Nasihat Syaikh ’Abdul ’Aziz bin ’Abdullah bin Baaz kepada Seluruh Kaum Muslimin (Bag. 02)

Wahai kaum muslimin, mendekatlah kepada Allah Ta’ala dan bersegeralah untuk bertakwa kepada-Nya dalam seluruh keadaan

62 0

Bertakwalah kepada Allah Ta’ala

Setelah Anda memahami apa yang telah disampaikan, maka aku berwasiat kepada kalian dan juga kepada diriku sendiri, untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala ketika sendiri maupun ramai, baik dalam kondisi sempit maupun lapang. Sesungguhnya takwa tersebut adalah wasiat Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ

”Dan sungguh Kami telah wasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertakwalah kepada Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 131)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda di dalam khutbahnya, ”Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi. Tirmidzi berkata, ”Hadits hasan shahih”. Terdapat dalam Hadits Arba’in, hadits ke-28).

Takwa merupakan suatu kata yang mencakup kebaikan seluruhnya. Adapun hakikat takwa adalah menunaikan apa yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dengan dilandasi oleh keikhlasan, cinta, mengharap pahala-Nya dan menjauhkan diri dari siksa-Nya. Dan sungguh Allah telah memerintahkan hambaNya untuk bertakwa kepadaNya. Allah Ta’ala menjanjikan kepada para hambaNya yang bertakwa untuk dimudahkan urusan-urusannya, dilapangkan segala kesempitan-kesempitannya, dimudahkan rizkinya, diampuni kesalahan-kesalahannya dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

”Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).” (QS. Al-Hajj [22]: 1)

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaaq [65]: 2-3)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

”Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (QS. Al-Qalam [68]: 34)

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 5)

Ayat-ayat yang semakna dengan hal ini banyak sekali.

Wahai kaum muslimin, mendekatlah kepada Allah Ta’ala dan bersegeralah untuk bertakwa kepada-Nya dalam seluruh keadaan. Introspeksilah ucapan, perbuatan dan interaksi kalian. Jika di antara hal tersebut terdapat hal-hal yang diperbolehkan oleh syari’at maka tidak mengapa untuk dilakukan. Namun jika di antara hal tersebut terdapat hal-hal yang dilarang oleh syari’at maka jauhilah meskipun dapat memberikan banyak kesenangan. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena bertakwa kepada Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya. Selama seorang hamba mendekatkan diri kepada Robb-nya dan bertakwa kepadaNya -dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan- maka Allah akan memberikan kepada mereka buah dari takwa berupa kemuliaan, kemenangan, rizki yang lapang, keluar dari berbagai kesulitan, kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

[Bersambung]

***

Diselesaikan setelah maghrib, Rotterdam NL 14 Ramadhan 1438/8 Juni 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

Shares