Maaf Suamiku… Aku Tidak Akan Menaatimu!!

Penulis: Ummu Aiman Muroja’ah oleh: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc. Bahagia rasanya saat akad nikah terucap, saat semarak walimatul ‘urs menggema, saat tali pernikahan terikat. Saat itu telah …

762 69

Penulis: Ummu Aiman
Muroja’ah oleh: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc.

Bahagia rasanya saat akad nikah terucap, saat semarak walimatul ‘urs menggema, saat tali pernikahan terikat. Saat itu telah halal cinta dua orang insan, saling mengisi dan saling melengkapi setiap harinya. Saat itu pula masing-masing pasangan akan memiliki tugas dan kewajiban baru dalam kehidupan mereka. Sang suami memiliki hak yang harus ditunaikan istrinya, dan sang istripun mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh suaminya. Alangkah bahagianya jika masing-masing secara seimbang senantiasa berupaya menunaikan kewajibannya.


Duhai saudariku muslimah, kini aku bertanya padamu… bukankah indah rasanya jika seorang istri mematuhi suaminya, kemudian ia senantiasa menjadi penyejuk mata bagi suaminya, menjaga lisan dari menyebarkan rahasia suaminya, lalu menjaga harta dan anak-anak suami ketika ia pergi? Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah (agar istrinya melakukan sesuatu), maka ia melakukannya dengan baik, dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (HR. Ibnu Majah)

Sehingga… kehidupan rumah tangga pun akan berjalan penuh dengan kemesraan dan kebahagiaan. Yang satu menjadi tempat berbagi bagi yang lain, saling menasehati dalam ketakwaan, dan saling menetapi dalam kesabaran.

Saudariku muslimah… tulisan tentang kewajiban istri dalam mematuhi perintah suami telah banyak dibahas. Maka kini penulis akan mencoba mengetengahkan hal-hal apa saja yang tidak boleh dipatuhi oleh seorang istri di saat suaminya memerintah.

Ini Saatnya Mematuhi Perintah Suami

Diantara ciri seorang istri sholihah adalah mematuhi perintah suaminya. Yang dimaksud mematuhi perintah adalah mematuhi dalam hal yang mubah dan disyari’atkan. Jika dalam perkara yang disyari’atkan, tentu hal ini tidak perlu dipertanyakan lagi hukumnya, karena perkara yang demikian adalah hal-hal yang Allah perintahkan kepada para hamba-Nya, seperti kewajiban sholat, berpuasa di bulan Ramadhan, memakai jilbab, dan lain-lain. Maka untuk hal ini, seorang hamba tidak boleh meninggalkannya karena meninggalkan perintah Allah Ta’ala adalah sebuah dosa. Sedangkan dalam perkara yang mubah, jika suami memerintahkan kita untuk melakukannya maka kita harus melaksanakannya sebagai bentuk ketaatan kepada suami. Contohnya suami menyuruh sang istri rajin membersihkan rumah, berusaha mengatur keuangan keluarga dengan baik, selalu bangun tidur awal waktu, membantu pekerjaan suami, dan hal-hal lain yang diperbolehkan dalam syari’at Islam.

Ada Saatnya Menolak Perintah Suami

Jika dalam hal yang disyari’atkan dan yang mubah kita wajib mematuhi suami, maka lain halnya jika suami menyuruh kepada istri untuk melakukan kemaksiatan dan menerjang aturan-aturan Allah. Untuk yang satu ini kita tidak boleh mematuhinya meskipun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kalau sekiranya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kita tidak boleh tunduk pada suami yang memerintah kepada kemaksiatan meskipun hati kita begitu cinta dan sayangnya kepada suami. Jika kewajiban patuh pada suami sangatlah besar, maka apalagi kewajiban mematuhi Allah, tentu lebih besar lagi. Allahlah yang menciptakan kita dan suami kita, kemudian mengikat tali cinta diantara sang istri dan suaminya. Namun perlu diketahui, bukan berarti kita harus marah-marah dan bersikap keras kepada suami jika ia memerintahkan suatu kemaksiatan kepada kita, tetapi cobalah untuk menasehatinya dan berbicara dengan lemah lembut, siapa tahu suami tidak sadar akan kesalahannya atau sedang perlu dinasehati, karena perkataan yang baik adalah sedekah.

Saudariku, berikut ini beberapa contoh perintah suami yang tidak boleh kita taati karena bertentangan dengan perintah Allah:

1. Menyuruh Kepada Kesyirikan

Tidak layak bagi kita untuk menaati suami yang memerintah untuk melakukan kesyirikan seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan jimat pada anaknya, ngalap berkah di kuburan, bermain zodiak, dan lain-lain. Ketahuilah saudariku, syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik merupakan kezholiman yang paling besar (lihat QS Luqman: 13). Bagaimana bisa seorang hamba menyekutukan Allah sedang Allah-lah yang telah menciptakan dan memberi berbagai nikmat kepadanya? Sungguh merupakan sebuah penghianatan yang sangat besar!

2. Menyuruh Melakukan Kebid’ahan

Nujuh bulan (mitoni – bahasa jawa) adalah acara yang banyak dilakukan oleh masyarakat ketika calon ibu genap tujuh bulan mengandung si bayi. Ini adalah salah satu dari sekian banyak amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walaupun begitu banyak masyarakat yang mengiranya sebagai ibadah sehingga merekapun bersemangat mengerjakannya. Ketahuilah wahai saudariku muslimah, jika seseorang melakukan suatu amalan yang ditujukan untuk ibadah padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyontohkannya, maka amalan ini adalah amalan yang akan mendatangkan dosa jika dikerjakan. Ketika sang suami menyuruh istrinya melakukan amalan semacam ini, maka istri harus menolak dengan halus serta menasehati suaminya.

3. Memerintah untuk Melepas Jilbab

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya, maka hal ini tidak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, hal ini tentu tidak boleh dipatuhi. Bekerja diperbolehkan bagi muslimah (jika dibutuhkan) dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) dan kemaksiatan, tidak khawatir timbulnya fitnah, serta tidak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami dan mendidik anak-anak. Dan tetap berada di rumahnya adalah lebih utama bagi wanita (Lihat QS Al-Ahzab: 33). Allah telah memerintahkan muslimah berjilbab sebagaimana dalam QS Al-Ahzab: 59. Perintah Allah tidaklah pantas untuk dilanggar, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta.

3. Mendatangi Istri Ketika Haidh atau dari Dubur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “…dan persetubuhan salah seorang kalian (dengan istrinya) adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Begitu luasnya rahmat Allah hingga menjadikan hubungan suami istri sebagai sebuah sedekah. Berhubungan suami istri boleh dilakukan dengan cara dan bentuk apapun. Walaupun begitu, Islam pun memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi, yaitu suami tidak boleh mendatangi istrinya dari arah dubur, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“(Boleh) dari arah depan atau arah belakang, asalkan di farji (kemaluan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika suami mengajak istri bersetubuh lewat dubur, hendaknya sang istri menolak dan menasehatinya dengan cara yang hikmah. Termasuk hal yang juga tidak diperbolehkan dalam berhubungan suami istri adalah bersetubuh ketika istri sedang haid. Maka perintah mengajak kepada hal ini pun harus kita langgar. Hal ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang menjima’ istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’ duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Belajarlah Wahai Muslimah!

Demikianlah saudariku pembahasan singkat yang dapat penulis sampaikan. Sebagai penutup, mari kita ringkas pembahasan ini: Bahwa wajib bagi seorang istri untuk mematuhi apa yang diperintahkan suaminya dalam perkara yang mubah apalagi yang disyari’atkan Allah, namun tidak boleh patuh jika suami memerintahkan kemaksiatan dan yang dilarang oleh Rabb Semesta Alam.

Lalu, perkara apa sajakah yang termasuk dalam larangan Allah? untuk itu, setiap hamba wajib mencari tahu tentang syari’at Islam karena dengannya akan tercapai ketakwaan kepada Allah, yaitu melakukan yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang. Wahai para wanita muslim! Pelajarilah agama Allah dengan menghadiri majelis-majelis yang mengajarkan ilmu syar’i atau dengan menelaah buku dan tulisan para ‘ulama. Tidaklah mungkin seseorang akan mengenal agamanya tanpa berusaha mencari tahu. Dan tidak mungkin pula ilmu akan sampai kepadanya jika ia hanya bermalas-malasan di rumah atau kos, atau hanya sibuk berjam-jam berdandan di depan cermin, serta bergosip ria sepanjang waktu. Sungguh yang seperti itu bukanlah ciri seorang muslimah yang sejati. Bersegeralah melakukan kebaikan wahai saudariku, karena Allah pasti akan membalas setiap kebaikan dengan kebaikan, dan membalas keburukan dengan keburukan walaupun hanya sebesar biji sawi. Setiap anak Adam memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang senantiasa berusaha untuk memperbaiki dirinya. Wallahu ta’ala a’lam.

Referensi:

  1. Al-Qur’anul Karim
  2. Panduan Lengkap Nikah (dari A sampai Z), Abu Hafsh Usamah, Pustaka Ibnu Katsir
  3. Rahasia Sukses Menjadi Istri Shalihah, Haulah Darwaisy, Pustaka Darul Ilmi
  4. Sutra Ungu, Abu Umar Basyir, Rumah Dzikir

***

Artikel www.muslimah.or.id

Sebarkan!
6 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

  • Ricky

    Assalamualaykum,
    ijin share y

  • nurul

    assalamualaikum..saya mau tanya,apakah berdosa jika saya menuntut suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sedangkan suami tidak punya penghasilan

  • Ummi Khansa

    Bagaimana bila suami kita tidak lagi menjalankan kewajibannya selaku seorang muslim? seperti shalat misalnya.
    apakah kita tetap menaati semua perkataannya. padahal dalam beberapa hal jelas2 dia berboohong kepada istri dan anak-anaknya?

  • http://www.google.com A. Sofyan

    seburuk apapun suami, isteri harus hormat dan patuh kepadanya.

  • herman

    ass izin share ya

  • aznitakurnia

    assalamu’alaikum wr wb
    saya mau

    tanya suami sya tidk pernah sholat dan puasa kalo sya menyuruh sholt kta nya dia blum siap kta nya ada waktu nya belum saat ny apa yg harus sya lakukan dan apa hukum nya

  • TITING

    bagaimana kalau suami kita meminta kita untuk memutuskan silaturahmi dengan keluarga saya,,karena ada masalah keluarga suami saya dan keluarga dari ibu saya,,apakah saya harus mematuhi suami saya??sedangkan Allah membenci orang yang memutuskan hubungan silaturhami

  • http://[email protected] Ummu ismi

    Assalam laiykum salam knal Indah skali ummu ilmunya… Sayangnya tidak smua tmanku mmbacanya kcuali dibagikan.. Syngnya ana blum bs nyatat sbanyak diatas dlm buku… :)

  • http://www.azislamayuda.com azis lamayuda

    Assalamu’alaikum… senang sekali baca artikel disini. Ijin share di blog saya. Terima kasih sebelumnya. saya cantumkan link sumber dibawah setiap artikel. sekali lagi terima kasih. wassalam.

  • yanti

    Aslkm, Bagaimana sikap si istri pabila suami sudah tdk berlaku sebagaimana mestinya muslim, contoh sholat tdk mau ke mesjid walau dekat, sholat wajib sering di jamak dan tarbiyah pekanan jarang, tapi kalau kegiatan istri tdk dihalangi sama sekali. Hal ini sangat membinggungkan istri. terkadang terjadi diskusi dan ujung2nya tdk mengenakkan satu sama lain, jd sikap sang Istri bagaimana baiknya? Tlg solusinya dari teman2

    • http://muslimah.or.id muslimah.or.id

      @ Yanti
      Nasihat untuk diri kami dan juga ibu. Tetaplah bersabar dan teruslah menasihati suami dengan hikmah dan lemah lembut. Tak lupa mendoakan kebaikan bagi kekuarga khususnya suami agar diberi taufik serta hidayahNya. Allahul muwaffiq

  • Faried

    Kalau suami tidak pernah sholat..tidak menjalankan perintah Allah..curang..bakhil..kepada isteri..isteri boleh kok nuntut cerai karena suami jenis itu sudah tidak masuk kreteria suami yang wajib di taati…

  • yunny

    suami saya adalah seorang pemabuk,haruskah saya taat kepada nya sedangkan syurga dibawah telapak kaki suami,dia tak pernah abaikan tanggungjawabnya seperti nafkah dan keperluan saya,dia tidak pernah memukul saya walau dalam keadaan mabuk atau waras…apakah syrga saya masih ditelapak kakinya????????

  • Yuni Megasari

    Suami saya.dri awsl nikah sy sfh mrsa kan tdk harmonis.apa lg dgn klrg nya sllu mengho sy bodoh.skrg sy cpk dgn skap suami sllu menomor dua kan sya ktmbang kakak2nya yg sdah pnya suami.sya skt slly d abai kan dmi kakaknya.apa lg klo sya dan kakak prmpuannya prnh dlh phm sya yg d maki2 d sruh lpas jilbab dan lg kta2 yg mbyakit kan.apa sya dosa jika sya sllu protes dgn skapnya

  • Pingback: Maaf suamiku…aku tidak akan menaatimu | Bersama Menggapai Ridha الله()

  • Narina

    Kalo mertua tidak mengizinkan sy kerja apa boleh sy langgar mengingat sy masih punya hutang tapi suami tdk mau membayar hutang sy.. sy merasa tertekan dgn keadaan ini. Terimakasih

    • http://muslim.or.id Muslimah.Or.Id

      @Narina
      Cari waktu yang baik untuk duduk bersama membicarakan masalah tersebut

  • EDY SUMARMO

    Saudari2 muslimah, mr kt slg mndoakn,agr Alloh mmudahkn kt utk bs mjdi istri2 yg sholihah.shg kt bs mnmpati jannahNya.
    Smg Alloh mnguatkn hti kt shg kt tdk byk mngeluh,melaknat,dn mngingkari
    Kebaikn2 suami kt..Smg Alloh mnolong kt,mnolong pr istri yg bnr2 brusha utk mjd istri yg sholehah.