Donasi Web Donasi Web

Sebagian Adab Keluar Rumah Bagi Remaja Putri

Fatwa Syaikh Abdullah Al Faqih

Soal:

Apa hukum keluarnya remaja putri dari rumah bersama pamannya atau bibinya untuk memenuhi suatu kebutuhan? Jika ayah atau saudara laki-lakinya sedang tidak ada yang bisa menemaninya. Apakah salah jika ia keluar rumah tanpa izin dahulu kepada orang tuanya? Lalu bagaimana hukumnya jika pergi bersama paman atau bibi ketika ayah tidak bisa mengantarkannya sedangkan saudara laki-laki ada.

Jawab:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Tempat yang lebih baik bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Jangan keluar dari rumah kecuali ada kebutuhan. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى

Tetaplah di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarruj-nya wanita jahiliyah terdahulu” (QS. Al Ahzab: 33)

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

Wanita itu aurat, ketika ia keluar, setan akan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi)

Dan dibolehkan bagi wanita untuk keluar ketika ada kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, selama ia tetap berpegang dengan adab-adab syar’iyyah ketika keluar. Diantaranya yaitu dengan tidak ber-tabarruj dan tidak bersolek. Sebagaimana dalam hadits riwayat Al Bukhari:

قد أذن الله لكن أن تخرجن لحوائجكن

Allah telah mengizinkan bagi kalian (para wanita) untuk keluar memenuhi kebutuhan kalian

Dan tidak wajib ditemani oleh mahram-nya (kecuali jika safar, pent.) juga tidak wajib meminta izin kepada orang tua jika kepergiannya tersebut masih dalam jarak aman. Jika dirasa tidak aman, maka wajib ditemani oleh ayahnya atau suaminya, atau saudaranya atau orang lain yang masih mahram seperti paman atau bibi. Wallahu’alam.

 

Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=219835

Artikel Muslimah.Or.Id

Penerjemah: Yulian Purnama

Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Banner MPD

About Author

Yulian Purnama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, kontributor Muslim.or.id dan PengusahaMuslim.com

View all posts by Yulian Purnama »

13 Comments

  1. Bismillah. Bagaimana pula hukumnya dalam jika seorang muslimah keluar rumah atau kembali ke rumahnya di malam hari (setelah maghrib dst.)? Meski disebabkan keperluan yang syar’i sekalipun.
    Mohon penjelasannya. jazakumullahu khairan

    • @ Muharrikah
      Pada dasarnya tempat asal bagi wanita adalah rumahnya. Diperbolehkan keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan wanita tersebut dengan syarat:
      -Menutup aurat dengan benar
      -Tidak termasuk safar namun jika safar wajib ditemani mahram
      -Aman dari fitnah
      -Aman dari gangguan dan bahaya
      Allahua’lam

  2. Subhanallah, begitu indah aturan islam dalam menjaga seorang muslimah… i like it :)

  3. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh, saya ingin bertanya, bagaimana jika seorang perempuan melakukan perjalanan safar untuk mendapatkan ilmu, tidak dapat didampingin mahram dikarenakan saudara laki-laki telah memiliki keluarga sendiri dan ibu bapak memiliki pekerjaan yang memang kita bisa memaklumi mereka tak selalu bisa mendampingi kita sebagai remaja? mohon jawabannya, terima kasih.
    wassalam
    Rahayu

    • @Siti Rahayu
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, safar untuk menuntut ilmu tetap harus ditemani mahram sebagaimana disebutkan dalam hadits. Namun jika menuntut ilmu dalam waktu lama semisal kuliah di kota lain, mahram wajib mengantarkannya ke kota tersebut lalu dititipkan di tempat yang terpercaya.

  4. bismillah

    saya mahasiswi yang menempuh pendidikan jauh dari orang tua, pada awal saya pergi ke tempat rantauan, kedua orang tua saya mengantarkan dan menitipkan saya kepada ibu kost. tapi setelahnya saya pulang kampung dan kembali ke rantau tanpa ditemani orang tua, hanya bersama teman serantau, yang seperti itu boleh kah? atau ada saran lain?

  5. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya ingin bertanya perjalanan seperti apakah yang disebut dengan safar? Bagaimana batasan jarak atau waktu perjalanan yang termasuk safar?

  6. Endang Suharyani

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,saya berencana menguliahkan anak perempuan saya di kota tempat adik saya tinggal,dengan alasan kuliahnya dekat dengan rumah dan mutunya juga baik,sedangkan di kota saya tempat kuliah yang dekat dengan rumah ada,tetapi univ.non muslim, ada juga univ.lain tapi mutunya belum bagus,mohon pencerahannya…trms

    • Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, hukumnya boleh saja, ibu. Asalkan ketika safar ke kota tersebut, bersama dengan mahramnya. Dan tinggal di sana dengan orang yang terpercaya.

  7. Bagaimana hukumnya, apabila wanita sering keluar di malam hari untuk menyelesaikan urusan yang tidak mendesak dan tidak darurat tanpa mahrom tp dg ibunya, dan hal tersebut bisa dikerjakan di siang hari.

Leave a Reply