Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu

“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat) Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika …

2460 85

Sifat Malu Seorang Muslimah Mahkota Wanita Adalah Rasa Malu Mahkota Wanita Menurut Islam Hadits Tentang Rasa Malu Wanita Artikel Akhlak Muslimah

Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.

Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…

Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…

Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)

Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,

إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه

“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)

Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Wahai, muslimah…

Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.

Wahai saudariku muslimah…

Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…

Jogja, Jumadil Ula 1431 H
Penulis: Ummu Hasan ‘Abdillah
Muroja’ah: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal

Referensi:
Yaa Binti; Ali Ath-Thanthawi
Al Hijab; I’dad Darul Qasim

***

Artikel muslimah.or.id

Hadis Tentang Malu Wanita Hadits Tentang Mahkota Wanita Hadits Tentang Rasa Malu Wanita Harus Mempunyai Rasa Malu Malu Adalah Mahkota Wanita

In this article

Join the Conversation

85 comments

  1.    Reply

    Assalammu’alaikum..
    Subhanallah artikelnya menyentuh sekali..
    Ana izin copas ya..
    Syukron..

  2.    Reply

    ijin di share dan di unduh ya.makasih

  3.    Reply

    ijin copas ya…

  4.    Reply

    assalamualaykum..
    izin share ;)

  5.    Reply

    artikel yang sangat bagus andaikan setiap muslimah dapat membacanya,
    dimana yach nyari istri yang ngerti agama….?
    Barokallaahu fiikum.

  6.    Reply

    subhanallah
    trma ksh atas tulisannya

    sya jd bz brkaca n mmprbaiki diri

  7.    Reply

    Assalamualaiku wrwb ummi, mohon ijin copy mau sy bagikan jg:)Jazakumullah.

  8.    Reply

    assalamu’alaykum
    artikelnya bagus ..
    ijin copy ya…
    syukron..

  9.    Reply

    Assalamualaikum.
    Mohon izin copy dan share.

    Syukron…

  10.    Reply

    alhamdullilah…ana dpt lg nich ilmunya, mdh2an ana bs menjlnkan apa yg ada dlm artikel ini… sukron…

  11.    Reply

    Ass,bgus skli artikelnya ..
    Izin share ya,sukron .. :)

  12.    Reply

    izin share jazakalloh khoir

  13.    Reply

    SubhanAllah …semoga bisa utk bahan perenungan diri , musabah diri,perbaiki diri yg masih masih kekurangan rasanya masih jauh diri ini utk mengapai title Muslimah yg baik…

    syukran katsir artikel yg Ruarrr Biasa Ini semoga bermanfaat utk yg membacanya dan menjadi amal Jariyah yg produktif…

    Jazzakumullah khairan katsir….

  14.    Reply

    assalamu’alaykum.
    izin share ya…
    terima kasih….

  15.    Reply

    assalamu’alaykum..
    min fadhlik izin copas dan share. Barakallahu fikum

  16.    Reply

    assalamu’alaikum..
    afwan yaa, ana juga mw mempostingnya di blog ana, and kunjungi blog ana juga yaa..
    syukran…

  17.    Reply

    ijin copas ya Umm…jazakillah khoir

  18.    Reply

    Terimakasihartikelnya.
    memangsaat ini masih banyak kaum wanita yang berpakaian akan tetapi bagaikan tidak berbusana, semogabanyakyang bertaubat.

  19.    Reply

    Asslm. izin share ya … !!!!

  20.    Reply

    ijin share

  21.    Reply

    ivan irawan 08-10-2010
    Assalam alaikum,,,
    wanita adalah mahluk yang paling di muliakan oleh sang pencipta,
    kata kata di atas sudah lumrah kedengaran,bahkan tidak asing bagi siapa saja,
    jika wanita bisa menyadari bahwa surga sangatlah dekat pada dirinya,sungguh dia adalah kekesih setia sang pencipta,
    Namun sekarang wanita hanya berpikir tengtang surga sesaat,
    mungkin karna jaman sekarang sangatlah berbeda pada masa lalu.
    semoga Artikel diatas bisa menjadi renungan bagi saudara” wanita kita yang masih terlena dengan kesengan dunia,
    Aminn,,,,,,,,,,,,,,,,

  22.    Reply

    assalamu’alaykum..
    iana ijin copy ya untuk di share,
    syukron

  23.    Reply

    assalamualaikum
    izin share :)

  24.    Reply

    assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuhu

    ijin copy .

    terima kasih

  25.    Reply

    Asalamu’alaikum. I like this…

  26.    Reply

    Assalamu’alaikum…..

    Subhanalloh…..ummu mhon izin share…jazakumulloh.

  27.    Reply

    Assalamualikum , doakan saya mnjadi muslimah yang muslimah cantik bermahkota malu.

  28.    Reply

    Assalamu Alaikum…
    artikelnya bagus saya suka seperti yang sebelum2nya
    minta ijin di copy..

  29.    Reply

    Asw. ijin share. jzk,.,

  30.    Reply

    Assalammualaikum.

    Ummu Hasan,Ana Izin Copy ini Artikel

    Jazakillahu khairan

  31.    Reply

    Rasa malu bukan hanya Mahkota Muslimah, tapi juga milik para Muslim. Bila para muslim dan muslimah MEMAKAI RASA MALU PADA TEMPATNYA, Insya Allah dunia ini akan lebih indah…adem & sejuk. tidak ada perbuatan2 yg mengotori bumi ini. Malu pada diri sendiri, malu pada orang lain dan yg lebih penting malu pada Allah Subhanahu wa ta’ala. Tks artikelnya

  32.    Reply

    mohon ijin share ya…

  33.    Reply

    izin share n copas ya umm.

    1.    Reply

      @hesti
      silahkan, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat

  34.    Reply

    ana senang membaca artikel ini. tp…bagaimana jika di skolah,rasa malu seperti apa yg harus ana tanamkan??

  35.    Reply

    jazakillah artikelnya, mdh2n kita termasuk wanita cantik yang slalu mnjaga dirinya karena Alloh, izin copy ya…

  36.    Reply

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…Artikelx bagus benget..
    aq mohon izin buat copas (copypaste)..
    wassalam

  37.    Reply

    terimakasih Ummi atas penjelasannya…

  38.    Reply

    assalamualaikum…izin copi & share ya….

  39.    Reply

    Assalamualaykum….

    izin copy & share….. :)

  40.    Reply

    Ummi..
    ada perbedaan ngga antara malu dengan rendah diri?
    jaman sekarang kalau kita malu dibilang ngga pede..jadi bingung…
    syukron
    artie

    1.    Reply

      @ Artie
      Tentunya malu yang dipuji dalam islam adalah sifat malu yang menghalangi seorang hamba untuk berbuat maksiat kepada Allah. Sebagai contoh adalah seorang muslimah yang malu bila auratnya terlihat orang lain maka dengan sifat malu ini dia menutup auratnya, juga muslimah yang malu bergaul bebas dengan laki-laki maka dengan sifat ini dia menjaga dirinya untuk tidak bermudah-mudah dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

      Sedangkan rendah diri pun terpuji jika menghantarkan seseorang memiliki sifat tawadhu’ dan jauh dari mebanggakan diri.

      Orang yang hidup didunia ini tidak akan terlepas dari kritikan orang lain, baik dia memiliki sifat terpuji ataupun sifat jelek maka pasti ada orang yang membicarakannya (dibilang ini san itu). Semoga Allah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus.

  41.    Reply

    ikutan share ya ^_^ sukron

  42.    Reply

    artikel yang semakin menambah keimanan dan meneguhkan hati untuk terus berusaha menjadi wanita yang berada di atas agama Allah

    syukron ya saudariku atas tulisannya :)

  43.    Reply

    Jazakillahu khaira

  44.    Reply

    Assalamu’alaykum..
    Artikelnya bagus,
    afwan… izin share ya…

  45.    Reply

    assalamualaykum..
    izin copy & share ;)

  46.    Reply

    Bismillahirrahmanirrahiiem.. Afwan sebelumnya ana mau mnta izin copy artikelnya.. Jazakumullah
    oia boleh yah ana postingkan di blog ana? Barokallahufikum

  47.    Reply

    Bismillah..Afwan Ana minta izin Copy artikelnya yah… selain buat bekal didi ana , ana juga ingin mempostingkannya di blog ana silahkan kunjungi blog ana yah…owh oaia sebelumnya Jazakumullah.. ini blognya :
    http://mahadabumutashim.blogspot.com/

  48.    Reply

    assalamualaikum….izin copi lagi ya…..!