Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Muara Nikmat yang Terlupa

Muslimah.or.id oleh Muslimah.or.id
6 Oktober 2014
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Muara nikmat itu adalah tahajud di malam hari
  • Besarnya keutamaan salat malam
    • Salat malam adalah penyebab terbesar masuk surga
    • Salat malam dapat menghapus dosa-dosa dan menghilangkan kesalahan
    • Salat malam adalah salat yang paling utama setelah salat wajib
    • Kehormatan seorang mukmin terletak pada salat malamnya

Terbangun oleh suara gemericik air.
Kuintip dibalik jendela kamar, kulihat sayup-sayup beberapa orang berjalan satu per satu melewati lorong kamarku.

Di waktu malam seperti ini, hampir selalu kudengar suara yang sama, gemericik air. Hampir selalu ketemui wajah-wajah mereka, wajah yg teduh, terbasuh oleh dinginnya air di sepertiga malam.

Masih kuperhatikan,
satu-per-satu wajah-wajah itu kembali pada bilik mereka masing-masing
kulihat kamar mereka menjadi gelap, dengan pintu beberapa tetap terbuka. Bukan mereka kembali tertidur, namun mereka sedang berdiri tegak dan bertakbir. Beberapa yang lain memilih ruangan yang biasa kami gunakan untuk belajar Qur’an (mushola), dengan cahaya yang samar-samar terlihat, gelap.

Sedikit kuberfikir, kenapa harus kondisi gelap yang mereka pilih?
Tak puas dengan kesimpulan yang kubuat, kucoba melakukan apa yang mereka lakukan.

Kupadamkan sumber cahaya di kamar ini,
seketika ada rasa yang menelusup.
Takut, rasa yang menyapa terlebih dahulu.
Kutemui diri ini benar-benar sendiri dalam kegelapan.
Naluriku seketika mencari, apa dan siapa?
Apa yang membuat aku takut, siapa yang membuat aku takut?
Dan bagaimana aku bisa menangis tanpa ada yang menyakiti?

Donasi Muslimah.or.id

Perlahan namun memaksa, seperti ada sesuatu yang mendorong dengan kuatnya, untuk kusujudkan kepala ini. MasyaAllah, apakah rasa seperti ini yang selalu mereka rindukan? yang membuat mereka rela meninggalkan nikmatnya tidur dibalik manjaan selimut dan mimpi?

Kemana aku selama ini?
sejauh mana telah kulangkahkan kaki untuk mencari kenikmatan?
bila ternyata, kenikmatan yang sungguh nikmat itu, ada dikamar ini, saat malam, dalam gelap.

Aku tak dapat melihat wujud-Nya
Aku tak bisa mendengar suara-Nya
Namun aku mampu merasakan Maha Besar Kekuatannya,
Diri yang begitu angkuh ini, dihinakan oleh hati yang menggertak.
Tersingkap semua aib diri dihadapan-Nya,
Takut, gemetar, hanya satu kalimat yang terfikirkan, yang selalu terulang, tanpa ada kalimat lain yang mengiringi,
Wahai Zat Yang Maha Dahsyat, Ampunilah diri ini.
(kembali tersadar, suatu saat nanti, aku akan ‘kembali’)
ALLAHU AKBAR !!!

Muara nikmat itu adalah tahajud di malam hari

وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًۭا وَقِيَـٰمًۭا

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al-Furqan: 64)

كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧) وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨)

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًۭا وَطَمَعًۭا وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ (١٦) فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌۭ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍۢ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (١٧)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka selalu berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan harap, serta menafkahkan sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yakni bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Besarnya keutamaan salat malam

Salat malam adalah penyebab terbesar masuk surga

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam radhiayallahu’anhu bahwa ia menceritakan,

Berikut teks Arab hadis yang Anda maksud, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi:

لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ انْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ، وَقِيلَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ، قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ، قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ. فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ، فَلَمَّا تَبَيَّنْتُ وَجْهَهُ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Ketika Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tiba di Madinah, kaum Muslimin berkumpul mengerumuni beliau. Sebagian di antara mereka berkata, ‘Rasulullah sudah datang, Rasulullah sudah datang,’ sebanyak tiga kali. Aku pun ikut datang di tengah kerumunan orang banyak untuk dapat melihat beliau. Ketika wajah beliau terlihat jelas olehku, akupun segera menyadari bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta. Dan yang pertama kali terdengar olehku dari ucapan beliau adalah, ‘Wahai sekalian manusia ! Sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada fakir miskin), peliharalah hubungan silaturahim, salatlah diwaktu malam ketika manusia sedang tertidur lelap. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi) (1)

Salat malam dapat menghapus dosa-dosa dan menghilangkan kesalahan

Dalilnya adalah hadits Abu Umamah radhiayallahu’anhu dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam diriwayatkan bahwa beliau bersabda,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

“Hendaklah kalian melaksanakan salat sunnah malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan itu adalah pendekatan diri kepada Rabb kalian, penghapus kesalahan-kesalahan, dan pencegah dari dosa-dosa.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)(2)

Salat malam adalah salat yang paling utama setelah salat wajib

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan milik Allah, Muharram, dan sabaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat sunnah malam.” (Diriwayatkan oleh Muslim, no.1163, telah ditakhrij sebelum ini)

Kehormatan seorang mukmin terletak pada salat malamnya

Hadits dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu,

جَاءَ جِبْرِيلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ، وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

“Malaikat Jibril ‘alaihissallam pernah datang kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Muhammad! Silahkan engkau hidup sesukamu karena engkau akan mati juga. Cintailah siapapun yang engkau kehendaki, karena engkau pasti akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesuka hatimu, karena engkau akan diberi ganjaran.’ Kemudian Jibril melanjutkan, ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu pada salat malam, dan harga dirinya adalah ketika ia tidak memmbutuhkan (meminta-minta kepada orang lain)’.” (3)

Salat malam boleh dilakukan di awal, pertengahan, atau di akhir malam. Namun labih afdhal adalah shalat di sepertiga malam terakhir. Dasarnya adalah hadits Amr bin Hasabah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah mendengar Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Kondisi terdekat seseorang dengan Rabbnya adalah pada pertengahan malam terakhir. Bila engkau mampu termasuk di antara orang-orang yang berzikir (mengingat dan menyebut) Allah pada saat itu, maka lakukanlah.” (Diriwayatkan oleh Muslim, no. 736, telah ditakhrij sebelum ini).

Sedangkan jumlah rakaat shalat malam, tidak terbatasi jumlahnya. Akan tetapi yang paling utama adalah dengan mencukupkan sebelas rakaat saja, atau tiga belas rakaat. Karena demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بَيْنَ إِذَا صَلَّى الْعِشَاءَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ، وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasa melakukan salat antara usai salat isya hingga fajar sebanyak sebelas rakaat, di mana beliau salam di antara setiap selesai salat dua rakaat, dan beliau salat witir dengan satu rakaat.” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi)(4)

Berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadits yang telah dijelaskan sebelumnya, betapa rugi umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang melewati waktu mustajab, di waktu malam, sepertiga malam. Terlebih bila dilengkapi dengan lantunan indah kalamullah. Qalbu siapa yang tak mampu merasakan ke-Maha Besaran Allah Subhana wa ta’ala pada heningnya malam, dikala manusia lain tertidur lelap akan mimpi dunianya. Sungguh indah apa yang diungkapkan oleh penyair:

“Sungguh kenikmatan tidur sekejap telah melalaikan dirimu dari mendapat kebahagian hidup sesungguhnya.

Dengan segala kebaikan yang menanti di kamar-kamar surga.

Di sana engkau hidup selamanya, tanpa kematian di dalamnya, engkau akan merasa nyaman di dalamnya dengan segala kebaikannya.

Bangkitlah dari tidurmu untuk sebuah kebaikan. Meninggalkan tidurmu demi shalat malam dan membaca al-Qur’an”(5)

***

Penulis: Fitriani Tanra

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel Muslimah.or.id

 

Catatan kaki:

(1) Kitab Shifat al-Qiyamah, Bab Hadits Afsyu as-Salam, no.1485
(2) Kitab ad-Da’awat, Bab Man Fataha Lahu Minkum, Bab ad-Du’a, no.3549
(3) Dinisbatkan kepada ath-Thabrani dalam al-Ausath dan dihasankan oleh al-Albani Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, no.831
(4) Kitab ad-Da’awat, Bab fi Du’a adh-Dha’if, no.3579
(5) Lihat Qiyamul Lail oleh Imam Muhammad bin Nashr al-Marwazi, hal.90

Penjelasan mengenai shalat malam diambil dari Shalat at-Tathawwu’, Mafhum wa fadha’il wa Aqsam wa Anwa’ wa Adab Fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, diterjemahkan oleh Abu Umar Basyir, ditulis oleh DR.Said bin Ali bin Wahf al-Qahthani

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Muslimah.or.id

Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Lelah Menunggu Pertolongan Allah

Untuk Saudaraku yang “Lelah” Menunggu Pertolongan Allah

oleh M. Saifudin Hakim
18 Juli 2024
1

Dalam hidup ini, terkadang atau seringkali kita mendapatkan ujian dan musibah, namun kita merasa belum mendapatkan jalan keluar. Hari demi...

Kita Juga Bisa

Meneladani Jejak Kepatuhan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
29 Mei 2025
0

Zulhijah telah datang. Bulan yang ditinggikan derajatnya oleh Allah, yang sepuluh harinya disaksikan oleh langit dan bumi sebagai hari-hari paling...

Kenalilah Siapa Dia: Tips Memilih Teman Akrab

oleh Athirah Mustajab
26 Desember 2013
5

Wahai saudariku …. Dalam melewati lorong waktu hidupmu, menyusuri jalan yang penuh liku dan tipu daya, tak sedikit pula duri...

Artikel Selanjutnya

Tips Sehat Setelah Makan Daging

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.