Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

55 Faedah Hari Arafah (Bag. 2)

Atma Beauty Muslimawati oleh Atma Beauty Muslimawati
16 Mei 2026
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Faedah ke-10:
  • Faedah ke-11:
  • Faedah ke-12:
  • Faedah ke-13:
  • Faedah ke-14:
  • Faedah ke-15:
  • Faedah ke-16:
  • Faedah ke-17:
  • Faedah ke-18:
  • Faedah ke-19:
  • Faedah ke-20:
  • Faedah ke-21:
  • Faedah ke-22:
  • Faedah ke-23:

Faedah ke-10:

Allah memberikan keutamaan bagi siapa saja yang Dia kehendaki berupa pembebasan dari api neraka, baik orang yang wukuf di Arafah maupun umat muslim di seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, Allah menjadikan hari setelahnya menjadi hari raya bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Baik yang berhaji di tanah suci maupun yang tidak, disebabkan usaha mereka dalam meraih ampunan Allah pada hari Arafah. Kaum muslimin tidak menunaikan ibadah haji setiap tahun. Hal ini merupakan bentuk rahmat dan keringanan dari Allah, Ia menjadikan kewajiban tersebut hanya sekali seumur hidup.

Faedah ke-11:

Hari Arafah merupakan hari berbaik sangka kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah berbuat baik kepada orang-orang yang wukuf dengan maghfirah dan rahmat-Nya.

‘Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata,

جئت إلى سفيان الثوري عشية عرفة وهو جاثٍ على ركبتيه، وعيناه تذرفان، فقلت له:من أسوأ هذا الجمع حالاً؟ قال: الذي يظن أن الله لا يغفر له

“Aku datang kepada Sufyan ats-Tsauri pada malam hari Arafah, dia sedang bersimpuh dengan kedua lututnya dan kedua matanya meneteskan air mata. Maka aku bertanya kepadanya, ‘Siapakah orang yang paling buruk keadaannya di antara kerumunan orang yang wukuf ini?’ Ia menjawab, ‘Orang yang mengira bahwa Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya’.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 287)

Donasi Muslimah.or.id

Faedah ke-12:

Keutamaan pembebasan dari neraka juga pengampunan dosa-dosa pada hari yang agung ini tidak hanya untuk jemaah haji dan orang yang wukuf saja, tetapi berlaku umum bagi semua kaum muslimin yang mengamalkan sebab-sebab dua keutamaan ini.

Faedah ke-13:

Keutamaan hari ini bersifat umum untuk orang yang berada di Arafah maupun kaum muslimin di berbagai belahan dunia. Barang siapa yang berhaji di Arafah, maka ia telah mengumpulkan dua keutamaan, yaitu kemuliaan tempat dan waktu.

Faedah ke-14:

Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memperbanyak amal ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah pada hari ini agar ia mendapatkan dua keutamaan di atas, yakni ampunan dan pembebasan dari neraka. Di antara amalan yang bisa dilakukan ialah memperbanyak zikir kepada Allah, terutama tahlil yang merupakan dasar dan landasan agama Islam yang Allah Ta’ala sempurnakan pada hari Arafah. (Lathaiful Ma’arif, hal. 283)

Faedah ke-15:

Dikatakan dalam sebuah hadis,

 خيرُ الدعاءِ دعاءُ يومِ عرفةَ وخيرُ ما قلتُ أنا والنبيونَ من قبلي: لا إله إلا اللهُ وحدهُ لا شريكَ لهُ له الملكُ وله الحمدُ وهو على كلِّ شيء قديرٍ

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah dan sebaik-baik perkataan yang aku dan para Nabi sebelumnya ucapkan adalah, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” (HR. At-Tirmidzi no. 3585, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Atau dalam riwayat lain,

كان أكثر دعائ رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عرفة : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , بيده الخير , وهو على كل شيء قدير 

“Doa yang banyak Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baca pada hari Arafah adalah, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu la syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khaiir wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” (HR. Imam Ahmad no. 6916, dinilai hasan lighairihi oleh para pen-tahqiq Musnad)

Faedah ke-16:

Balasan itu sesuai dengan amal perbuatan. Barang siapa yang memerdekakan budak, maka Allah akan membebaskannya dari neraka. Juga orang yang memperbanyak zikir kepada Allah dengan tahlil serta merealisasikan tauhid akan diganjar dengan hal yang serupa.

Faedah ke-17:

Kalimat tauhid itu balasannya setara dengan membebaskan hamba sahaya, yaitu dikeluarkan dari neraka, sebagaimana dikatakan dalam hadis sahih,

مَن قالَ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وله الحَمْدُ، وهو علَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، في يَومٍ مِئَةَ مَرَّةٍ؛ كانَتْ له عَدْلَ عَشْرِ رِقابٍ، وكُتِبَتْ له مِئَةُ حَسَنَةٍ، ومُحِيَتْ عنْه مِئَةُ سَيِّئَةٍ

“Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khaiir wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir’ seratus kali dalam sehari, seolah-olah ia memerdekakan sepuluh budak, dan dituliskan baginya seratus kebaikan, serta dihapuskan darinya seratus keburukan.” (HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)

Faedah ke-18:

Merealisasikan kalimat tauhid dengan ikhlas dan jujur dapat menggugurkan dosa dan menghapusnya tanpa sisa. Tidak ada amalan lain yang sebanding apalagi melampaui keutamaannya. Barang siapa yang mengucapkannya dengan ikhlas dari hatinya, maka Allah mengharamkan baginya neraka. (Lathaiful Ma’arif, hal. 214)

Faedah ke-19:

Para salafus shalih radhiyallahu ‘anhum bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal kebaikan pada hari ini. Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘ahnu wukuf di Arafah, bersamanya 100 unta betina sebagai hewan kurban dan 100 hamba sahaya. Ia pun memerdekakan budak-budak tersebut, membuat orang-orang di sekitarnya meraung; bercampur antara tangisan dan doa. Mereka mengatakan,

ربنا، هذا عبدك قد أعتق عبيده، ونحن عبيدك فـأعتقنا

“Wahai Rabb kami, hamba-Mu ini telah membebaskan hamba sahayanya dan kami adalah hamba-Mu, maka bebaskanlah kami dari neraka.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 283)

Barang siapa yang memerdekakan seorang budak, Allah akan membebaskan setiap anggota badannya dari panasnya neraka.

Faedah ke-20:

Disunahkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Ta’ala pada hari ini di setiap waktu dan setiap kondisi; baik dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, atau berkendara, maupun berjalan kaki.

Faedah ke-21:

Juga memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang sepuluh hari awal Zulhijah, termasuk di dalamnya hari Arafah,

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Perbanyaklah mengucapkan tahlil takbir dan tahmid pada sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR. Imam Ahmad no. 546, dinilai sahih oleh para pen-tahqiq Musnad)

Faedah ke-22:

Merupakan suatu kebaikan yang begitu besar apabila wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat, di mana dua hari raya berkumpul. Dua hari ini merupakan hari yang utama, bertepatan dengan wukufnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu. Berkumpulnya waktu mustajab setelah Asar bersamaan dengan berdirinya para jemaah haji di Arafah untuk berdoa dan merendahkan diri serta keutamaan-keutamaan lainnya. (Lihat Zadul Ma’ad, 1: 60)

Faedah ke-23:

Sebagian orang awam memiliki keyakinan bahwa jika wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat, maka hajinya setara dengan 7 kali atau 70 kali atau 72 kali haji atau selain itu. Ini merupakan keyakinan batil yang tidak memiliki dalil.

[Bersambung]

***

Penerjemah: Atma Beauty Muslimawati

Artikel Muslimah.or.id

 

Sumber:

Diterjemahkan dari e-book Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah yang berjudul 55 Faidah fi Yaumi ‘Arafah: https://almunajjid.com/books/lessons/124

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Atma Beauty Muslimawati

Atma Beauty Muslimawati

Artikel Terkait

Setelah Kita Dimasukkan ke Liang Kubur…

oleh Redaksi Muslimah.Or.Id
26 Agustus 2008
76

Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita? Allah Ta'ala telah berfirman, كُلُّ نَفْسٍ...

Sebab-Sebab Pertolongan Allah 2

Sebab-Sebab Pertolongan Allah (Bag. 2)

oleh Triani Pradinaputri
16 Januari 2024
0

Allah menjadikan segala hal menjadi sebab dan kita harus mengambil sebab-sebab tersebut. Menjadi kewajiban orang-orang yang bertauhid dan beriman untuk...

Muhasabah dan Muraqabah (Bag. 2): Tingkatan 2, Muraqabah

oleh Anita Rahmawati
6 Mei 2014
3

Jika engkau tidak bisa melihat Allah, maka sesungguhnya Allah melihat kita. Maksudnya adalah selalu merasa diawasi oleh Allah, dan berusaha...

Artikel Selanjutnya

Fikih Kontemporer: Hukum Penggunaan Sabun bagi Muhrim (Orang yang Berihram)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.