Donasi Web Donasi Web

Problematika Di Antara Anak-Anak

Problematika Di Antara Anak-Anak

Nak, kamu tidak boleh main sama Fulan, ya. Dia itu anak ‘nakal’!.”
Begitu nasihat singkat seorang ibu tatkala anak lelakinya menginjak usia 10 tahun mulai terpengaruh temannya yang suka mem-bully.
Seorang ustadz pernah mendapat keluhan dari salah seorang wali santrinya, “Ustadz, kenapa, ya, anak saya sering mendapat ‘kosakata baru’ yang berbau negatif bahkan menjurus ke pornografi? ”
Seorang ibu gemes lantaran anak lelakinya yang penurut sering menjadi sasaran kenakalan teman-teman sekelasnya. Hingga ia mengultimatum buah hatinya untuk membela diri ketika perlakuan teman-temannya tersebut sudah melampaui batas.
Demikian sekilas dunia anak-anak yang penuh dinamika. Adakalanya, muncul konflik-konflik yang membuat orang tua atau guru tertantang untuk mencari solusinya segera. Bahkan ada seorang wali santri yang perlu menarik anaknya karena ‘keaktifan’nya telah meresahkan banyak orang sehingga sang ibu memutuskan agar anaknya belajar di rumah dulu daripada menzhalimi teman-temannya.

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua dan pendidik berkaitan dengan berbagai persoalan yang mewarnai kehidupan anak-anak?

1. Jalin hubungan harmonis antara orang tua dan pendidik.
Sejatinya, yang utama mendidik anak adalah orang tuanya sendiri karena ialah yang kelak bertanggung jawab di sisi Allah tentang anak-anaknya. Ketika anak bermasalah di sekolah, para guru selayaknya mengomunikasikan dengan orang tua anak secara bijak. Hindari prasangka buruk seperti ungkapan, “Di rumah dididik tidak?” “Kok, anak itu bandel dan usil?.” Sebaliknya orang tua tidak serta merta menyalahkan sekolah dengan komentar, “Di sekolah diajar apa sih, kok anak ini nakal.” Komunikasi dua arah yang bagus akan membuat orang tua dan sekolah legowo sehingga bisa dicari solusinya.

2. Pahami karakter anak-anak.
Anak adalah peniru yang ulung. Bisa jadi, sikap atau perilaku negatifnya karena meniru perilaku temannya. Baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal, seorang anak yang lemah secara kepribadian mudah mendapat tekanan teman sebaya. Orangtua maupun pendidik hendaknya memahami bahwa setiap anak punya keunikan dan keistimewaan. Perlakuan yang berbeda dengan memahami karakter ataupun kepribadian anak akan membantu meredakan konflik di antara mereka.

3. Tanamkan nilai agama dan moral di rumah.
Rumah atau keluarga adalah tempat penanaman nilai agama dan moral yang pertama. Ketika di keluarga penanamannya kuat dan mengakar, insya Allah anak tidak akan mudah terpengaruh nilai-nilai negatif yang diterimanya. Orangtua perlu mengajarkan pertahanan diri pada anak agar ia konsisten pada kebenaran. Ajarkan pula percaya diri pada anak agar ia bersikap realistis dan mencoba menyelesaikan konflik dalam pengawasan orangtua atau pendidik.

4. Carikan teman yang shalih.
Lingkungan yang kondusif dan teman yang shalih akan membantu anak untuk mencontohnya dan mewarnai karakter anak tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami hadits no. 3545).

5. Jadilah orang tua sholeh yang mendoakan anak-anaknya.
Problematika yang dihadapi anak perlu disikapi dengan arif, hindari saling mencari kambing hitam. Dan anak adalah ujian ketika ia sering membuat masalah, maka saatnya koreksi diri dan terus berbenah dengan menjadi hamba yang bertaqwa. Optimis dan selalu minta pertolongan Allah, insya Allah hati menjadi lapang dan terus mencari jalan keluar yang terbaik. Allah akan menilai proses bukan hasilnya. Selebihnya bertawakal pada Allah.
Wallahu a’lam.

Penulis : Isruwanti Ummu Nashifah

Referensi
30 Cara Tepat Jadikan Anak Anda Hebat, Salim bin Madhi, Muslim Media, Solo, 2010
Pintar Mengatasi Masalah Tumbuh Kembang Anak, Imam Musbikin, Flash Books, Yogyakarta, 2012
Mencetak Generasi Rabani, Ummu Ihsan dan Abu Ihsan Al-Atsari, Pustaka Imam Syafii, Jakarta, 2015

Artikel Muslimah.or.id

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Banner MPD

About Author

Isruwanti Ummu Nashifa

Penulis, penulis buku "Tahukah Anda Seks Obat Awet Muda" (DIVA Press)

View all posts by Isruwanti Ummu Nashifa »

3 Comments

Leave a Reply