha untuk mendakwahi ibuku agar masuk Islam, namun dia masih saja menolak ajakanku. Hari ini kembali beliau aku dakwahi, namun dia malah mencaci dirimu. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah.”

فَخَرَجْتُ مُسْتَبْشِرًا بِدَعْوَةِ نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا جِئْتُ فَصِرْتُ إِلَى الْبَابِ، فَإِذَا هُوَ مُجَافٌ، فَسَمِعَتْ أُمِّي خَشْفَ قَدَمَيَّ، فَقَالَتْ: مَكَانَكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَسَمِعْتُ خَضْخَضَةَ الْمَاءِ، قَالَ: فَاغْتَسَلَتْ وَلَبِسَتْ دِرْعَهَا وَعَجِلَتْ عَنْ خِمَارِهَا، فَفَتَحَتِ الْبَابَ، ثُمَّ قَالَتْ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،

Kutinggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan gembira karena Nabi mau mendoakan ibuku. Setelah aku sampai di depan pintu rumahku ternyata pintu dalam kondisi terkunci. Ketika ibuku mendengar langkah kakiku, beliau mengatakan, “Tetaplah di tempatmu, hai Abu Hurairah”. Aku mendengar suara guyuran air. Ternyata ibuku mandi. Setelah selesai mandi beliau memakai jubahnya dan segera mengambil kerudungnya lantas membukakan pintu. Setelah pintu terbuka beliau mengatakan, “Hai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya.”

قَالَ فَرَجَعْتُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْتُهُ وَأَنَا أَبْكِي مِنَ الْفَرَحِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَبْشِرْ قَدِ اسْتَجَابَ اللهُ دَعْوَتَكَ وَهَدَى أُمَّ أَبِي هُرَيْرَةَ، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ خَيْرًا، قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ ادْعُ اللهَ أَنْ يُحَبِّبَنِي أَنَا وَأُمِّي إِلَى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ، وَيُحَبِّبَهُمْ إِلَيْنَا، قَالَ: فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللهُمَّ حَبِّبْ عُبَيْدَكَ هَذَا – يَعْنِي أَبَا هُرَيْرَةَ – وَأُمَّهُ إِلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، وَحَبِّبْ إِلَيْهِمِ الْمُؤْمِنِينَ» فَمَا خُلِقَ مُؤْمِنٌ يَسْمَعُ بِي وَلَا يَرَانِي إِلَّا أَحَبَّنِي

Mendengar hal tersebut aku bergegas kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku menemui beliau dalam keadaan menangis karena begitu gembira. Kukatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, bergembiralah! Sungguh Allah telah mengabulkan doamu dan telah memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah.” Mendengar hal tersebut beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya lalu berkata, “Bagus.” Lantas kukatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, doakanlah aku dan ibuku agar menjadi orang yang dicintai oleh semua orang yang beriman dan menjadikan kami orang yang mencintai semua orang yang beriman!” Beliau pun mengabulkan permintaanku. Beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini, yaitu Abu Hurairah dan ibunya orang yang dicintai oleh semua hamba-Mu yang beriman dan jadikanlah mereka berdua orang-orang yang mencintai semua orang yang beriman.” Karena itu tidak ada seorang pun mukmin yang mendengar tentang diriku ataupun melihat diriku, kecuali akan mencintaiku.” (HR. Muslim no. 2491)

Bakti seorang anak itu sepanjang hayat, seperti mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah, menyambung silaturahim dengan kerabat orang tua, berbuat baik pada sahabat orang tua, dan meneruskan amal shalihnya.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memudahkan hati dan langkah kita untuk memuliakan orang tua sebagaimana yang disyariatkan Islam.

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

Referensi:
1. Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gazim Anuz, Daun publising, Jakarta, 2010.

2. Majalah as-Sunnah edisi 11/VIII/1425H.

Artikel Muslimah.or.id

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Manhaj Adalah, Hukum Memakai Make Up, Bersuci Dari Haid, Rumaysho Ramadhan, Model Cadar, Do A Berhubungan Suami Istri, Syarat Shalat Jamak, Artikel Kata Mutiara Wanita Berjilbab, Ampunan Allah Lebih Besar Dari Murkanya, Doa Sambut Ramadhan

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

Isruwanti Ummu Nashifa

Penulis, penulis buku "Tahukah Anda Seks Obat Awet Muda" (DIVA Press)

View all posts by Isruwanti Ummu Nashifa »

Leave a Reply