Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Engkau Lebih Layak dari Emilia

Muslimah.or.id oleh Muslimah.or.id
6 November 2014
di Manhaj
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ustadzah Emilia Renita, istri dari Jalaludin Rahmat, adalah ustadzahnya para dedengkot kaum Syiah di Indonesia. Ia termasuk wanita yang menjadi penyambung lidah Syi’ah di negeri ini. Ia mengadakan seminar-seminar dan menjadi pembicara termasuk dalam skala internasional dan terjun langsung menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan Syi’ah. Ia juga begitu aktif termasuk menggerakkan penanya dalam menyebarkan ajaran Syi’ah yang sesat di tanah air.

Kemampuannya dalam berbahasa Inggris, Arab, dan Iran tentu saja memudahkan ia dalam mempelajari dan menelusuri iteratur-literatur yang ia gunakan sebagai acuan dalam berbicara dan menulis.

Melihat fakta ini, semestinya Muslimah Ahlussunnah semakin berbenah diri, menuntut ilmu, menambah amal, dan lebih semangat lagi berdakwah, terutama untuk membentengi kaum Muslimin dari makar dan penyesatan para da’i Syi’ah.

Kami teringat dan terpukau dengan kecerdasan dan keilmuan ibunda kami dan ibunda seluruh kaum muslimin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika kami membuka beberapa halaman kitab Qawa-id al-Ushul wa Tathbiquha karya Dr. Daud ibn ‘Adnan Dawudiy. Pada kaidah ke-11 yang berhubungan dengan ijtihad, yang berbunyi

“Ijtihad seorang wanita diperbolehkan (diakui –ed).” [1]

Donasi Muslimahorid

Beliau sedikit memberi ulasan, “Boleh bagi seorang wanita menjadi seorang mujtahid dan mufti jika ia memenuhi syarat-syarat ijtihad. Dalam hal ini, tidak ada perbedaan antara wanita dengan lelaki. Seorang wanita bisa saja berijtihad dalam memahami nash sebagaimana dalam memahami masalah yang tidak memiliki dalil lalu dia memberi fatwa/penjelasan. Demikian juga dahulu sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk ahli ijithad dan pemberi fatwa seperti sayyidah ‘Aisyah dan Ummu Salamah.” [2]

Beliau juga menyebutkan sebuah nama wanita shahabiyyah sebagai contoh dalam hal ini yaitu ‘Amirah binti ‘Abdurrahman al-Anshariyyah, seorang wanita yang diakui kapasitas keilmuannya saat itu. Dia adalah wanita yang faqih. [3]

Suatu ketika, Qasim ibn Muhammad berkata kepada az-Zuhriy, “Wahai ananda, aku melihatmu begitu bersemangat dalam menuntu ilmu. Maukah engkau kutunjukkan ke arah bejana ilmu?” Az-Zuhriy menjawab, “Tentu saja.” Qasim berkata, “Hendaklah kau temui ‘Amirah karena dia adalah wanita yang dahulunya berada dalam didikan (pengajaran) ‘Aisyah.”

Az-Zuhriy mengomentari, “Kemudian aku menemui ‘Amirah. Aku dapati wanita ini adalah lautan ilmu yang tak mengering.” [4]

Segala puji bagi Allah yang mengisahkan mawar-mawar harum padang pasir. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tak hanya dikenal sebagai wanita cerdas dan berilmu namun lebih dari itu beliau adalah seorang dosen, guru, pendidik, ustadzah, pengajar handal yang mampu mentransfer ilmunya kepada wanita lain seperti ‘Amirah binti ‘Abdurrahman. Dan ‘Amirah binti ‘Abdurrahman ini tumbuh menjadi wanita yang kelimuannya diakui dan juga memiliki kepasitas. Pantaslah az-Zuhriy menggelari ustadzahnya ini sebagai lautan ilmu yang tak mengering.

Dari sini, terpahami dengan baik bahwa wanita juga dimuliakan dengan ilmu dan mereka juga diperbolehkan berijtihad selama terpenuhinya syarat-syarat berijithad sama dengan lelaki.

Dibanding Emilia, wanita-wanita ahlussunnah lebih layak memegang pena untuk menyebarkan keilmuan mereka. Mereka juga berhak dan diberi kesempatan untuk melawan gelapnya kebatilan. Mereka juga berhak untuk berbicara di depan publik dalam seminar-seminar dan forum kajian Islam yang tentunya dihadiri oleh muslimah.

Kami dan anda tentu meyakini bahwa di Indonesia ini tak sedikit wanita ahlussunnah yang mampu berbahasa Arab dengan baik dan menerjemahkan karya para ulama. Pada saat yang sama juga mereka memiliki kemampuan berbicara sehingga mudah dalam mengisi kajian keislaman di kotanya masing-masing.

Kami berpikir bahwa media maya layak juga dihuni oleh wanita ahlussunnah terutama ustadzah-ustadzah yang memiliki ilmu dalam bidang agama. Keberadaan mereka dalam sebuah akun Facebook misalnya akan membantu penyebaran ilmu apalagi bekerja sama dengan page fb atau web-web yang diakui kejujuran dan keilmiahannya dalam menyebarkan ilmu.

Semoga Allah senantiasa menjaga kaum Muslimin dari kesesatan dan makar kaum Syi’ah. Dan memberi hidayah kepada kaum Muslimah agar banyak ‘Aisyah-‘Aisyah masa kini yang mendakwahkan Islam yang shahih. Nas’alullah at taufiq was sadaad.
______

Penulis: Fachri Aboe Syazwiena

Artikel Muslimah.or.id

Catatan kaki:

[1] Lihat kitab Qawa-id al-Ushul wa Tathbiquha karya Dr. Daud ibn ‘Adnan Dawudiy, 2: 904; terbitan Dar al-‘Ashimah, Riyadh, Kerajaan Arab Saudi.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Muslimah.or.id

Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Perbedaan antara Wahyu yang Harus Diikuti dan Pendapat Ulama

oleh Muslimah.or.id
16 Mei 2016
0

Wahyu adalah hukum yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan Rasul tersebut menyampaikan serta menerapkan kepada umat manusia, sedangkan pendapat ulama adalah...

Jawabannya Simpel: Karena Rasulullah Tidak Memerintahkan

oleh Athirah Mustajab
14 Februari 2014
1

Setiap muslim telah bersyahadat, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan...

Ilmu, Amal, Dakwah, dan Sabar (Bag. 1)

oleh M. Saifudin Hakim
13 September 2015
0

Surat ini telah mencukupi bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan iman, amal shalih, berdakwah kepada...

Artikel Selanjutnya

Pembela Al-Haq Bukanlah Pencela

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

Kami Ingin Tahu Pendapat Anda Tentang Website Muslimah.or.id

No Result
View All Result
  • Akidah
  • Manhaj
  • Fikih
  • Akhlak dan Nasihat
  • Keluarga dan Wanita
  • Pendidikan Anak
  • Kisah

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.