Secara akal yang normal dan fitrah yang lurus, berpuasa mempunyai banyak kebaikan. Allah Ta’ala mensyariatkan hal tersebut kepada hamba-Nya, sebagai bentuk kasih sayang-Nya dan kebaikan-Nya kepada mereka, serta sebagai motivasi dan juga perisai bagi mereka. (Zaadul Ma’ad, 2:27)
Puasa mempunyai hikmah yang agung, dan manfaat yang banyak, di antaranya adalah:
Puasa adalah wasilah untuk merealisasikan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla
Orang yang berpuasa, dia menahan dirinya dari hal-hal yang halal di selain siang hari bulan Ramadan. Oleh karena itu, seharusnya seseorang bisa menahan dirinya dari hal-hal yang haram di waktu kapan pun. Allah Ta’ala berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah: 183)
Orang yang berpuasa akan merasakan nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepadanya
Ketika manusia terus-menerus dan sudah terbiasa diberi nikmat, maka kepekaan terhadap nilai dari nikmat tersebut akan berkurang. Jika seseorang merasakan sakit di saat berpuasa, maka dia akan mengingat nikmat Allah atasnya, karena ternyata begitu banyak hal-hal yang mudah dia dapatkan ketika dia sedang tidak berpuasa. Akhirnya, dia bersyukur atas nikmat Rabbnya dan melaksanakan hak-hak-Nya.
Pendidikan hawa nafsu
Puasa akan membersihkan dan mengontrol jiwa ketika jiwa menahan diri dari syahwat dan dari kebiasaan-kebiasaannya. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ, مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ: فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحسَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ. فَإِنَّ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai pemuda… Barang siapa di antara kalian telah mencapai ba’ah (kemampuan menikah), maka menikahlah, karena hal tersebut lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mencapai itu, maka berpuasalah, karena (puasa) itu adalah perisai1.” (HR. Bukhari no. 5060 dan Muslim no. 1400)
Puasa adalah kemenangan melawan setan
Karena yang menyebabkan kesesatan dan hal-hal yang melampui batas adalah syahwat. Dan yang bisa memperkuat syahwat hanyalah makan dan minum. Dengan berpuasa, maka hal tersebut bisa mempersempit aliran darah, sehingga akan memperlambat laju setan di dalamnya, dan setan pun kalah (Latha-iful Ma’arif, 291). Dari Shafiyyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِن ابنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya setan mengalir di dalam manusia melalui aliran darah.” (HR. Bukhari no. 2039 dan Muslim no. 2175)
Puasa adalah tanda kasih sayang terhadap sesama dan kepada orang-orang miskin
Karena orang yang berpuasa akan merasakan pedihnya rasa lapar untuk beberapa waktu. Dia akan mengingat orang-orang yang keadaannya seperti itu setiap waktunya. Hal itu akan menimbulkan rasa empati pada dirinya, dan akan timbul rasa kasihan, saling menyayangi dan berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan. (Fathul Qadir, 2:301)
Puasa akan membersihkan badan dari berbagai penyakit, sehingga lebih sehat dan lebih kuat
Sebagaimana valid dari berbagai ahli kesehatan, banyak dari ahli kesehatan yang melakukan terapi pada pasien-pasiennya dengan berpuasa. (Zaadul Ma’ad, 2:29)
Ini hanyalah sedikit manfaat puasa yang bisa dinalar oleh akal logika manusia biasa. Selebihnya, puasa adalah suatu ibadah yang sangat agung.
Catatan kaki:
[1] Maksudnya adalah berpuasa bisa memotong syahwat untuk menikah
***
Penulis: Triani Pradinaputri
Artikel Muslimah.or.id
Referensi:
Diterjemahkan dari Mukhtashar Fiqih Ash-Shaum, karya Syaikh ‘Alawi bin Abdil Qadir Asy-Syaqqaf, www.dorar.net. Cetakan kedua. Silsilah Mukhtasharat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah (3). Tahun 2017


