Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Ummu Sa'id oleh Ummu Sa'id
15 Agustus 2011
di Ramadan
2
Share on FacebookShare on Twitter

Bersemangatlah wahai saudariku _mudah-mudahan Allah Ta’ala memberkatimu dan memberi taufik kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa- untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi buka orang yang puasa mka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tampa mengurangi pahalanya sedikitpun.”

(HR. Ahmad dalam Musnadnya, Tirmidzi dalam Jami’nya, Ibnu Majah dalam Sunannya, dan Ibnu Hiban dalam Shahihnya, dan dishahihkan oleh Tirmidzi)

Donasi Muslimah.or.id

Orang yang puasa hendaknya memenuhi undangan makan saudaranya, karena barang siapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia harus berkeyakinan bahwa Allah Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tidak akan dikurangi pahalanya sedikitpun.

Orang yang diundang disunnahkan mendo’akan yang mengundang setelah selesai makan dengan do’a-do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya,

 أكلَ طعامَكم الأبرارُ، وصلَّتْ عليكم الملائكةُ، وأفطر عندكم الصَّائمونَ

“Telah makan makanan kalian orang-orang baik, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka disisi kalian.” (HR. Abi Syaibah dalam Mushonnaf 3/100, Ahmad dlam Musnadnya 3/118, Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum:268, Ibnu Sunni dalam Amal Yaum:129, Abdurrazaq dalam Mushannaf 4/311 dan sanadnya shahih)

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

“Ya Allah, berilah makan orang yang memberi ku makan, berilah minum orang yang memberiku minum” (HR. Muslim dalam Shahihnya 2055 dari Miqdad)

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ

“Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah barokah pada seluruh rejeki yang Engkau berikan.” (HR. Muslim dalam Shahihnya 2042 dari Abdullah bin Busrin)

***

Artikel Muslimah.or.id

 

Sumber:

Diambil dari buku Panduan Dan Koreksi Amal Ibadah Di Bulan Ramadhan karya Arif Fathul Ulum bn Ahmad Saifullah, Majelis Ilmu

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Ummu Sa'id

Ummu Sa'id

Artikel Terkait

Pernak Pernik Seputar Hari Raya

oleh Ummu Ziyad
28 September 2008
9

Hari Raya Kedua? Tanggal merah di kalender negara kita (Indonesia tercinta) untuk lebaran 'Idul Fitri biasanya ada dua, yaitu tanggal...

Ketika Hari Bahagia Itu Tiba

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
24 Juni 2016
0

Apa cita- cita dan harapan anda dengan hadirnya bulan istimewa Ramadhan ?

Berharap Amalan Diterima, Berharap Berjumpa dengan Ramadhan Berikutnya

oleh Ummu Sa'id
27 Agustus 2012
0

Duhai saudariku muslimah, masih lekat di benak kita, masih demikian indah nuansanya di pelupuk mata dan masih terhias indah di...

Artikel Selanjutnya

Kapan Harus Mulai Menghentikan Sahur?

Komentar 2

  1. Ummu Akmal says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu?alaikum. Afwan, mohon nasihat. Bagaimana menyikapi undangan berbuka puasa dari sesama muslim, terutama yang ada hubungan keluarga, seperti orangtua, mertua. Sedangkan di dalamnya ada ikhtilat dengan kerabat lain seperti ipar dan keluarga2 mereka (suami saya dari keluarga besar). Hadir dengan menasihati, kondisi masih minim ilmu. Kalau tidak hadir, mereka tersinggung. Mereka senang ngumpul, ngobrol hingga larut, jadi datang di akhir waktu, tentu sudah malam. Dan pasti akan ditanya alasan terlambat. Apakah harus berbohong? Karena bila jujur, berarti mendakwahi mereka. Seperti saya tulis sebelumnya, kondisi masih minim ilmu untuk mendakwahi. Diantara keluarga, baru saya saja yang mulai mengenal manhaj salaf. Jazakillaahu khairan

    Reply
    • muslimah.or.id says:
      14 tahun yang lalu

      @ Ummu Akmal
      ??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
      Saran kami, penuhilah undangan mereka. Datang seperlunya, mengucapkan salam dan berjabattangan hanya dengan mahram atau sesama jenis. Mengambil tempat duduk yang khusus bapak2 sendiri ibu2 sendiri. Smoga acara seperti ini termasuk acara untuk menjalin silaturrahmi antar keluarga.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.