fbpx
Donasi Web Donasi Web

Ralat dari Redaksi

Bismillahirrahmaanirrahiim

Jazakumullahu khoiro atas koreksi dari akhuna yang telah melakukan pengecekan derajat hadits/kisah yang disebutkan pada artikel sebelumnya, “Dalam Setiap Ucapan Terselip Kebenaran” . Dan kami selaku redaksi juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca atas keteledoran kami dalam mengajukan artikel untuk dikoreksi oleh ustadz pengasuh.

Pemberitahuan ini sekaligus ralat dan permohonan kepada teman-teman yang kiranya telah mempublikasikan ulang di website-website pribadi atau semacamnya untuk menghapus atau menyampaikan ralat sebagaimana yang kami sampaikan berikut.

Berikut ini kami sampaikan koreksi tersebut:

Maaf setelah kami periksa, hadits ini DHAIF.

Hadits ini juga dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di Al Hilyah (279/9).
Lafadz hadits:
حدثنا الحسين بن عبد الله بن سعيد ثنا القاضي حمزة بن الحسن ثنا الأشناني ثنا أحمد بن علي الخراز قال سمعت أحمد بن أبي الحواري يقول سمعت أبا سليمان الداراني يقول حدثني شيخ بساحل دمشق يقال له علقمة بن يزيد بن سويد الأزدي حدثني أبي عن جدي سويد بن الحارث قال وفدت على رسول الله صلى الله عليه وسلم سابع سبعة من قومي فلما دخلنا عليه وكلمناه فأعجبه ما رأى من سمتنا وزينا فقال ما أنتم قلنا مؤمنين فتبسم رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال إن لكل قول حقيقة فما حقيقة قولكم وإيمانكم قال سويد فقلنا خمس عشرة خصلة خمس منها أمرتنا رسلك أن نؤمن بها وخمس منها أمرتنا رسلك أن نعمل بها وخمس منها تخلقنا بها في الجاهلية فنحن عليها إلا أن تكره منها شيئا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم وما الخمس التي أمرتكم رسلي أن تؤمنوا بها قلنا أمرتنا رسلك أن نؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله والبعث بعد الموت قال وما الخمس التي أمرتكم أن تعملوا بها قلنا أمرتنا رسلك أن نقول لا إله إلا الله ونقيم الصلاة ونؤتي الزكاة ونصوم رمضان ونحج البيت من استطاع إليه سبيلا قال وما الخمس التي تخلقتم بها أنتم في الجاهلية قلنا الشكر عند الرخاء والصبر عند البلاء والصدق في مواطن اللقاء والرضى بمر القضاء والصبر عند شماتة الأعداء فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ” علماء حكماء كادوا من صدقهم أن يكونوا أنبياء

Hadits ini lemah karena terdapat Alqamah bin Yazid bin Suwaid Al Azadi yang meriwayatkan dari ayahnya dan kakeknya. Adz Dzahabi berkata dalam Mizaanul I’tidal (135/5): “Ayahnya dan kakeknya MAJHUL, dan Ia (Alqomah) biasa meriwayatkan riwayat yang munkar, ia tidak dianggap”

Adz Dzahabi berkata dalam Mizaanul I’tidal (135/5):
علقمة بن يزيد بن سويد : عن أبيه عن جده / لا يعرف وأتى بخبر منكر فلا يحتج ب
“Alqomah bin Yazid bin Suwaid: Ia meriwayatkan dari ayahnya dan kakeknya. Ia (Alqomah) MAJHUL dan terdapat riwayat yang munkar darinya, ia tidak dianggap”.
Syaikhul Islam dalam Al Istiqamah (194/1) berkata: “Hadits ini MURSAL, ada riwayat yang musnad namun DHAIF, tidak shahih.”
Ibnu Rajab dalam Jami Al Ulum Wal Hikam (127/1) berkata: “Terdapat riwayat yang mursal dan muttashil. Namun yang mursal lebih shahih sanadnya”. Sehingga menurut beliau hadits ini MURSAL!
Syaikh Al Albani dalam takhrijnya terhadap kitab Al Iman Libni Abi Syaibah (114) membawakan riwayat lain bukan dari jalan Suwaid bin Yazid Al Azadi, namun dari Auf bin Malik, beliau berkata: “Hadits ini DHAIF karena MURSAL”.

Wallahu’alam.

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Donasi masjid al ashri pogung rejo

Donasi Masjid Pogung Dalangan

 

Profil penulis

2 Comments

  1. “membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah
    shalat pada permulaan waktu”

    itu kutipan saya dapat dari penceramah. apa itu hadits atau bukan?
    soalnya kata si penceramah itu hadits…

    terima kasih atas jawabannya

    • www.muslimah.or.id

      Wallahu a’lam. Kami belum mendengar kalimat tersebut sebagai hadits.
      Adapun tentang waktu sholat, maka silakan baca artikel berikut.

Leave a Reply