Prasangka, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. Yang dimaksud di sini adalah ظنّ. Menurut Al-Jurjani rahimahullah, ظنّ adalah, “Meyakini sesuatu yang lebih rajih disertai keraguan terhadap yang kurang rajih.”
Al-Qur’an berbicara tentang prasangka
Ada sebanyak 60 kata ظنّ di dalam Al-Qur’an dan mempunyai beberapa makna,
Yakin
Allah Ta’ala berfirman,
قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ ٱللَّهِ
“Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah.” (QS. Al-Baqarah: 249)
Ath-Thabari rahimahullah mengatakan di dalam tafsirnya (1: 375) bahwa kata ظنّ di sini berdasarkan pendapat jumhur adalah yakin. Abu Hayyan di dalam tafsirnya (1: 300) mengatakan bahwa makna يظنون adalah yakin. Di antara bentuk kekhusyukan adalah dia tidak ragu (alias yakin) akan bertemu dengan Rabbnya. Dan juga dalam ayat-ayat lain, di antaranya dalam surah Al-Jin ayat 12, Al-Haqqah ayat 20, dan Al-Qiyamah ayat 20 yang menunjukkan bahwa tafsir dari kata ظنّ adalah yakin.
Ragu
Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ
“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka ragu.” (QS. Al-Baqarah: 78)
Setelah menyebutkan beberapa pendapat, Abu Hayyan mengatakan bahwa ظنّ bermakna ragu.
Menuduh
Allah Ta’ala berfirman,
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ
“Dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang menuduh keburukan terhadap Allah.” (QS. Al-Fath: 6)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan di dalam tafsirnya (7: 329) bahwa maksudnya adalah mereka menuduh keburukan terhadap Allah Ta’ala dalam hukum-Nya, serta terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.
Wahm
Wahm adalah dugaan yang lemah terhadap sesuatu. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا قُلْتُمْ مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ
“Dan apabila dikatakan (kepadamu), ‘Sungguh, janji Allah itu benar, dan hari kiamat itu tidak diragukan adanya.’ Kamu menjawab, ‘Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin’.” (QS. Al-Jatsiyah: 32)
Mengira-ngira
Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
“Dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.” (QS. Al-Jin: 5)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan di dalam tafsirnya (8: 237), yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah Ta’ala karena mereka menisbatkan istri dan anak kepada-Nya.
Keyakinan yang keliru
Allah Ta’ala berfirman,
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?” (QS. As-Saffat: 87)
Ibnu ‘Asyur mengatakan bahwa makna kata ظنّ di sini adalah keyakinan yang keliru. Disebut dengan ظنّ karena tidak sesuai dengan kenyataan, dan juga tidak disebut ilmu, karena istilah ilmu hanyalah untuk keyakinan yang sesuai dengan kenyataan.
Dari sini, didapatkan bahwa makna ظنّ di dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna satu. Ada suatu perkataan dari Adh-Dhahak, “Setiap kata ‘prasangka’ yang ada di dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan orang beriman, maka maknanya adalah ‘yakin’. Sedangkan yang berkaitan dengan orang kafir, maka maknanya adalah ‘ragu’.” (Tafsir Al-Qurthubi, 18: 270) Makna dari perkataan ini adalah, prasangka mereka yang berkaitan dengan Rabbnya. Orang beriman akan yakin terhadap Rabbnya, sedangkan orang kafir akan ragu terhadap Rabbnya di dunia. Adapun di akhirat, ada firman Allah Ta’ala yang menjelaskan bahwasanya orang kafir tersebut yakin bahwa mereka akan dilemparkan ke dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman,
وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
“Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka yakin, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.” (QS. Al-Kahfi: 53)
[Bersambung]
***
Penulis: Triani Pradinaputri
Artikel Muslimah.or.id



