fbpx
Donasi Web Donasi Web

Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat

Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya.

Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman Anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang Anda bayangkan dahulu?

Mungkin saja Anda menjawab, “Tidak.”

Akan tetapi, izinkan saya berbeda dengan Anda, “Ya,” bahkan lebih indah daripada yang saya bayangkan sebelumnya.

Saudaraku, kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku, dan pasang surut. Kadang Anda senang, dan kadang Anda bersedih. Tidak jarang, Anda tersenyum di hadapan pasangan Anda, dan kadang kala Anda cemberut dan bermasam muka.

Bukankah demikian, Saudaraku?

Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa menghiasi hari-hari Anda. Semakin lama umur pernikahan Anda, maka semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus Anda tunaikan.

Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat, masyarakat, dan lain sebagainya.

Di antara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan Anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup Anda.

Sebelum menikah, sah-sah saja Anda sebagai calon suami membayangkan bahwa pasangan hidup Anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh, pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar, dan berbagai gambaran indah.

Bukankah demikian, Saudaraku?

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Biasanya, seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Al-Qurthubi menjelaskan makna hadits ini dengan berkata, “Empat pertimbangan inilah yang biasanya mendorong seorang lelaki untuk menikahi seorang wanita. Dengan demikian, hadits ini sebatas kabar tentang fakta yang terjadi di masyarakat, dan bukan perintah untuk menjadikannya sebagai pertimbangan. Secara tekstual pun, hadits ini menunjukkan bahwa dibolehkan menikahi seorang wanita dengan keempat pertimbangan itu. Akan tetapi, hendaknya pertimbangan agama lebih didahulukan.”

Keterangan al-Qurthubi ini semakna dengan hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Amr al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

‘Janganlah engkau menikahi wanita hanya karena kecantikan parasnya, karena bisa saja parasnya yang cantik menjadikannya sengsara. Jangan pula engkau menikahinya karena harta kekayaannya, karena bisa saja harta kekayaan yang ia miliki menjadikan lupa daratan. Akan tetapi, hendaklah engkau menikahinya karena pertimbangan agamanya. Sungguh, seorang budak wanita berhidung pesek dan berkulit hitam, tetapi ia patuh beragama, lebih utama dibanding mereka semua.'” (Hr. Ibnu Majah; oleh al-Albani dinyatakan sebagai hadits yang lemah)

Akan tetapi, sekarang, setelah Anda menikah, terwujudkah seluruh impian dan gambaran yang dahulu terlukis dalam lamunan Anda?

Bila benar-benar seluruh impian Anda terwujud pada pasangan hidup Anda, maka saya turut mengucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat. Bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati atau kecewa.

Saudaraku, besarkan hati Anda, karena nasib serupa tidak hanya menimpa Anda seorang, tetapi juga menimpa kebanyakan umat manusia.

عَنْ أَبِى مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Abu Musa radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Banyak lelaki yang berhasil menggapai kesempurnaan, sedangkan tidaklah ada dari wanita yang berhasil menggapainya kecuali Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya, kelebihan Aisyah dibanding wanita lainnya bagaikan kelebihan bubur daging [1] dibanding makanan lainnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Saudaraku, berbahagia dan berbanggalah dengan pasangan hidup Anda, karena pasangan hidup Anda adalah wanita terbaik untuk Anda!

Anda tidak percaya? Silakan Anda membuktikannya. Bacalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini, lalu terapkanlah pada istri Anda.

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Tidak pantas bagi lelaki yang beriman untuk meremehkan wanita yang beriman. Bila ia tidak menyukai satu perangai darinya, pasti ia puas dengan perangainya yang lain.” (Hr. Muslim)

Saudaraku, Anda kecewa karena istri Anda kurang pandai memasak? Tidak perlu khawatir, karena ternyata istri Anda adalah penyayang.

Anda kurang puas dengan istri Anda yang kurang pandai mengurus rumah dan kurang sabar? Tidak usah berkecil hati, karena ia begitu cantik rupawan.

Anda berkecil hati karena istri Anda kurang cantik? Segera besarkan hati Anda, karena ternyata istri Anda subur sehingga Anda mendapatkan karunia keturunan yang shalih dan shalihah. Coba Anda bayangkan, betapa besar penderitaan Anda bila Anda menikahi wanita cantik akan tetapi mandul.

Demikianlah seterusnya.

Tidak etis dan tidak manusiawi bila Anda hanya pandai mengorek kekurangan istri, namun Anda tidak mahir dalam menemukan kelebihan-kelebihannya. Buktikan Saudaraku, bahwa Anda benar-benar seorang suami yang berjiwa besar, sehingga Anda peka dan lihai dalam membaca kelebihan pasangan Anda.

Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu peka dan mahir dalam membaca segala hal, termasuk suasana hati istrinya. Aisyah mengisahkan,

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنِّي لَأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً، وَإِذَا كُنْتِ عَلَيَّ غَضْبَى . قَالَتْ: فَقُلْتُ مِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ، فَقَالَ: أَمَّا إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِيْنَ لاَ وَرَبِّ مُحَمَّدٍ، وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لاَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ. قَالَتْ: قُلْتُ أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَهْجُرُ إِلاَّ اسْمَكَ

“Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Sungguh, aku mengetahui bila engkau ridha kepadaku, demikian pula bila engkau sedang marah kepadaku.’ Spontan, Aisyah bertanya, ‘Darimana engkau dapat mengetahui hal itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Bila engkau sedang ridha kepadaku, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad. Adapun bila engkau sedang dirundung amarah, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’’ Mendengar penjelasan ini, Aisyah menimpalinya dan berkata, ‘Benar, sungguh demi Allah, wahai Rasulullah, ketika aku marah, tiada yang aku tinggalkan, kecuali namamu saja.’” (Muttafaqun ‘alaihi)

Demikianlah teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau begitu peka dengan suasana hati istrinya, sehingga beliau bisa membaca isi hati istrinya dari ucapan sumpahnya. Walaupun Aisyah berusaha untuk menyembunyikan isi hatinya, tetap bermanis muka, senantiasa berada di sanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berbicara seperti biasa, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat menebak suasana hatinya dari perubahan cara bersumpahnya. Luar biasa, perhatian, kejelian, dan kepekaan yang tidak ada bandingnya.

Tidak mengherankan, bila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Orang terbaik di antara kalian ialah orang yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik di antara kalian dalam memperlakukan istriku.” (Hr. At-Tirmidzi)

Bagaimana dengan Anda, Saudaraku? Dengan apa Anda dapat mengenali dan meraba suasana hati pasangan Anda?

Saudaraku, tidak ada salahnya bila sejenak Anda kembali memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam benak Anda. Selanjutnya, bandingkan gambaran istri idaman Anda dengan gambaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kaum wanita berikut ini,

الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ

“Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Pada riwayat lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَسْتَقِيمُ لَكَ الْمَرْأَةُ عَلَى خَلِيقَةٍ وَاحِدَةٍ وَإِنَّمَا هِيَ كَالضِّلَعُ إِنْ تُقِمْهَا تَكْسِرْهَا وَإِنْ تَتْرُكْهَا تَسْتَمْتِعْ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ

“Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan. Sesungguhnya, wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah. Adapun bila engkau biarkan begitu saja, maka engkau dapat bersenang-senang dengannya, (tetapi hendaklah engkau ingat) ia adalah bengkok.” (Hr. Ahmad)

Nah, sekarang, silakan Anda mengorek memori Anda tentang wanita pendamping hidup Anda. Temukan berbagai kelebihan padanya, dan selanjutnya tersenyumlah, karena ternyata istri Anda memiliki banyak kelebihan.

Lalu, bila pada suatu hari Anda merasa tergoda oleh kecantikan wanita lain, maka ketahuilah bahwa sesuatu yang dimiliki oleh wanita itu ternyata juga telah dimiliki oleh istri Anda. Maka, bergegaslah untuk membuktikan hal ini pada istri Anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

“Bila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu! Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal yang dimiliki oleh wanita yang engkau lihat itu.” (Hr. At-Tirmidzi)

Demikianlah caranya agar Anda dapat senantiasa puas dan bangga dengan pasangan hidup Anda. Anda selalu dapat merasa bahwa ladang Anda tampak hijau, sehijau ladang tetangga, dan bahkan lebih hijau.

Selamat berbahagia dengan pasangan hidup yang telah Allah karuniakan kepada Anda. Semoga Allah memberkahi bahtera rumah tangga Anda.

Sebaliknya, sebagai calon istri, Anda juga berhak untuk mendambakan pasangan hidup yang tampan, gagah, kaya raya, pandai, berkedudukan tinggi, penuh perhatian, setia, penyantun, dermawan, dan lain sebagainya.

Betapa indahnya gambaran rumah tangga Anda, dan betapa istimewanya pasangan hidup Anda, andai gambaran Anda ini dapat terwujud. Bukankah demikian, Saudariku?

Saudariku, setelah Anda menikah, benarkah seluruh kriteria suami ideal yang pernah menghiasi lamunan Anda ini terwujud pada pasangan hidup Anda?

Bila benar terwujud, maka saya ucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat, dan bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati.

Besarkan hatimu, wahai Saudariku! Percayalah, bahwa pada pasangan hidup Anda ternyata terdapat banyak kelebihan.

Bila selama ini, Saudari ciut hati karena suami Anda miskin harta, maka tidak perlu khawatir, karena ia penuh dengan perhatian dan tanggung jawab.

Bila selama ini, Saudari kecewa karena suami Anda ternyata kurang tampan, maka percayalah bahwa ia setia dan bertanggung jawab.

Andai selama ini, Saudari kurang puas karena suami Anda kurang perhatian dengan urusan dalam rumah, tetapi ia begitu membanggakan dalam urusan luar rumah.

Juga, andai selama ini, sikap suami Anda terhadap Anda kurang simpatik, maka tidak perlu hanyut dalam duka dan kekecawaan, karena ia masih punya jasa baik yang tidak ternilai dengan harta. Ternyata, selama ini, suami Anda telah menjaga kehormatan Anda, menjadi penyebab Anda merasakan kebahagiaan menimang putra-putri Anda.

Saudariku, Anda tidak perlu hanyut dalam kekecewaan karena suatu hal yang ada pada diri suami Anda. Betapa banyak kelebihan-kelebihan yang ada padanya. Berbahagia dan nikmatilah kedamaian hidup rumah tangga bersamanya.

Berlarut-larut dalam kekecewaan terhadap suatu perangai suami Anda dapat menghancurkan segala keindahan dalam rumah tangga Anda. Bukan hanya hancur di dunia, bahkan berkelanjutan hingga di akhirat kelak.

Saudariku, simaklah peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Agar anda dapat menjadikan bahtera rumah tangga Anda seindah dambaan Anda.

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ، قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Aku diberi kesempatan untuk menengok ke dalam neraka, dan ternyata kebanyakan penghuninya ialah para wanita, akibat ulah mereka yang selalu kufur/ingkar.” Spontan, para shahabat bertanya, “Apakah yang engkau maksud adalah mereka kufur/ingkar kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka terbiasa ingkar terhadap perilaku baik, dan ingkar terhadap jasa baik. Andai engkau berbuat baik kepada mereka seumur hidupmu, lalu ia mendapatkan suatu hal padamu, niscaya mereka begitu mudah berkata, ‘Aku tidak pernah mendapatkan kebaikan sedikit pun darimu.’” (Muttafaqun ‘alaihi)

Anda mendambakan kebahagian dalam rumah tangga?

Temukanlah bahwa kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagian berumah tangga kepada Anda.

Percayalah Saudariku, suami Anda adalah pasangan terbaik untuk Anda.

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kepadanya, ‘Silakan engkau masuk ke surga dari pintu mana pun yang engkau suka.’” (Hr. Ahmad dan lainnya)

Tidakkah Anda mendambakan termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan kebebasan masuk surga dari pintu yang mana pun?

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Saudaraku, mungkin selama ini Anda bersama pasangan hidup Anda, terus berusaha mencari pola rumah tangga yang dapat mendatangkan kebahagiaan untuk Anda berdua.

Anda berhasil menemukannya?

Bila Anda berhasil, maka saya ucapkan selamat berbahagia. Adapun bila belum, maka segera temukan kunci keberhasilan rumah tangga Anda pada firman Allah berikut,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.” (Qs. al-Baqarah: 228)

Hak pasangan Anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada Anda. Semakin banyak Anda menuntut hak Anda, maka semakin banyak pula kewajiban yang harus Anda tunaikan untuknya.

Shahabat Abdullah bin ‘Abbas memberikan contoh nyata dari aplikasi ayat ini dalam rumah tangganya. Pada suatu hari, beliau berkata, “Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.’

Aku pun tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah juga telah berfirman,

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

‘Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.’” (Hr. Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabari)

Bagaimana dengan dirimu, wahai saudara dan saudariku? Kapankah Anda berdandan? Ketika sedang berada di rumah atau ketika hendak keluar rumah? Selama ini, sejatinya, untuk siapa Anda berdandan? Benarkah Anda berdandan untuk pasangan Anda, ataukah Anda berdandan dan tampil menawan untuk orang lain?

Saudaraku, bahu-membahu, saling melengkapi kekurangan, dan saling pengertian adalah salah satu prinsip dasar dalam membangun rumah tangga. Tidak layak bagi Anda untuk berperan sebagai penonton setia ketika pasangan Anda sedang mengerjakan pekerjaannya. Usahakan sebisa Anda untuk turut menyelesaikan pekerjaannya. Demikianlah, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dalam rumah tangga beliau.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan,

كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sebagian pekerjaan istrinya, dan bila beliau mendengar suara azan dikumandangkan, maka beliau bergegas menuju ke mesjid.” (Hr. Bukhari)

Constance Gager, ketua studi sekaligus asisten profesor di Montclair State University, Montclair, New Jersey, mengadakan penelitian tentang hubungan perilaku suami-istri dengan keromantisan dalam bercinta. Ia mengelompokkan para suami yang menjadi objek penelitiannya ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah suami-suami yang tidak peduli dan jarang membantu pekerjaan istri. Kelompok kedua adalah suami-suami yang sering turut serta dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga istri.

Hasilnya luar biasa! Suami di kelompok kedua, yaitu yang sering membantu pekerjaan istrinya, terbukti lebih romantis dan lebih sering memadu cinta dengan pasangannya. Hubungan yang harmonis dan indah, begitu kental dalam rumah tangga mereka.

Sejatinya, penemuan ini bukanlah hal baru, karena secara logika, suami yang dengan rendah hati membantu pekerjaan istrinya pastilah lebih dicintai oleh istrinya. Tentunya, ini memiliki hubungan erat dengan keromantisan suami-istri dalam bercinta.

Sebaliknya, istri yang peduli dengan pekerjaan suami, pun akan mengalami hal yang sama.

Nah, bagaimana dengan diri Anda, wahai Saudaraku?

Selamat membuktikan resep manjur ini! Semoga berbahagia, dan hubungan Anda berdua semakin romantis dan harmonis.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis: Ustadz Arifin Badri, Lc., M.A.

===
catatan kaki:
[1] Para ulama pensyarah hadits menjelaskan bahwa bubur daging adalah makanan paling istimewa di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih-lebih bubur daging mudah pembuatannya dan selanjutnya mudah pula menelannya.

Sumber:

PengusahaMuslim.com

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Pengertian Kaidah Fiqih, Barakallahu Laka Wabaraka Alaika Wajama'a Bainakuma Fii Khair, Kenapa Harus Berhijab, Gambar Iblis Wanita, Keputihan Dalam Islam, Hukum Iman Kepada Malaikat, Poster Kajian Ramadhan, Bacaan Niat Sholat Rawatib, Jilbab Menggoda, Muslimah Dari Belakang

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

122 Comments

  1. @ Ustadz Muhammad Arifin Badri

    Antum, akhir-akhir ini, tulisan-tulisannya kok mulai melankolis ya… ~senyum~

  2. nasehat yang bagus sekali makasih ustd jazzakallahu khoir

  3. Alhamdulillah
    terima kasih sekali artikelnya, sangat membesarkan hati
    Jazakillah

  4. Ustadz, mau ikut-ikutan melankolis…

    Ibnul Qayyim manukilkan sebuah pernyataan menarik:

    Apa yang kau perbuat sekiranya kau mendapatkan pujaan hatimu? Ia menjawab

    ??? ???? ???? ????? ????? ???? ????? ?????? ????? ??? ???? ??? ???? ??? ???? ???? ????? ??? ?? ???? ???? ?? ????

    Aku akan menyenangkan mataku dengan memandangnya…
    serta menenteramkan hatiku dengan menyebut-nyebut namanya…
    dan berbincang-bincang dengannya….
    Aku akan menutupi bagian dirinya yang tidak ingin dia singkap…
    dan aku tidak akan melakukan tindakan buruk sehingga menyebabkan keretakan hubungan….

    (???? ?????? ?????? ??? ??? ?? ?????? ??????, ibnul qayyim)

    tetapi itu hanya kita tujukan untuk orang yang telah dihalalkan bagi kita…

    Baarakallah fiik ustadz, ditunggu artikel melankolis antum yang lain. ^^

  5. nasehat nya bagus banget….trimakasih ya….ini bisa jadi bekal aku nanti dalam mengarungi rumah tangga…

  6. sulistiawati

    resep rumah tangga yg tepat …
    mudah2an ini bermanfaat buat diri saya pribadi sbgai bekal jika menikah nanti..
    makasih ya!!!

  7. Subhanalloh indah bangett…^_^
    minta izin share jazakalloh…

  8. octavina ismail

    assalamu’alaikum warrohmatullahiwabarokatuh

    ana pling suka artikel ini, kdng sring trbersit dihati…arggghhhh suamiku….!!
    jazakallah tuk artikelnya,smoga lbih baik kdepannya…..

    wassalam

  9. assalamu’alaikum
    idzin mau nyontek artikelnya… syukran.. wa jazakumullahu khairan…

  10. istri ana senang sekali dengan artikel ini dan meminta ana untuk membacanya, alkhamdulillah.. sukron ya Ustadz Arifin Badri.

  11. rachmi okatarina

    ijin share

  12. urfiah umar

    Subhanallah,izin copas ustadz…

  13. ana izin share ya, jazzakillah khoir

  14. izin copas

  15. Assalamu’alaikum… ana izin copas yah… Jazakumullah khoir

  16. izin copaz ya…

  17. Kartini Khafid

    Assalamu ‘alaikum
    Afwan,ana minta izin copy yah..
    Jazakillah khairan katsiran

  18. izin share ya…trm ksh ustad atas nasehatnya jazzakallahu khoir

  19. artikelnya …
    indah..indah..indah..

  20. pencerahan yg bgs bgt buat keluarga di era ini, smoga mjd lbh baik ke dpnnya amin3x…

  21. harmen yusuf

    Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ust Arifin , sangat bermamfaat menambah ilmu syar’i. mohon izin untuk di copy dan di sampaikan ke saudara2 kita yg lain. Jazakumullahi khoir

  22. subhanallah.. izin share ustadz
    jazakallah

  23. Assalamualaikum
    Alhamdullilah bs menjadi bekal yang berharga dimasa depan…
    ana izin copas yah
    Jazakumullah khoir

  24. Assalamu’alaykum
    Subhahallah…indah…adil…sangaaattt..berimbang
    izin copy ustadz…
    Jazakumulloh khoiron katsiron…

  25. Ananda Nisa

    jazakumulloh khoiron..
    izin share ya…

  26. Ijin share

  27. mohon izin kopas. terima kasih

  28. Arudji ani

    Jazakumullahu khoiron

  29. ahmad rifai

    PAK, ijinkan saya copy begitu bermanfaat artikel ini…semoga berkah

  30. posting ttg pacaran donk..
    n apa sih yg baikny harus dilakukan wanita utk medaptkan jodohny selain berdoa???

  31. trimakasih, artikelnya sangat berkesan. smoga bermanfaat.

  32. Alhamdulillah
    terima kasih sekali artikelnya, sangat membesarkan hati
    Jazakillah

    izin share ya..syukron

  33. Subhanallah . . .
    Ma ajmala an-nashihah…
    Dan pernikahan begitu indah terdengar…

  34. minta ijin u d share yee, smg bermanfat artikelnya. tx

  35. ijin share akh… jazakumullah khairan…

  36. Jazakallah khair..nice..izin share ustd..

  37. jazaakallahu khoir sudah mengingatkan. tulisan ustadz bikin tentrem. jd ingat jaman dulu belum nikah, ga sedikit ikhwan n akhwat kalo cari “pasangan” banyak banget kriterianya. inilah itulah, sampai mungkin kelupaan berkaca diri. setelah nikah n punya cermin, baru benar2 “berkaca”. ternyata…. kadang kenyataan jauh dari angan2, kadang angan2 benar2 menjadi kenyataan. tapi seindah apapun angan2, kita harus terima kenyataan, ridho, dan berbesar hati…. itulah yang terbaik yang Allah berikan, amin

  38. bagus…aku share ya buat di fb….
    trims…^_^

  39. subhanallah begitu indah, jazzakalloho khoir
    andai saja…. semoga…. suamiku mau membacanya… suamiku orang yang sempurna dan tak ad yg pantas mjadi guru baginya (astaghfirullah… angkuhnya suamiku), ya Allah bukakanlah mata hatinya…

  40. @ Ukhti Risna…
    Web ini hanya berusaha menyuguhkan artikel yg sesuai dengan tuntutan islam, adapun pacaran itu sndiri bukan termasuk syariat islam. Seyogyanya kita sebagai umat islam menjauhi perbuatan ini dan menghindari segala jalan yang mengarah kesana.

    Selain berdoa tentunya wanita berikhtiar dan berusaha agar bersegara mndptkn jodoh. Salah satunya dg meminta tolong bapak atau abang,om,paklek,pakde atau mahram lainnya untuk mencarikan laki-laki shalih yg bagus agama dan akhlaknya yg bersedia menikahi kita.

    Smoga Allah bersegera mengaruniakan Ukhti suami yang shalih dn memudahkan semua urusanmu,amin.

  41. Subhanallah,izin copas ustadz

    Semoga bisa menjadi bekal nanti dalam mengarungi rumah tangga

  42. alhamdulillah jika semua para suami dan para isteri mempraktik kn kehidupan begini pasti kurang penghuni neraka.. wlu pun aruah suami ku tidak semulia begitu perangai nya, tapi aku tahu dia benar2 syg pada aku setiap kesilapan yg dilaku kn cuma sebagai melatah atau nak kan perhatian dari aku atau memang sikap keegoan kelelakian nya. namun aku tetap berbangga aruah selalu kembali kepangkal jalan dan mohon maaf dari ku, dan kembali membahgia kan aku dan anak2 wlu pun kdang2 mmang amat meluka kn dn teramat perit.. tapi aku tetap maaf kn kerana aku amat syg dan cinta pada nya lebih2 lgi kerana anak2.. sehingga hari ini aku masih syg dn rindu pada nya kerna itu belajar jadi tabah dan igin mendekat kan diri dgn allah dan rasullah aku ingin menjadi seorang islam yg sygi allah dn rasullulah saw.aku ingin hidup ku dn mati ku dlm islam yg beriman.

  43. bila mbaca atikel ini terasa amat bahagia bila dihargai oleh insan yg bergelar suami.tapi kehidupan didunia ini amat.. namun aku amat bahgia bergelar seorang isteri yg allah pinjam kan seorang lelaki yang memberi ku kasih sayang dan pahit maung kehidupan selama 26thn aku tetap menghargai nya. aku anak yatim piatu,seorg ibu 4org ank perempuan.wlu pun saya tk dapat merasa kan kebahagian sepenuh seperti atikel diatas namun saya tetap berbangga mempunyai suami seperti aruah suami saya. saya amat menyayangi nya bagi saya pahit maung kehidupan itu lah yg membuat kn saya merasa saya ada lh the best woman in the world yg mana aruah meninggal sempat memeluku dlm nafas terakhir dgn kata”allahuakbar ma papa pergi dulu ma” jadi kenangan abadi.. semoga allah mengampon kn segala dosa nya dunia akhirat dn beri terbaik dn lebih baik dari kehidupan nya sebelum ini dan sya telah mengampun kn segala dosa nya pada saya dunia dan akhirat dan telah saya halal kn makan minum nya yang datang dari titik peluh saya.semoga allah mencucuri rahmat keatas roh nya alfatihah..

  44. assalamualaikum,,,artikel yang bagus,,,sebagai bahan renungan kembali bersama sy dan suami…menjadikan kami lebih bisa mengerti,memahami,menghormati,mencintai,dan lebih mensyukuri apa yang telah ditetapkanNya…dan berusaha menciptakan baitijannati dalam cintaNya…jazakallahu khoir

  45. lennyshari

    semoga menjadi renungan buat kita semua apakah kita sudah berprasangka baik buat pasangan kita

  46. lennyshari

    ijin share pak ustadz

  47. @ Ukhti Rozi,
    semoga Allah memberkahimu dan memebri pahala atas kesetiaanmu sbg istri..dan semoga Allah mengampuni, merahmati dan memaafkan suamimu dan melapangkan kuburnya…amin.
    oiya, ada catatan istimewa buat Ukhti,tentang hadiah fatihah kepada mayyit,silahkan klik link bermanfaat ini..
    http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=912

  48. Ana ijin copas.. Jazakumulloh…

  49. M Rizal Giriyanto

    Shubhanallah,, Resep yang wahhh..
    bs mnjadi bekal qt khusunya yang belm pada nikah,nanti ketika ana Mneyempurnakan Diin ini. mudah-mudahan bs diaplikasikan Insya Allah,
    ijin Copas n share ya ust? Barokallhu fiikum.

  50. M Rizal Giriyanto

    Shubhanallah,, Resep yang wahhh..
    bs mnjadi bekal qt khusunya yang belm pada nikah,nanti ketika ana Mneyempurnakan Diin ini. mudah-mudahan bs diaplikasikan Insya Allah,
    ijin Copas n share ya ust? Barokallahu fiikum.

  51. Reni Arsiyanti

    Nasehatnya sangat menyentuh hati… Share ya ustad…

  52. terimakasih atas artikelnya,,,
    mudah2an kelak sy bisa menjadi istri yg sholihah, dan bersama suami kelak bsa membangun keluarga yg sakinah mawaddah warahmah.

  53. Abdullah zaen

    Ust, ana ktika membaca artikel Antm&komentar para pmbaca, kdua mata ana brkaca2 skaligus trsenyum. Bkaca2 krn tharu dg isi tlsn antm yg mg bmanfaat u qta smua u mningktkn kualits khidpn rmh tngga qta. Pbanyak tulisn srupa ust! Trsenyum krn tringt obrolan qta dg seorg bujangan yg kbelet nikah, namun mnsyaratkn seabreg kriteria wanita ideal; pinter, cntik jelita, putih, tinggi, kaya dll, lalu Antm jwb dg 1 kata: “wanita yg antm inginkn adanya di surga akh!” (alias bidadari). Ya, memang msh byk d antr kaum pria yg ‘trlalu idealis’ dlm mcari calon istri, namun tdk dibarengi dg ‘bkaca’ &mningktkn diri.. Slamat ust, kmi tungg tlsn Antm brikutx!

  54. Assalamu’alaikum, salam silaturrahim buat semua saudaraku, alhamdulillah ada artikel seperti ini,semoga ilmu baru ini bisa bermanfaat bagi diri saya dfan keluarga, semoga kita para suami bisa menjaga amanah yang Allah titipkan kepada kita, semoga istriku menjadi yang sholehah,menjadi penyejuk bagi rumah tanggaku,didunia & akhirat,amin..

  55. bismillah
    alhamdulillah.iya semoga bisa.
    amin…
    insyaalloh

  56. Assalamu’alaikum wrwb,
    Terimakasih atas artikelnya ust…..Ijin share ya…..Syukran.

  57. umi syifa

    subhanallah…mohon doanya dari antum sekalian agar ana dan suami dapat menjadi pasangan yang saling bahu membahu seperti dalam artikel antum.karna ana dan suami sedang dalam masalah besar… smg ana dapat berkumpul lag dengan suami dan anak yang amat ana sayangi.amiin

  58. Assalamualaikum Wr. Wb
    Ustaz, mohon doanya, agar ana bisa aplikasikan makna tulisan antum dalam rumah tangga saya.
    saran. Mohon tulisan2 serupa yg terkait dengan kerumahtanggan, krn ana yakin dengan kuatnya rumah tangga secara islami maka kuat juga bangsa dan negara ini dalam menjalankan ajaran Islam, amin

  59. octavina ismail

    assalamu’alaikum warrohmatullahiwabarokatuh

    ana izin share ya……. jazakalloh

  60. Nathalia Nugroho

    Assalamu’alaikum wr.wb..
    Alhamdulillah… saya menemukan arikel ini, jadi sedikit banyak kembali mengingat hak dan kewajiban istri kepada suami dan sebaliknya. Subhanallah… terima kasih Ummi. Saya tunggu artikel selanjutnya mengenai rumah tangga…
    Wassalamu’alaikum.

  61. Abu Salma

    Syukron artikelnya. Menambah semangat dalam berumah tangga. Mohon ijin copy untuk di paste ditempat lain

  62. izin mengcopy artikel ini ust. jazaakallaahu khoiron…

  63. artikelnya bagus banget….ijin share ya,trimakasih

  64. Subhannalloh bgus bgt, mhon izin copy.trimakasih ustadz

  65. akmal setiawan

    assalamualaikum.. sebelumnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena dimuatnya artikel di atas, kebetulan saya belum menikah.. mohon doanya agar dapat mencontoh rasul dalam berumah tangga nanti.. amin, walaikumsalam.

  66. Subhanallah…syukro ustazd atas artkelnya yang sangat inspoiratif..

  67. Iqbal gunawan

    Artikelnya masya allah ustadz,

  68. muslimahBaru

    assalamualaikum…
    subhanaAllah bagus sekali artikel d paparkn..moga sy dapt mnjadi isteri solehah juga suami yg soleh jua..
    mohon izin copy utk kongsi besama teman.

  69. Assalamualaikum wr.wb,

    Mudahan saya bisa menjadi istri yang sholihah bersama suami saya, mohon ijin copy artikel ini ukhti..

  70. rumput kecil

    assalamu’alaikun ukhti

    afwan ukhti perkenenkan ane memperkenalkan diri ane,ane adalah hamba ALLAH yang sangat membutuhkan ilmu,mohon share dg ane ukhti….

    ane pernah mendengar juga tentang hadis nikahikah eanita karena 4 perkara tetapi definisina asdalah:
    1.hartanya>nikahilah wanita yang mau menerima hidup apa adanya,au diajak untuk hidup zuhud
    2.kecantikan>nikahilah wanita yang cantik hatinya
    3.ketuunan/kehormatan>nikahilah wanita akrena keturunan orang yang baik/yang dapat menjaga ma’ruahnya
    4.agamanya> niahilah wanita wanita yang baik agamanya karena inilah yang terbaik

    maaf ukhti disini ane belum tahu persis ini riwayat siapa
    ane sekedar ingin mencari ilmu

    ukhti mohon share ilmuke ane ukh sykran,jazaakillah khoir

    • @ Rumput Kecil
      Wa’alaikumussalam,
      MUngkin maksud anti hadits yang bunyinya berikut ini,

      ???? ???? ?????? ???? ??????? ???????? ?????? ???? ??????? ????? ???? ???????? ??????? ???: ” ??????? ??????????? ????????: ?????? ?????????? ??????????? ????????: ????????? ????? ???????? ??????? ??????? ” ???????? ????????
      hadits tersebut riwayat Bukhari dan Muslim

  71. ana ijin copas, sukron…

  72. ijin share ya..mksh

  73. bagus dan saya suka itu. tks

  74. aslm. izin ngopy yah…

  75. Assalaamu ‘alaikum. izin share buat teman2 ya ustad !

  76. jazakallah ya ustadz atas ilmunya..
    semoga saya menjadi istri yang selalu memperbaiki diri, bersyukur, dan lebih sabar menghadapi bahtera rumah tangga.
    Bila kekurangan pd suami dlm hal harta bisa dimaklumi, kekurangan dlm hal fisik bisa diterima tapi BAGAIMANA jika kurang dalam ILMU??? karena menurut ana ini hal yg cukup menyulitkan. Bagaimana nasehat ustadz dlm menghadapi masalah ini?

  77. Sumiati Samiun

    Salamkum.wr.wb.
    terima kasih ukhti,, artikelnya bagus sekali,, semoga kita termasuk istri-istri yang sholeha amieeennn.

  78. BAARAKALLAHU FIKA

  79. Assalamu’alaykum..

    Ustadz, saya mohon ijinnya utk share..

    Jazakallah khairan..

  80. izin share syukron

  81. bunda yusuf

    Alhamdulillah wa syukurillah.. terima kasih Ya Allah atas segalanya

  82. terima kasih atas artikelnya benar-benar membantu saya dlm belajar tuk jadi istri yg solehah..

  83. ummu nadhif

    Assalamu’alaikun ustadz… artikel ini sangat mbuka mata bathin saya… utk brusaha dan bsabar menjadi istri sholehah yg mnyenangkan bagi suami… Barakallahu fiik, ustadz..

  84. ijin Copy paste boleh??? sangat menyentuh hati dan ingin saya jadikan koleksi bacaan untuk saya dan keluarga di blogg saya…..

  85. subhanallohu, ana buka artikel setelah ana ikut kajian walimah teman ana yang diisi oleh ust.abdullah zaen.. sungguh artikel yang bisa menggugah mata batin ana, jazzakallohu khoiron katsiron

  86. Must be Like This to be Happy,.. Tks

  87. bagus….tapi ada beberapa kata yg menyinggung perasaan hati saya…..

  88. ummu fauzi

    ana izin copas y, syukron…^_^

  89. khaerudin

    terima kasih untuk artikelnya, untuk renungan diri ini

  90. arfian moeslim

    begitu indah hdup berada dlm tuntunan islam

  91. mohammad andhik

    masya allah, semoga saya dan keluarga dapat mewujudkannya, sehingga bahagia dunia akhirat dan dapat bertemu di surga kelak, amin.syukron ustadz atas nasehatnya.

  92. wiwiksusiyawati

    Subhanalloh…semoga kita mjd istri yg solikha dan termasuk orang2 yang selalu mdt rahmat dr Alloh swt…share ya ustad

  93. Walau saya telah menjadi ayah 4 orang anak dan telah berkeluarga sejak 1987..sambil membaca tetep aja menetes air mata ini, Maha Besar Alloh dengan Firman dan Rasulnya….trims sentilan lewat artikelnya…share dari tercantik istriku tercinta…saya share lagi ya ustadz…

  94. Artikel yang sangat bagus . . .

    Sangad menyentuhh . . .

    syukron . .

  95. artikel ini sangat menyentuh sekali, pas dengan keadaan rumah tangga kami.
    terimakasih atas pencerahannya.
    semoga Allah membalas kebaikan anda….. :)
    mohon doanya agar kami sekeluarga bisa bisa lebih bersyukur dan berbahagia.

  96. Syukran ust…
    Ijin share…

  97. SUBHANALLAH,,,,
    pada setiap kekurangan kita,,, selalu ada penutup pada pasangan kita,,,,
    trims…..
    jazakumullah khoiro

  98. fitri tahartati

    subhanallah,,,menarik sekali,,,
    mudah-mudahan nanti kita semua bisa mendapatkan yg lebih baik lagi,,

  99. ummu aisyah

    izin copas ya…syukron..

  100. I like it

  101. ijin share ustadz

  102. ummu harits

    Ijin share..

  103. ummu Almas

    izin share untuk tausyiah dan copi banyak untuk teman2 ya…jazaakallah khaer

  104. abumusa abdulmalik suradi

    Nasehat yang indah,ijin share ustadz

  105. mohon izin dan ridhanya untuk share.
    jazakallah.

  106. aisyah ummu ibrohim

    bismillah
    ya,benar!
    suamiku bukan malaikat dan………akupun juga bukan bidadari!
    aku,suamiku,dan kita semua hanyalah manusia yang penuh dengan kekurangan dalam setiap aspek kehidupan kita(begitu pun kehidupan bahtera rumah tangga kita)dan sedang tertatih menuju sempurnanya kebahagiaan dan kepuasan…
    disana,di negri yang segala di dalamnya hanyalah kebahagiaan,kepuasan,kenikmatan tiada tara tanpa sedikitpun meninggalkan celah kekecewaan.
    al jannah!semoga kita bisa segera sampai di sana.amiiin…

  107. ummu faiz bintu sahlan

    Alhamdulillah, saya membaca ini atas rekomendasi ustadz Abdullah Zain, Purbalingga

  108. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,izin copy dan paste ya ustad,barokallahu fiik

  109. Bagus.. Izin share kaka

Leave a Reply