Vegetarian Dalam Timbangan Islam

Penyusun: Ummu Ziyad Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar Mengurangi lemak dengan tidak memakan daging hewan mungkin memang dibutuhkan untuk beberapa orang yang terkena penyakit kolesterol tinggi. Tapi bagaimana dengan …

5299 79

Vegetarian Menurut Tasawuf

Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Mengurangi lemak dengan tidak memakan daging hewan mungkin memang dibutuhkan untuk beberapa orang yang terkena penyakit kolesterol tinggi. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar mengaku sebagai vegetarian sehingga mereka menghilangkan menu daging hewan secara total dari pola makan mereka? Mereka berdalih karena rasa kasihan terhadap para hewan, tidak tega dengan perlakuan para penyembelih hewan dan yang semacamnya. Yang lebih parah lagi, pada akhirnya mereka menolak berbagai bahan makanan yang berasal dari hewan, baik itu susu, telur, keju dan yang semacamnya. Sebabnya? Karena untuk pemerahan susu dikatakan hewan diperlakukan semena-mena, telur itu adalah cikal bakal anak hewan yang patut untuk hidup, atau kalimat-kalimat semacamnya. Dengan usaha keras mereka mempertahankan status vegetarian dengan menonton film yang memang dibuat untuk memperkuat ‘keimanan’ mereka akan apa yang mereka lakukan. Mudah-mudahan ukhti muslimah tidak ada yang ingin ikut-ikutan dengan apa yang mereka lakukan. Mengapa? Coba simak penjelasannya secara syari’at.

Dalam sebuah kaedah fikih, semua yang merupakan masalah adat, seperti makan, minum, pakaian, maka semuanya adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya. Berbeda dengan masalah ibadah yang pada dasarnya semua ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya. Oleh karena itulah kita tidak bisa sembarangan dalam melakukan ibadah, karena kita harus mengetahui bahwa hal tersebut benar diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kembali ke masalah makanan, seperti dikatakan tadi, pada dasarnya, memakan suatu makanan seluruhnya adalah halal sampai ada dalil syar’i yang menjelaskan bahwa makanan itu haram. Misalnya, kita diharamkan untuk memakan tikus, kodok, binatang yang bertaring atau binatang yang bercakar yang cakarnya itu digunakan untuk memangsa.

Lalu, bagaimana dengan ayam, sapi, kambing dan yang lainnya yang tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa itu adalah haram. Tentu saja jawabannya itu adalah boleh untuk dimakan. Dan tidaklah mereka diciptakan itu melainkan sebagai nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk hamba-Nya yang membutuhkan energi dalam melakukan aktifitas untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah [5]: 88)

Jika hewan yang disembelih saja boleh untuk dimakan, maka terlebih lagi susu atau telur yang dihasilkan oleh hewan tersebut. Bahkan susu juga termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya,

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl [16]: 66)

Sebab Lain Terlarangnya Menjadi Seorang Vegetarian

Walau telah jelas dalil-dalil tentang tidak haramnya binatang ternak, ada baiknya kita juga mengetahui alasan lain mengapa menjadi seorang vegetarian juga termasuk hal besar yang terlarang dalam agama.

1. Dapat dihukumi keluar dari Islam (kafir)

Hal ini dikarenakan seorang vegetarian telah mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian, seorang vegetarian telah membuat hukum baru yang bertentangan dengan syari’at. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هَذَا فَإِنْ شَهِدُوا فَلا تَشْهَدْ مَعَهُمْ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ وَهُمْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Katakanlah: “Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini.” Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa hafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Rabb mereka. (QS. Al-An’am 6:150)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan tafsir ayat ini, bahwa ada dua kemungkinan ketika seseorang diminta untuk mendatangkan dalil/alasan ketika mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan.

Kemungkinan pertama adalah mereka tidak dapat mendatangkan dalil. Hal ini menunjukkan batilnya apa yang mereka serukan.

Kemungkinan kedua bahwa mereka mendatangkan alasan yang merupakan kedustaan. Tentu saja persaksian mereka ini tidak diterima. Dan ini bukanlah termasuk perkara dimana sah seorang yang adil untuk bersaksi dengannya. Oleh karena itulah Allah memerintahkan kita untuk tidak mengikuti persaksian mereka. (Taisirul Karimirrohman)

2. Membuat perkara baru (bid’ah) dalam agama

Hal ini terutama jika pengkhususan memakan makanan hanya dari yang berupa sayuran tersebut disandarkan kepada agama. Atau dengan kata lain menjadikannya sebagai sebuah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menyerupai Orang Kafir

Tahukah ukhti muslimah, bahwa banyak sekali hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kita untuk menyelisihi orang kafir? Sampai-sampai ada seorang Yahudi yang mengatakan,

“Apa yang diinginkan laki-laki ini? Tidak ada satupun urusan kita kecuali ia pasti menyelisihi kita di dalamnya.” (HR. Muslim)

Ukhti muslimah juga tentu telah mengetahui, bahwa para biksu Budha adalah orang yang sangat teguh untuk tidak memakan daging. Mereka hanya mau makan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Maka yang benar, seharusnya sebagai muslimah kita tidak ikut-ikutan menjadi seorang vegetarian, bahkan berusaha menyelisihi para biksu (orang-orang kafir) tersebut.

4. Mengingkari nikmat Allah

Daging, susu, telur atau hasil makanan lain yang didapatkan merupakan kenikmatan yang Allah berikan pada hamba-Nya.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah [5]: 88)

5. Mengingkari hukum yang Allah tetapkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitahukan cara untuk dapat memakan daging dari binatang ternak dengan cara menyembelihnya. Dan tidaklah apa yang Allah perintahkan melainkan sebuah kebaikan. Maka adalah suatu kesalahan ketika seorang vegetarian tidak memakan daging karena rasa kasihan melihat binatang ternak ketika disembelih menggelepar-gelepar, mengejang dan meregangkan otot, bahkan menyatakan itu tidak berperikemanusiaan (atau tidak berperikebinatangan?). Sekali lagi perlu kita ingatkan, bahwa tidaklah apa yang Allah perintahkan dan tentukan merupakan kebaikan walaupun mungkin kita belum mengetahui hikmahnya.

Alhamdulillah, tentang menyembelih hewan terdapat terdapat hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Schultz & Dr. Hazim yang keduanya adalah Animal Scientists dari Hanover University – Jerman, yang menunjukkan bahwa hewan yang disembelih tidak merasakan rasa sakit. Hal ini dikarenakan pisau tajam yang mengiris leher ‘tidaklah menyentuh’ saraf rasa sakit. Sehingga reaksi menggelepar, meregang otot dan lainnya hanyalah ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (saat darah mengalir keluar dengan deras). Dan bukan ekspresi rasa sakit! (Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P).

Berbeda dengan apa yang orang-orang kafir lakukan dimana mereka mematikan hewan dengan cara dipukul terlebih dahulu dengan alat pemingsan (Captive Bolt Pistols) baru kemudian disembelih. Alasan mereka adalah agar hewan tersebut tidak kesakitan ketika disembelih dan daging tetap bagus karena hewan jatuh dengan pelan. Apalah artinya logika manusia dibandingkan dengan Allah yang Maha Mengetahui. Ternyata dari hasil penelitian tersebut, hewan yang dimatikan dengan cara tersebut segera merasakan rasa sakit setelah dipingsankan bahkan hasil dagingnya tidak sehat untuk konsumen.

Demikianlah syari’at menjelaskan tentang makanan yang berasal dari binatang ternak. Janganlah tertipu dengan akal kita yang menilai sesuatu hanya berdasarkan penglihatan lahir dan perasaan semata. Sudah kehilangan kenikmatan dunia berupa makanan lezat, merugi pula di akhirat karena berbuat dosa. Na’udzu billah min dzalik.

Maraji’:

  1. Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin Al Albani.
  2. Taisirul Karimirahman, Syaikh Abdurrahman As Sa’di.
  3. Fadhilah IPTEK – Islam: Trying to be The Real Moslem, Nanung Danar Dono, S.Pt, M.P

***

Artikel www.muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

  • pola hidup sehat adalah makan dan minum seimbang sesuai dengan yang dituntunkan oleh sunnah Rosul.
    Saya adalah konsultan nutrisi,dalam menerapi pasien saya selalu menekankan pola hidup dan makanan seimbang. Ada bagian tertentu ketika ada pasien yang menderita penyakit Obesitas dimana terlalu banyak lemak dan kolesterol maka saya sarankan untuk mengkonsumsi pagi dan malam sayur,buah dan lebih menekankan unsur protein, sedangkan siang hari saya sarankan makan siang bebas dan daging boleh hanya saja tidak boleh ada ungsur gajih dan jeroan. Saya sarankan minum air 2-3 liter per hari untuk mengeluarkan lemak dan detoxifikasi dari racun berbahaya. Jika di terapkan hidup sesuai dan benar serta di imbangi olahraga teratur maka penyakit obesitas bisa diturunkan sampai 5 kg/bulan dan susut perut sampai 15 cm /bulan tanpa harus vegetarian.
    anda bisa merujuk kitab Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah Athibun Nabawy. Anda akan mendapatkan informasi yang sangat bagus mengenai Hidup sehat berdasarkan Sunnah.
    Jadwal pola program Nutrisi
    #program Pagi
    pukul 5.00
    1 Sdm Madu+air 200ml
    250mg Habbatus sauda’
    pukul 07.00
    makan pagi
    susu dengan air 200 ml
    sedikit nasi dan ditekankan makanan berunsur protein
    #Program siang
    Makan siang Bebas
    #program Malam
    tidak boleh makan nasi
    tekankan makan malam hanya buah dan sayur
    hal ini dianjurkan agar manjaga pencernaan tidak terlalu berat ketika menjelang tidur.
    pukul 20.00
    1 sdt madu+ air 150ml
    250mg Habbatus Sauda’
    minum 2-3 liter/hari untuk memperlancar peredaran darah.

  • Baskoro

    Untuk mbak Icha..
    Pertama yang ingin saya tanyakan, apakah mbak Icha benar2 tidak ikut makan daging pada saat hari raya idul adha? Karena jika tidak, bukankah itu saat kita kaum muslimin berpesta dengan hasil kurban kita dan insyaallah dagingnya pun halal lagi sehat. Juga tidak sering kita memakannya, bukankah hanya setahun sekali (jika memang mbak Icha benar2 berpantang makan daging) kita merayakan bergembira bersama dengan semua kaum muslimin. Atau mbak Icha lebih memilih tidak makan daging dan bilang saya lebih sehat dengan tidak makan daging seakan2 menuduh rasul tidak menginginkan umatnya lebih sehat seperti mbak Icha?

    Insya Allah saya coba beri solusinya agar terhindar dari mengharamkan yang halal (ini karena masalah yang sangat serius dalam Islam). Dibuat sederhana aja mbak, Islam tidak mengharamkan daging. Mbak boleh saja menjadi vegetarian, tapi mungkin bisa sesekali diselingi makan daging. Mungkin kebanyakan orang seminggu pasti ada sekali makan daging, ikan minimal tapi mbak icha hanya sekali sebulan. Ato minimal pas idul adha, bergembira bersama kaum muslimin lainnya. Ini pun sudah menggugurkan klaim mbak Icha sebagai vegetarian.

    Jika mbak Icha mengatakan lebih sehat dengan menjadi vegetarian, yakin lah banyak juga yang sehat dengan tidak vegetarian. Yang bermasalah adalah dia yang berlebihan. Bukan kah air putih yang sehat pun ada batas maksimalnya yang jika kita minum terlalu banyak justru akan mengundang masalah?! Jadi jika ingin tetap sehat, bukan dengan menjauhinya (karena Allah telah menghalalkannya) namun dengan mencukupinya dan tidak berlebihan.

    Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada siapa saja yang mengininkannya.. Amin

  • aksan

    “maka para pelacur, waria, pencuri dan orang yang melakukan kemaksiatan lainnya juga akan mengatakan, Ini adalah pilihan.”

    menurut saya itu beda konteksnya dengan vegetarian
    ..menurut saya menjadi vegetarian adalah menyangkut pribadi diri sendiri dan pilihan diri sendiri dan tidak merugikan orla..
    sedangkan kalo menjadi pencuri atau pelacur adalah perbuatan dosa dan merugikan orla..

    teman saya juga ada yang vegetarian alami,sudah sejak kecil dia tidak suka makan daging,.kalau makan daging,dia muntah..

    menurut saya menjadi vegetarian boleh saja asalkan dengan alasan tertentu dan tepat,bukan alasan daging dharamkan..

    mungkin penulis mempermasalahkan orang2 vegetarian yang alasannya tidak tepat dan menjurus mengharamkan daging dan mnyebarkan ajarannya itu ke orang lain..

    oiya kalu ga salah ada pembagian vegetarian,kalau ga salah
    # vegan = orang yang benar2 meninggalkan daging,susu,telur dan semua yang berbau hewan

    #lacto vegan= orang yang meninggalkan daging,telor tapi masih minum susu

    #ovo lacto vegan = orang yang meninggalkan daging, tapi masih makan telur dan susu..

    ++ semoga ajaran vegetarian yang tidak benar(menjurus ajaran sesat) tidak berkembang..

    ##### mari hidup yang harmoni dan seimbang sehingga terwujud keteraturan yang indah..

    *maaf jika ada salah kata dan kalimat..

  • aksan

    Sesungguhnya ALLAH SWT telah mengatur segalanya dengan sempurna,maka taatilah perintahnya,jauhilah larangannya, dan janganlah ragu akan aturan-aturan yang telah ditetapkan ALLAH SWT..

  • aksan

    ouw..saya punya usul..bagaimana kalau ditambahkan resep2 masakan agar orang yang tidak suka makan daging, jadi suka makan daging.. dan juga tentang cara2 memasak yang benar,sehingga bisa menghindarkan dari penyakit.. (kok jadi acara masak ya..hehe) terimakasih..

  • yuni

    saya bukan pengikut salafi, tapi saya kagum dengan mereka..
    karena merekalah kita masih diselamatkan dari laknat Allah…
    ditengah hiruk pikuk ibukota, hedonisme, materialisme, mereka masih bisa mempertahankan dan menegakkan aqidah, syariah dan ketaqwaannya kepada Allah…
    sedangkan kita??? terlena oleh kehidupan duniawi…

    Turunkan ego kita…kita harus terima dengan lapang dada bahwa mereka memang benar…..sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah….
    semua yang mereka jabarkan ada dalilnya..yaitu alquran dan hadist…jika anda seorang muslim..apakah anda akan mengingkari alquran????

    Jika anda ingin berdebat…tolong beri saya dalil (sesuai ajaran Islam) dari versi anda…

  • aksan

    maaf bukannya saya membela mbak icha..
    untuk mas baskoro,mgkn maksudnya mbak icha tu,teman2nya memilih makan sayuran untuk mnghindari dari keraguan dari daging yang akan dimakan..umpama tmennya ragu kalo dagingnya ga sehat,atau cara menyembelihnya salah, kan daripada ragu2 mending jangan,kalo mreka yakin dagingnya sehat mgkin mereka akan makan daging..

    kalo mbak icha alergi makan daging,trus kalo dpaksakan makan daging malah mutah2,gmn mas bas?..

    kalo mas baskoro punya solusi agar mbak icha doyan makan daging,mngkin mbak icha mau makan daging..

    saya sangat senang ada yang mngerti gizi seperti mbak lulu Bahrainy,sehingga bisa ada solusi..

    semoga ada solusi2 lagi..

    *maaf jika ada salah kata dan kalimat

  • ali

    kalau seorang muslim menjadi vegetarian karena alasan cinta kasih kepada binatang? Apakah itu salah? Tanpa niat mengharamkan apa yg telah dihalalkan oleh Allah, umat islam tersebut menjadi vegetarian dan menularkannya kepada muslim lain. Alasannya adalah cinta kasih kepada binatang, selain itu vegetarian juga bisa menjadi solusi global warming. Solusi kepada kelaparan dunia. Boleh tidak demikian ?

  • www.muslimah.or.id

    Pada dasarnya, berbagai pertanyaan atau musykilah berkaitan dengan invidivu atau masyarakat secara umum, semuanya ada jawabannya dari Islam dan semua jawabannya jelas tidak akan bertentangan dengan syari’at.

    Semisal rasa kasih sayang dengan binatang, maka Islam juga telah mengatur bagaimana mengatur hubungan ini. Mudah-mudahan muslimah.or.id dapat membahasnya pada artikel tersendiri.

    Atau rasa tidak suka, inipun juga tidak akan bertentangan dengan syari’at sebagaimana telah kami paparkan pada komentar sebelumnya karena Rasulullah juga tidak suka salah satu daging yang merupakan khas makanan suatu daerah. Namun, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tetap makan daging dari jenis hewan yang lainnya. Dan hewan itu begitu banyak, ada ikan, teri, kepiting, dsb.

    Rasa khawatir tentang kehalalan daging pun telah dijelaskan pada komentar sebelumnya. Dan solusinya juga jelas tidak akan bertentangan dengan syari’at. Dan sungguh semoga ALlah memberi tambahan pahala dengan usaha kita memakan daging yang halal (untuk saudara muslim yang tinggal di luar negeri/negeri kafir). Tapi solusinya bukan dengan menjadi vegetarian.

    Sebagaimana komentar saudara aswad,

    Sebab pelarangan (illah) vegetarian adalah mengharamkan bagi diri sendiri yang dihalalkan oleh Allah. Adapun memilih makanan yang kita nilai lebih enak, atau lebih menyehatkan maka ini tidak dipermasalahkan selama makanannya halal. Bahkan Allah Taala memerintahkan memakan makanan yg baik selain harus halal, Makanan yg baik adalah yg tidak membahayakan bahkan menyehatkan. Allah Taala berfirman yg artinya
    Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi [Al-Baqarah : 168]

    Sehingga perkataan saudara aksan

    menurut saya menjadi vegetarian boleh saja asalkan dengan alasan tertentu dan tepat,bukan alasan daging dharamkan..|

    Juga perlu menjadi catatan. Kembali ke definisi vegetarian itu sendiri. Sehingga kalau memang karena alasan-alasan syari’i, maka tentu seseorang akan dapat makan daging di satu waktu atau dari jenis hewan yang berbeda. Dan individu ini tentu tidak akan dikatakan vegetarian. Maka lebih tepat jika tidak mengatakan, “Menjadi vegetarian boleh saja”.

    Salah satu contoh alasan syar’i semisal alergi. Karena Islam pun telah mengatur agar seseorang tidak membahayakan dirinya sendiri.

    Perlu juga menjadi tambahan di sini, biasanya para vegetarian menggunakan ayat tentang kasih sayang dengan makhluk lainnya. Namun, kita temui mereka tidak akan mencantumkan ayat-ayat lain yang memerintahkan manusia untuk makan hewan ternak atau hadits yang juga menjelaskan halalnya binatang laut atau ayat dan hadits lainnya. Karena akan terlihat kontradiksi. Dan dalil yang mereka pakai akan mentah dengan sendirinya.

    Padahal tidak akan ada pertentangan dari apa yang Allah telah perintahkan.

    Maka saudariku, ambilah dan jalankanlah syari’at ini secara utuh. Bukan hanya mengambil sebagian ayat dan meninggalkan ayat lainnya. Dan tidak mungkin ayat atau hadits bertentangan dengan ayat lainnya. Tuntutlah ilmu Islam ini secara kaffah, karena Islam telah memberikan solusi di setiap aspek kehidupan.

  • Baskoro

    Maaf sebelumnya, pada komentar saya sebelumnya memang sepertinya belum sempurna. Benar sekali kata mbak cizkah
    “Dalam agama Islam, seseorang diperintahkan untuk untuk tidak melakukan maksiat sepenuhnya dan untuk bertakwa semampunya.”
    Hal ini berlaku di semua amalan dalam Islam, saya beri sedikit contoh agar lebih gamblang. Yang wajib dapat menjadi tidak wajib sampai ada faktor yang mendukungnya, seperti Haji adalah wajib, namun jika ternyata kita belum mampu maka menjadi tidak wajib. Sholat jama’ah bagi pria adalah wajib namun jika ada alasan seperti dia sakit (berat) cuaca yang sangat tidak memungkinkan dia keluar dll maka tidak ada kewajiban.
    Dan yang haram pun juga sama, Babi yang jelas keharamannya dapat menjadi makruh jika tidak ada makanan lain (insyaallah sudah pada paham semua..)

    Artinya Islam itu mudah (tapi jgn dimudahkan), jika sesuatu itu halal maka jgn kita jadikan haram. Lakukan ibadah semampunya, jika memang memakan daging tidak bisa (muntah, alergi, alasan kesehatan dll) yasudah malah mungkin memakannya malah menjadi dosa (sakit perut sehingga tidak bisa melakukan kewajiban lainnya, alergi sehingga masuk rumah sakit mengeluarkan banyak biaya, belum lagi penyakit kronis seperti kolesterol tinggi).

    Sekali lagi, vegetarian secara umum adalah salah dan tidak boleh. Bagaimana mungkin diperbolehkan, sedangkan kita umat Islam hanya memiliki 2 hari raya dan salah satunya adalah hari raya berkurban?! Namun jika diangkat per kasus gini.. Harus kembali ke orangnya, apa alasannya. Dan alhamdulillah, bahwa Islam itu mudah. Yakin, bahwa jika Allah sudah menghalalkan sesuatu maka itu berarti baik untuk kita atau minimal kebaikannya lebih banyak dari keburukannya.

    Semoga kita semua saling mengingatkan dalam kebaikan. Amin..

  • Roni Suhendri

    Assalaamu’alaikum…
    Beberapa hari terakhir, saya sangat ingin untuk mencoba menjadi seorang vegetarian. Namun ada keraguan di dalam hati saya dengan cara yang akan saya lakukan. Setelah membaca artikel di atas, saya benar-benar yakin untuk tidak perlu mengikuti keinginan saya. Namun masih ada sedilit keraguan di dalam hati saya. Saya adalah orang yang sering bepergian ke luar kota. Saya makan di warung-warung kecil yang mana disana ada menu daging. Apa yang harus saya lakukan sedang sayapun tidak tahu apakah daging itu telah disembelih dengan benar ataukah belum?

  • maaf saya ikutan nmbrung…

    saya bukan vegan tapi saya tidak menyalahkan orang vegan karena itu pilihan mereka, toh mereka gak menyesatkan orang lain dan gak dosa kalo gak makan daging.

    1. saya mau tanya, bagaimana hukumnya daging hewan yang disembelih tapi alat sembelihnya kurang tajam?

    2. bagaimana hukumnya hewan ternak yang selama masa hidupnya selalu tersiksa (ayam yang dipotong paruhnya sejak pecahkulit untuk menghindari tarung, sapi yang ada dalam kandang sesak, sapi yang diperah dan dimanipulasi karena anaknya harus dipisah hingga tak dapat menikmati hak hidupnya secara alami. belum waktunya kawin di paksa kawin, sapi jantan dikebiri tanpa anestesi, dll) hingga akhirnya dipotong. tolong cermati peternakan modern.??

    3. bagaimana hukumnya pemotongan hewan yang ada di tempat pemotongan masal? hukumnya bagaimana?

    4. selama ini masyarakat indonesia mengkonsumsi daging dari peternakan termasuk perlakuan, cara penyembelihan yang sudah benar?

    5. apakah ada hadist yang menjelaskan bahwa dosa hukumnya bagi orang-orang yang tidak makan daging yang telah dihalalkan?

    thanks…

  • purnamamulia

    bismillah.alamdulillah ternyata ada juga yang membahas tentang vegetarian. saya udah lama banget nyari artikel ini. dulu ayah saya sempet juga lho ngejalanin “ritual” vegtarian ini, itu lantaran dia dulu ikut mlm dan kebetulan yang punya adalah seorang dokter. dokter tersebutlah yang mengatakan bahwa manusia itu memang bukanlah pemakan daging, hal ini didasarkan karena bentuk gigi manusia tidak seperti hawan pemakan daging yang runcing sehingga makanan yang dikunyah hasilnya kurang halus sehingga mempengaruhi pencernaan nantinya. kalo memungkinkan saya mau dong dikirimin artikel tentang vegetarian dilihat dari sudut pandang kedokteran. bener gak sih yang dokter mlm itu bilang. ada hubungannya gak ya antara gigi sama makanannya?kalo dulu saya cuma kasih argumen ke ayah saya bahwa zaman rasulullah dulu ga ada tuh yang vegetarian. buktinya mereka makan daging dan minum susu juga kok.selain itu di islam kan ada hari raya qurban, dari situ aja allah udah kasih petunjuk pada manusia kalau daging itu boleh dimakan. iya kan …… sebelum dan sesudahnya makasih ya .mohon maaf kalo ada salah-salah kata apalagi penjelasan…

  • tantono

    Assalamualaikum wr wb,
    sy berterima kasih dengan adanya situs ini sehingga banyak orang akan paham arti ber Vegetarian.

    Wa’alaikumussalam warhamtullah,
    Maaf komentar Bapak kami potong karena terlalu panjang

    -muslimah.or.id-

  • bunenay

    afwan,mungkin dalam artikel ini perlu diperjelas arti vegetarian. sebab setahu saya tidak semua org vegetarian itu memiliki alasan hal2 tersebut di atas spt krn kasihan pd hewan dsb.Ada yg memang melakukan itu karena alasan kesehatan dan preferensi (like and dislike)thd makanan tertentu semata.Sama halnya orang kota doyan keju,wong ndeso ono sing ora doyan.

    • www.muslimah.or.id

      Sebetulnya yang ukhti Bunenay katakan juga sudah kami jelaskan dalam artikel dan pada komentar-komentar kami sebelumnya, dan sebetulnya komentar ini sudah kami tutup. Jadi untuk memperjelas, alasan kesehatan dan ketidaksukaan tidak masuk dalam hal ini, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga tidak menyukai sejenis biawak yg diadikan makanan oleh beberapa sahabat. Untuk kesehatan pun juga tidak masuk dalam hal ini, karena juga dikaitkan dengan kaidah fikih lainnya dalam syariat, yaitu tidak boleh membahayakan diri sendiri. Semoga masalah ini menjadi jelas. Wallau a’lam.

      Mohon maaf, kometar sebelumnya dan selanjutnya tidak kami approve karena berputar pada alasan yang sama (dan alasan itu sudah kami jawab pada komentar2 sebelum ini). Jazakumullahu khoiro..

  • Firstly

    Trims, terus terang sy pernah menjalani vegetarian selam 10 tahun, tp sdr/i mengatakan vegetarian itu haram sy tidak setuju, hal ini harus dilihat dr beberapa sudut pandang mengapa seseorang vegetarian.

  • syarif

    saya mau kasitau kpd orang2 vegetarian saya adalah anak pertama dari lima bersaudara saya mengalamin kejadian tentang vegetarian didalam keluarga say sendiri rang tua saya dua2nya adalah vegetarian semenjak beliau jd vegetarian memang ibu saya punya penyakit asma alhamdulilah semenjak vegetarian dia tidak kumat lg dng peyakitnya,tetapi merka terlalu extrim,karena mereka mempunyai komunitas.. sampai2 kita anak2nya dilarang memakan daging dng alasan tidak sehat banyak perselisihan diatara saya dng orang tua saya soal vegetarian,dan semenjak orang tua saya vegetarian dia sering meditasi sendirian di dalam kamar apakah ada hubunganya vegetarian dengan meditasi? dan apakah meditasi itu dibolehkan oleh ajaran islam? saya mau bertanya kepada muslimah saya mau solusinya supaya kedua orang tua saya tidak salah jalan tentang vegetarian terus terang saja semenjak mereka vegetarian hidup orang tua saya jd idealis hanya mementingkan dirinya sendiri dari soal makanan… apakan dr muslimah ada solusinya?? saya takut kedua orang tua saya jd kafir karena salah jalan,sampai2 saya menemukan buku2 ala MASTER CING HAI.. terus terang saya takut kedua orang tua saya sesat.. saya ma bantuan dari muslimah untuk solusi yang paling tepat.. wasalaam

    • imam

      Assalamualaikum lebih bak di tinggalkan saya sering dengar cerita meditasi aliran seperti reiki rawan kemasukan jin

  • ranti

    Assalamualaikum,wr.wb

    Saya ranti, saya ada masalah dengan memakan ayam, daging hewan. Alasan saya tidak makan krn awalnya takut dikatakan gemuk, lalu saya membaca tentang info makanan bahwa hewan yang mengandung darah itu dapat meningkatkan tempramennya (jadi nggak sabaran) ,Namun saya tidak ada masalah untuk makan ikan dan makanan laut. Telur dan keju itu tidak ada masalah. Bagaimana hukumnya ya? Karena keluarga saya sendiri juga sudah memaklumkan ketidaksukaan saya ini semenjak kecil.. dan sudah menjadi kebiasaan. Namun pemberitaan ini membuat saya merasa berdosa, dan yang saya takuti selama ini saya ibadah tapi saya dianggap kafir.

    Terimakasih atas informasinya,
    Wassalamualaikum, wr.wrb

    • @ Ranti
      Wa’alaikumussalam,
      Mohon dibedakan antara mengharamkan makan daging dengan ketidaksukaan makan daging. Adapun kasus Anda adalah jenis yang kedua. Anda tidak mau makan daging karena Anda tidak suka. Dan hal ini tidaklah mengapa bukan perbuatan dosa. Yang berdosa jika seseorang mengharamkan dirinya untuk memakan daging karena beralasan daging hewan tidak layak dimakan manusia atau alasan kasih sayang terhadap binatang dan alasan yang mengada-ada lainnya. Padahal sudah jelas Allah Ta’ala menciptakan hewan dan tumbuhan sebagai makanan yang halal bagi manusia. Tentunya binatang tersebut adalah binatang yang halal dimakan dan disembelih dengan cara yang syar’i. AllahuA’lam

  • ummu ibrahim

    Assalamualaykum
    minta ijin untuk share di blog ana.
    jazakumullah khoiron katsiron.

  • Meutia

    yang jadi anehnya, ukhti. dunia barat sana gamau makan telor karena mereka bibit makhluk hidup yg bakal hidup. tapi mereka mendukung hak-hak wanita untuk aborsi dgn alasan itu urusan dan tubuh mereka. aku cuma bisa ketawa aja :D mereka lebih sayang binatang daripada saudara-saudari mereka sendiri

    makasih artikel yang sangat bermanfaat ini.
    salam

  • yuan

    teman2 sekalian.
    debat tidak akan memperoleh apapun.
    jalankan apa yg masing2 kita yakini.
    dan niatkan hanya untuk allah.
    trmksh.,

  • munirulihwan

    Asalamualaikum.. Mohon pencerahan & bantuan bagaimana sy harus memperlakukan sama istri saya karena istri saya seorang vegetarian,tiap sy ingatkan dia berdalih yg penting ga ganggu orang lain,tp hati sy ga ridho..dengan keterbatsan ilmu sy,jadi sementara ini sy diam saja.. Apakah istri sy sudah termasuk kafir??? Naudzubillah .. Apa yg harus sy lakukan??? Syukron wasalamualaikum

  • Maaf sebelumnya mba, saya tidak mau menghakimi apakah apabila menjadi vegetarian dapat dikatakan murtad atau sebagainya. Saya pun terkadang menjadi vegetarian ketika berada di luar negeri, di mana sangat sulit untuk mendapatkan makanan halal. Dalam hal ini saya mencari aman dan menjaga diri dari makanan-makanan yang syubhat, bukan dengan niat untuk mengingkari nikmat yang Allah berikan.

    Selain itu saya juga belum menemukan dalil naqli khusus apabila seseorang memutuskan menjadi vegetarian dapat dikategorikan sebagai murtad atau menjadi kafir. Wallahu’alam bishowwab.

    Mohon bimbingannya saya masih belajar agama Islam.

    • @ Noviani
      Ukhti yang kami hormati, perkara yang dikritisi dalam vegetarian adalah mengharamkan apa yang Allah halalkan. Jika seseorang sudah berkeyakinan hewan itu haram dimakan karena alasan belas kasih atau alasan membela hak hidup hewan misalnya maka ini fatal akibatnya. Karena Allah telah menghalalkan binatang ternak untuk dimakan.Namun bila tidak berkeyakinan seperti itu (tidak mengharamkan) dengan kata lain menjadi vegetarian karena alasan kesehatan (menjaga kadar lemak,kolesterol tubuh) tanpa keyakinan haramnya daging binatang ternak atau karena hidup dilingkungan orang kafir (non ahlulkitab). Smoga saja tidak mengapa. Allahua’lam

  • Allah maha adil dan maha bijaksana..

  • Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang..

    manusia di bekali akal oleh Allah swt. untuk mengetahui mana yg benar dan mana yg salah..

    Allah maha adil dan maha bijaksana..

Shares