fbpx
Donasi Web Donasi Web

Mereka Berupaya Mencampakkan Kehormatan Muslimah

Mereka Berupaya Mencampakkan Kehormatan Muslimah

Bismillahirrahmanirrahim..

“Ini adalah risalah yang kami ketengahkan untuk semua orang dalam upaya meneguhkan kaum wanita mukminah agar tetap berada di atas kehormatannya.” –Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah

Dewasa ini kaum wanita mukminah sedang dilingkupi oleh berbagai macam bahaya yang datang dari semua arah. Yaitu dengan dihadirkannya berbagai penyakit syubhat dalam aqidah dan ibadah serta penyakit syahwat dalam dalam akhlak dan kemasyarakatan. Kemudian menanamkannya dalam kehidupan kaum muslimin dengan strategi yang buruk sebagai upaya untuk memerangi islam serta konspirasi paling jahat yang diarahkan kepada umat islam.

Kesemua ini muncul dibalik propaganda kaum westernis yang busuk dan semboyan-semboyan menyesatkan mereka dengan mengatasnamakan: Hak-hak kaum wanita, kesetaraan gender, kebebasan kaum wanita, dan lainnya. Mereka mengambil seruan-seruan itu dengan akal yang sangat sempit serta pemikiran yang kerdil. Mereka menyerukan itu ke negara-negara islam dan komunitas masyarakat yang baik. Tujuan mereka adalah untuk melepas dan mencampakkan hijab, menyebarkan tradisi tabarruj, berpenampilan seronok, porno, dan ikhtilat.

Mereka berkata bahwa islam mengekang dan merendahkan kaum wanita. Benarkah?

Untuk mengetahui betapa islam memuliakan wanita mari kita simak kedudukan wanita pada Pra dan Pasca Islam..

Kedudukan Wanita Sebelum Islam

Yang dimaksud dengan masa sebelum Islam adalah masa jahiliyah, yaitu suatu keadaan yang suram dan jauh dari risalah serta hilangnya jalan kebenaran, yang dialami bangsa arab khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya. Umat manusia hidup dalam kebobrokan moral, kecuali beberapa orang ahli kitab, dan kondisi kaum wanita saat itu sangat memprihatinkan. Mereka hidup dalam keadaan menderita, merana dan teraniaya bahkan ada di antara mereka yang dikubur dalam keadaan hidup hingga mati.

Sebuah bentuk kebencian masyarakat terhadap anak perempuan dan membiarkan hidup terhina, sebagaimana firman Allah,

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (٥٨)يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (٥٩)

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi khabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. Al-Nahl: 58-59)

Apabila anak perempuan selamat dari pembunuhan keji tersebut, maka ia hidup dalam keadaan terhina dan tidak berhak mendapatkan harta warisan dari kerabatnya, meskipun harta warisan mereka sangat melimpah ruah, sementara wanita hidup miskin. Tradisi bangsa Arab saat itu, hanya memberi harta warisan kepada kaum laki-laki saja, bahkan sang wanita dianggap warisan seperti harta benda, dan ada pula seorang laki-laki menikah dengan banyak wanita tanpa memperhatikan prinsip keadilan, sehingga kaum wanita hidup menderita dan teraniaya.

Kedudukan Wanita Pasca Islam

Setelah Islam datang, seluruh bentuk penindasan terhadap kaum wanita dihapus dan kaum wanita diberikan hak-hak hidup secara wajar, Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.” (QS. al-Hujurat:13).

Allah menjelaskan dalam ayat di atas bahwa wanita memiliki kedudukan yang setara dengan laki-laki dan memperoleh hak-hak kemanusian dan juga wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam masalah pahala dan dosa akibat dari amal perbuatan mereka. Allah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Dan Allah menyatakan haram menjadikan wanita sebagai bagian dari harta warisan sebagaimana firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.” (QS. An-Nisa’: 19)

Bahkan Islam telah menjadikan kaum wanita sebagai makhluk merdeka bukan diwariskan namun menerima warisan, sebagaimana firman Allah,

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (٧ (

“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.” (QS. An-Nisa’: 7)

Dalam hal menikah, laki-laki hanya boleh menikahi empat wanita dengan syarat mampu bersikap adil dan mampu mempergauli mereka secara baik sebagaimana firman Allah,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa’: 19)

Akhirnya kita mengetahui dari uraian singkat ini tentang kondisi wanita pada abad yang lampau.

Tiada henti-hentinya kezhaliman yang mengundang bencana, undang-undang yang diberlakukan dan diterapkan bagi wanita yang tidak berdosa karena mereka lemah dan busuknya adat kaumnya hingga Islam datang mengharamkannya dan merombaknya.

Dan sekarang…

Kita lihat betapa para wanita merasakan nikmat hidup di bawah naungan Islam dengan derajat yang tinggi dalam masalah penjagaan dan perlindungan.

Islam telah memberikan hak-hak manusiawinya secara sempurna, menjaga mereka dari pelecehan syahwat, fitnah seksual dan nafsu hewani. Islam menjadikan mereka termasuk salah satu unsur untuk membangun masyarakat, menjaganya, dan menyelamatkannya.

Wanita ibarat pedang bermata dua, apabila dia baik dan menunaikan tugas-tugasnya yang utama yang telah digariskan, maka ia laksana batu bata yang baik bagi sebuah bangunan masyarakat Islam yang memiliki karakter akhlak yang kuat dan keyakinan yang teguh.

Oleh karena itu, kita dapatkan bahwa Islam benar-benar memperhatikan peran wanita muslimah, yang sebenarnya mereka pulalah yang berada di belakang para pahlawan dan pemimpin agung yang telah mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan hingga mereka memasuki negara Asia, negara-negara Afrika, dan sebagian negara Eropa.

Sungguh benar sebuah pepatah, “Sesungguhnya di belakang setiap tokoh yang agung ada seorang wanita yang agung pula…”

Tidak diragukan lagi bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang memberikan penghormatan dan peran yang sangat besar terhadap wanita. Karena begitu besar dan pentingnya peran yang dimainkan oleh wanita, Islam memberikan perhatian yang besar pula terhadapnya, menjaganya, menyiapkannya, dan mengondisikannya sedemikian rupa agar dia layak untuk mengemban tugas besar dan peranan penting yaitu mencetak generasi unggulan.

Ibu adalah madrasah

yang bila kau siapkan dengan baik,

berarti engkau telah menyiapkan generasi yang terdidik

Akan tetapi…

Manakala seorang wanita menyimpang dari tanggung jawab utamanya yang telah digariskan islam untuk mereka, kemudian tampil dengan berbagai bentuk kejahatan, dan meninggalkan nilai-nilai kebaikan pada dirinya maka ketika itu posisinya berbalik menjadi sebilah pedang yang menyerang umat, merusak mereka dan menghancurkannya dengan kehancuran yang sebenar-benarnya.

Sungguh benar peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan bahaya wanita manakala mereka menyimpang,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan sesudahku fitnah yang lebih berat bagi seorang laki-laki melebihi fitnah wanita” (HR. Muslim, Thabrani, dan Ibnu Majah)

Sungguh para iblis musuh-musuh Islam memahami betul tentang peran penting wanita muslimah dalam membangun umat Islam. Oleh karena itu musuh-musuh Islam menyimpulkan bahwa cara yang paling jitu untuk menghancurkan Islam adalah dengan merusak akidah para wanita muslimah dan sengaja meletakkan wanita pada posisi yang rendah dan hina dengan tujuan agar mereka keluar dari garis tugas mereka yang utama. Selanjutnya mereka bermaksud untuk menjerumuskan mereka pada kecenderungan terhadap akhlaq yang tercela dengan menggunakan slogan-slogan yang keren seperti kebebasan wanita, toleransi, kemajuan, sekulerisme, kebangkitan wanita, melepas belenggu, modernisasi, reformasi dan slogan-slogan serta istilah-istilah lain yang sesat menyesatkan.

Telah diketahui bersama bahwa tersebarnya berbagai kemungkaran disebabkan sikap mendiamkan dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil, serta menyepelekan dosa-dosa yang dianggap kecil. Terlebih lagi bila kita juga bersikap diam ketika menyaksikan sejumlah besar dari orang-orang yang menyebar kerusakan, kaum westernis yang bersenjatakan pena untuk mempermainkan agama Allah dan syariat-Nya. Mereka memanfaatkan sarana media massa dan informasi. Mereka mengangkat tema-tema yang mungkar sebagai topik utama.

Baca juga: Bangga Menjadi Seorang Muslimah

Memang, kaum westernis tersebut telah banyak menulis tentang sisi-sisi kehidupan wanita. Mereka begitu dalam menjabarkan semua aspek pekerjaan bagi wanita, kecuali sisi keibuannya, fitrahnya, dan benteng kehormatannya.

Musibah yang beruntun, ucapan yang batil, serta ungkapan-ungkapan yang kosong tersebut telah membanjiri berbagai media massa dan lainnya dengan mengatasnamakan pembelaan terhadap hak-hak wanita, kebebasan wanita, persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua aspek hukum. Sehingga mereka dapat mencapai target jahatnya. Membuat muslimah menanggalkan hijab, meraih jilbabnya lalu mencampakkannya yang akan diikuti oleh tercampaknya berbagai kehormatannya.

Bila hijab telah terlepas, akan sirna nilai-nilai kehormatan, tersebar kehinaan, serta ajaran-ajaran agama diabaikan. Padahal wajibnya berhijab bagi wanita muslimah di hadapan kaum lelaki yang bukan mahram demi menjaga dan memelihara mereka dari serigala berbulu domba dari kalangan manusia, selain yang terpenting diatas segalanya, demi menaati Allah dan rasul-Nya.

Demikianlah, manusia digiring menuju kehinaan dan budaya Barat.  Hingga akhirnya kondisi mayoritas kaum wanita di dunia Islam mulai berlomba-lomba meniru Barat dan orang-orang kafir. Dan segala yang mengikutinya berupa pengobrak-abrikan batas-batas syariat, tersebarnya zina, kaum wanita yang kehilangan keperawanannya.

Berdasarkan hal ini, maka aku wasiatkan kepadamu dan juga diriku sendiri wahai wanita mukminah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dan menutup tubuhnya secara sempurna, yaitu dengan jilbab dan kerudung dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Sebagai sikap taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta untuk menjauhi sebab-sebab yang dapat menimbulkan fitnah.

Wabillahit taufiq.

***

Penulis:  Sheren Chamila Fahmi
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Referensi:

  • http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=633
  • Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakr Abu Zaid. Penerbit: Daar An-Naba’.
  • Mereka Adalah Para Shahabiyat, Mahmud Mahdi al-Istambuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi. Penerbit: At-Tibyan.
  • Ibunda Para Ulama, Sufyan bin Fuad Baswedan. Penerbit: Pustaka al-Inabah.
  • Wanita Muslimah Inilah Surgamu, Syaikh Abdullah bin Jarullah Alu Jarullah. Penerbit: Pustaka at-Tazkia.

 

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Wudhu Wanita, Dalil Tentang Haid, Etoro.com, Ceramah Sholat 5 Waktu, Aurat Wanita Dalam Shalat, Doa Dijauhkan Dari Fitnah Dunia Dan Akhirat, Hadits Tentang Rumah Tangga Sakinah, Isteri Nabi Ibrahim, Kehidupan Di Akhirat Menurut Islam, Obat Anti Galau

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

2 Comments

  1. Alhamdulillah.. indahnya berhijab

  2. baarakAllaahu fiykunna…

Leave a Reply