Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Fatwa Ulama: Bolehkah Menikah di Bulan Ramadhan?

dr. Ika Kartika oleh dr. Ika Kartika
1 Juli 2015
di Ramadan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid
    • Pertanyaan:
    • Jawaban:

Fatwa Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Pertanyaan:

Jika ada seorang pria yang mencintai seorang wanita, lalu ia ingin menikahi wanita tersebut di bulan Ramadhan yang penuh berkah, serta ia ingin membicarakannya dengan wanita tersebut, apakah terdapat ketentuan dalam Islam yang melarangnya menikahi dan membicarakan tentang pernikahan dengan wanita tersebut di bulan Ramadhan? Pria itu sangat mencintai wanita tersebut, dan menginginkan untuk menikahinya. Saya harapkan nasihat anda mengenai masalah ini.

Jawaban:

Alhamdulillah.

Tidak terdapat larangan dalam syari’at untuk menikah di bulan Ramadhan disebabkan posisi bulan ini sebagai bulan Ramadhan. Tidak juga terlarang di bulan-bulan lainnya. Bahkan menikah itu dibolehkan di hari apa saja sepanjang tahun.

Akan tetapi, orang yang berpuasa di bulan Ramadan wajib menahan diri dari makan, minum, dan jima’ dari sejak menyingsingnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Karena itu, jika ia mampu menahan diri dan tidak ditakutkan ia akan melakukan hal-hal yang dapat merusak puasanya, maka dia boleh menikah di bulan Ramadhan.

Yang umum terjadi, seringnya orang yang ingin memulai kehidupan rumah tangga di bulan Ramadhan, tidak mampu bersabar untuk tidak mendatangi istri yang baru dinikahinya di sepanjang siang. Sehingga dikhawatirkan ia akan terjatuh pada hal-hal yang diharamkan dan melanggar kehormatan bulan yang mulia ini. Kemudian jadilah ia melakukan dosa besar, disamping ia juga wajib mengganti puasa yang ditinggalkan dan membayar kaffarah yang berat, yakni memerdekakan budak. Jika ia tidak mendapatkannya maka ia wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut, jika ia tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. Dan jika mengulangi jima’ selama beberapa hari, maka bertambah pula kaffarah yang harus dibayar sesuai dengan jumlah hari tersebut.

Donasi Muslimah.or.id

Untuk itu, nasihat kami bagi penanya,

Jika ia khawatir tidak akan mampu menguasai dirinya, kami nasehatkan agar ia menunda pernikahannya hingga setelah Ramadhan. Dan hendaknya ia menyibukkan dirinya di bulan Ramadhan dengan ibadah dan tilawah Al Qur’an serta shalat malam, demikian pula dengan ibadah-ibadah lainnya.

Wallahu a’lam.

***

Penerjemah: Ummu Qonita Ika Kartika

Pemuraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

 

Sumber: www.islamqa.com, fatwa no. 65736

Artikel Asli:

65736: يريد الزواج في شهر رمضان

إذا كان هناك رجل يحب امرأةً ، وأراد أن يتزوجها في شهر رمضان المبارك ، وهو يريد أن يتحدث إليها ، هل هناك أي قيود في الإسلام تمنع من زواجه بتلك الفتاة ، وتمنع تحدثه إليها في رمضان ؟ الرجل يحب تلك الفتاة كثيراً ، ويريد أن يتزوجها ، فأرجو أن تنصحني في ذلك.

الحمد لله

ليس في الشريعة أي نهي عن الزواج في رمضان لذات رمضان ، ولا في غيره من الأشهر ، بل الزواج جائز في أي يوم من أيام السنة .

لكن الصائم في رمضان يمتنع عن الطعام والشراب والجماع من الفجر إلى غروب الشمس ، فإن كان يملك نفسه , ولا يخشى أن يفعل ما يفسد صيامه , فلا حرج عليه من الزواج في رمضان .

والظاهر أن الذي يريد أن يبدأ حياته الزوجية في رمضان ، – غالباً – لا يستطيع الصبر عن زوجته الجديدة طوال النهار ، فيُخشى عليه من الوقوع في المحظور ، وانتهاك حرمة هذا الشهر الفضيل ، فيقع في الإثم الكبير ، مع وجوب القضاء والكفارة المغلظة ، وهي عتق رقبة ، فإن لم يجد فصيام شهرين متتابعين ، فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينًا ، وإذا تكرر الجماع في عدة أيام تكررت معه الكفارة بعدد الأيام .

انظر سؤال رقم (1672) (22960) .

فالنصيحة للسائل إذا خشي ألا يملك نفسه أن يؤجل زواجه إلى ما بعد رمضان مباشرة ، وليشغل نفسه في رمضان بالعبادة وتلاوة القرآن وقيام الليل ، ونحو ذلك من العبادات .

أما حكم التحدث مع من يريد الزواج منها في رمضان ، فقد سبق الجواب عليه، انظر الأسئلة (13791) (13918) .

والله أعلم .

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
dr. Ika Kartika

dr. Ika Kartika

Alumni Fakultas Kedokteran UGM

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Potong Rambut Dan Potong Kuku Ketika Puasa

oleh Muslimah.or.id
3 Juli 2014
10

Apakah memotong rambut dan memotong kuku di tengah hari bulan puasa dapat membatalkan puasa?

Hikmah Disyariatkannya Puasa Ramadan

oleh Triani Pradinaputri
14 Februari 2026
0

Secara akal yang normal dan fitrah yang lurus, berpuasa mempunyai banyak kebaikan. Allah Ta’ala mensyariatkan hal tersebut kepada hamba-Nya, sebagai bentuk...

Idul Fithri Sesuai Sunnah

oleh Umi Farikhah
4 Juni 2019
11

Mempersiapkan shalat Iedul Fithri dengan membersihkan diri dan memakai pakaian yang paling bagus. Imam Malik dalam kitab Muwaththa'-nya mentakhrij sebuah...

Artikel Selanjutnya
wanita_berhias_diri

Gadis Masa Kini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.