Ukhti Muslimah, Ketahuilah Hakekat Kesyirikan!

Syirik adalah mempersekutukan Allah dalam penyembahan terhadap-Nya. Syirik merupakan lawan dari tauhid (mengesakan Allah dalam penyembahan terhadap-Nya), sedangkan tauhid adalah inti ajaran setiap Rasul yang diutus oleh Allah

2074 7

Penulis: Ummul Hasan
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi

وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاء فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 31)

Saudariku muslimah, demikianlah Allah menegaskan nasib seseorang yang berbuat syirik terhadap Allah. Betapa meruginya dia, ketika telah jatuh dari langit dia kemudian disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Betapa meruginya dia. Apakah hikmah di balik perumpamaan yang telah Allah sampaikan tersebut?

Kesyirikan di Zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Hingga Zaman Sekarang

Syirik adalah mempersekutukan Allah dalam penyembahan terhadap-Nya. Syirik merupakan lawan dari tauhid (mengesakan Allah dalam penyembahan terhadap-Nya), sedangkan tauhid adalah inti ajaran setiap Rasul yang diutus oleh Allah. Maka tauhid yang sempurna haruslah terbebas dari noda kesyirikan. Akar kesyirikan adalah kebodohan manusia terhadap Allah. Manusia tidak mengenal Allah dengan baik, sehingga tidak pula mengenal tata cara beribadah yang benar kepada Allah.

Adakalanya manusia sadar bahwa dirinya telah berbuat syirik kepada Allah namun karena kesombongannya untuk menerima kebenaran maka dia tetap teguh di atas kesyirikannya, sebagaimana yang terjadi pada kaum musyrikin di zaman Rasulullah. Mereka enggan mengucapkan syahadat Laa ilaaha illallah, karena mereka benar-benar paham bahwa maksud syahadat tersebut adalah tidak bolehnya menyembah sesuatu selain Allah, baik itu memberi sesajen, memohon do’a kepada orang-orang yang dianggap sholih, dan berbagai bentuk peribadatan yang lain. Mereka hanyalah sombong untuk menerima kebenaran ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya ?” (QS. Yunus: 31)

Di sisi lain, adapula manusia yang benar-benar bodoh karena tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjerumus dalam kesyirikan, sedangkan mereka merasa dirinya sedang beribadah kepada Allah dengan peribadatan yang sempurna. Inilah yang pada umumnya terjadi di masa kini, dimana orang-orang yang mempersembahkan peribadatan kepada selain Allah merasa bahwa mereka sedang beribadah kepada Allah. Mereka memberi sesajen ke tempat-tempat yang mereka anggap keramat padahal tempat-tempat itu sama sekali tidak dapat mendatangkan manfaat ataupun mudhorot bagi mereka, mereka berbondong-bondong datang ke kuburan-kuburan orang-orang yang mereka anggap wali (seperti: Wali Songo) lalu mereka berdo’a dengan begitu khusyu’ nya di sana, mereka takut akan kemurkaan “penjaga gunung” jikalau sesajen tak dihantarkan kepadanya lalu muncullah gempa yang menggoncangkan pasak-pasak bumi, mereka sangat khawatir bila ratu penjaga pantai tak diberi sepotong kepala kerbau maka sang ratu akan mendatangkan bencana dari lautan kepada mereka. Demikianlah kebodohan musyrikin zaman sekarang. Kesyirikan yang mereka lakukan bukan hanya dalam uluhiyah (penyembahan makhluk terhadap Al-Kholiq yaitu Allah), tetapi juga dalam perkara rububiyah (yaitu hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, seperti menciptakan, mendatangkan bencana, memberi rezeki, dan sebagainya). Betapa besar kebodohan orang-orang musyrik yang menganggap bahwa selain Allah (yaitu “penjaga gunung”, ratu penjaga pantai, orang-orang yang mereka anggap wali, dan tempat-tempat yang mereka anggap keramat) bisa memberi rezeki atau membebaskan mereka dari marabahaya, lalu karena itu orang-orang musyrik dengan penuh harap dan takut menyembah sekutu-sekutu Allah itu sebagaimana mereka menyembah Allah. Bahkan seringkali mereka lebih mengagungkan sekutu-sekutu tersebut dibandingkan pengagungan mereka terhadap Allah. Sebagaimana yang sering kita jumpai orang-orang yang sangat takut bila bencana datang akibat kemurkaan Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan, padahal mereka tidak takut bila Allah menimpakan azab yang sangat pedih secara tiba-tiba akibat kesyirikan yang senantiasa mereka lakukan tersebut.

Hakekat Kesyirikan

Orang-orang musyrik mempersembahkan peribadatan kepada selain Allah dapat terjadi akibat salah satu diantara dua hal:

  1. Mereka menganggap bahwa sekutu-sekutu Allah yang mereka sembah itu memiliki kekuasaan yang sama dengan kekuasaan Allah, seperti kemampuan Dewi Sri menumbuhkan tanaman padi sebagaimana Allah pun dapat melakukannya, kemampuan “penjaga gunung” mendatangkan gempa bumi sebagaimana Allah pun dapat melakukannya.
  2. Mereka menganggap bahwa sekutu-sekutu tersebut hanya merupakan wasilah (perantara) dalam mendekatkan orang-orang musyrik tersebut kepada Allah, seperti berdo’a pada orang-orang yang dianggap wali agar mereka hajat mereka dapat segera tersampaikan kepada Allah. Mereka menganggap Allah seperti raja yang sulit untuk mengetahui seluruh kebutuhan rakyatnya bila tidak dibantu oleh para pendamping yaang merupakan wasilah/perantara. Padahal bukankah di Al-Qur’an telah sangat sering disebutkan bahwa Allah adalah Al-Bashir (Yang Maha Melihat) dan As-Samii’ (Yang Maha Mendengar)??!

Dengan mengenali hakekat kesyirikan, kita bisa mengetahui sebab-sebab kemusyrikan di zaman Rasulullah hingga zaman sekarang. Seorang ulama besar, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, menyebutkan bahwa hakekat kesyirikan kembali kepada dua perkara:

  1. Tasyabbuh, yaitu menyerupakan makhluk dengan Al-Kholiq dalam kekhususan yang dimiliki Allah (Al-Kholiq/Pencipta), seperti: menciptakan.
  2. Tasybihul Kholiq bil makhluq, yaitu menyerupakan Al-Kholiq dengan makhluk, seperti: orang-orang Nasrani yang menamakan Allah dengan Tuhan Bapak.

Jika kita ingin merunut kedua hakekat kesyirikan tersebut, maka kita akan kembali pada akar kesyirikan yaitu kebodohan manusia tentang Allah. Bagaimana tidak dikatakan bodoh bila telah jelas tanpa keraguan bahwa yang memiliki kemampuan untuk menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mengatur segala urusan, yang memiliki segenap kekuasaan alam semesta hanyalah Allah sehingga dengan sebab itulah hanya Allah yang berhak disembah, namun musyrikin tersebut tetap mempersembahkan bentuk peribadatan kepada selain Allah. Dengan kata lain, mereka menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu yang sama sekali tidak memiliki kemampuan sebagaimana yang dimiliki oleh Allah. Mereka memberikan hak uluhiyah (penyembahan) kepada sesuatu yang tidak memiliki hak rububiyah (kemampuan untuk mencipta, mengatur alam semesta, dan berbagai kemampuan lain yang hanya dimiliki oleh Allah).

Bagaimana mungkin kita menyamakan Allah dengan makhluk? Padahal antara makhluk dan Al-Kholiq (Pencipta) pastilah berbeda. Al-Kholiq itu Maha Kuasa atas segala sesuatu, sedangkan makhluk tidak memiliki kekuasaan sedikitpun kecuali bila Al-Kholiq membantu mereka. Maka, bagaimana mungkin makhluk yang lemah bisa disamakan dengan Al-Kholiq yang Maha Kuasa? Pemikiran rusak seperti inilah yang merasuki jiwa orang-orang musyrik sejak dahulu hingga sekarang.

Milikilah Kunci Penutup Pintu Kesyirikan

Saudariku muslimah, tentunya kita bersama telah mengetahui bahwa sesungguhnya Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Alif laam miim. Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 1-2)

Maka, renungilah kembali sebuah surat di dalam Al-Qur’an yang sudah sangat sering kita baca. Hendaknya surat tersebut menjadi perenungan bagi setiap orang yang mempersembahkan peribadatan mereka kepada selain Allah.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.”

Al-Qur’an merupakan ucapan yang paling benar, maka pintu kesyirikan manalagi yang bisa dibuka bila Allah sendiri yang telah menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa TIDAK ADA SESUATU PUN YANG SETARA DENGAN- ALLAH??!

***

(Disarikan dari Syarah Kasfu Syubuhat oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin dan beberapa catatan ta’lim, seperti: Kasyfu Syubuhat dan Lum’atul I’tiqod)

Artikel www.muslimah.or.id

Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Ada pertanyaan?

  • www.muslimah.or.id

    1. ummu habiba
    March 20th, 2007 at 5:28 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ummul hasan dan akowat roudatul ‘ilmi…
    Tetep semangat….
    Inni uhibbukunna fillah…
    Semoga Allah memberikan mimbar-mimbar yang bercahaya bagi orang yang saling mencintai karena Allah…
    Semoga Allah juga memberikan naungan Arsy-nya ketika datang tanpa naungan…
    Tetep semangat…
    Biarkan kita tetap merasakan surga dunia hingga kita merasakan surga akhirat…
    Ana akan sangat merindukan menyapa hangatnya mentari pagi dengan awan yang membelah lazuardi menghiasi bersama kalian…
    Ana akan sangat merindukan senyum kalian membelai hati ana ketika urusan dunia mebuat ana lelah….
    Ana akan sangat merindukan kalian membuka lembaran-lembaran kitab bersama dengan ana ketika malam mulai merengkuh langit…
    Special for jetu’aime-honey (kalo gak salah), ana senang melihat senyum dan diam anti. Jazakillah untuk mengajari ana lebih dewasa…
    Special for maxmilliar, keep fight darling…
    Jazakunnallah telah memasangkan sebagian sayap-sayap baru agar ana menjadi lebih kuat untuk terbang bersama kalian meraih ridho Allah….
    Afwan atas semua sikap yang ana tunjukkan

    Jika sedih akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
    kenapa tidak kita nikmati saja
    sedangkan bersabar akan lebih berpahala…

    2. tri handayani
    March 23rd, 2007 at 9:53 pm

    assallmu alaikum,,,wr,wb
    saya mau tanya,dengan kaum muslimah yang bisa membantu saya.3 bulan yang lalu saya diajak oleh rekan saya untuk mendaftarkan sebagai makmum.dan disuruh menyetor dana amaliah Rp.25 ribu.yang ingin saya tanyakan apakah benar ada dana amaliah,yang akan mendapatkan ganti untuk per makmum sebesar Rp 15 juta.untuk mensejahterakan para makmum khususnya untuk umat islam.
    Atas jawabannya,sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    wassallam

    tri handayani
    klaten

    3. muslimah.or.id
    March 24th, 2007 at 2:34 am

    Waalaikum salam warohmatullah wabarokatuh
    Kepada ukhtiy (saudariku) Tri Handayani: Kami mengingatkan kepada ukhtiy dan ukthiy muslimah lainnya agar tidak tertipu dengan berbagai macam kelompok-kelompok dan ajaran-ajaran yang mengatasnamakan islam. Kepada ukhtiy Tri Handayani, sebaiknya ukhtiy menolak ajakan rekan ukhtiy tersebut karena terdapat suatu ketidakwajaran (seperti yang ukhtiy ceritakan). Barokallahu fiiki…

    4. Fauzan Abu Fir
    April 2nd, 2007 at 6:08 pm

    @ Tri Handayani, kemungkinan yang anti ceritakan jatuhnya adalah pada arisan berantai. haram dan merupakan penipuan, hendaknya dijauhi.

    untuk mencari uang hendaknya dilakukan dengan usaha, kerja keras dan yang halal.

    Allahua’lam

    5. iqbal
    April 23rd, 2007 at 7:13 pm

    berita tentang amalilah telah sampai kepada ana sejak 7 tahun lalu tepatnya bulan april 2000 ketika ana kelas 2 sma. persyaratanya setor uamg 20.000 dan foto kkopi ktp beserta data diri kepada kolektor. masing-masing kolektor akan setor kepada ketua daerah yang disebut bendera. ana pada bendera D yang di pandegani oleh anggota polisi resot di jatim. namun hingga sekarang tidak ada kabar. bahkan ada kolektornya yang rumahnya dijual untuk inves ke situ. beliau sekarang hidupnya menumpang kepada makmum. dan tmpaknya tegar karena ternina bobokan oleh mimpi kosong uang hibah dari timteng, usaha halal dan dunia lain yang gauk usah makmum bertanya sebesar 15 jt. jujur ana mengikutkan nama baik fiktif dan nyata 40 orang senilai 800 rb,uang beasiswa pendidikan. lama menunggu akhirnya setelah lulus saya cari kepastian pada polda jatim dan ternyata “INI ADAlAH PENIPUAN” tinggal menungg delik perkara untuk membuat pelakunya di adili. saran saya “JANGAN BODOH SEPERTI ANA, LAPORKAN AJA KEPADA PIHAK BERWAJIB. JIKA PERLU LAPORKAN KEPADA PIHAK TV UNTUK EKSPOS. 800 JIWA DI KAMPUNGKU MENUNGGU EKSEKUSI PELAKU DAN MENUNGG DI BANGUNKAN DARI MIMPI KOSONG INI. SEMOGA ALLOH ROB AZZA WAJALLA MERIDLOI. AMIN

    6. iqbal
    April 23rd, 2007 at 8:29 pm

    bahkan sekaranga ada modus baru yang setali tiga uang dengan amalilah. setor 3 000 atao 1 000 afwan banget ana lupa, tiba waktunya mendapat hibah 1000.000 rupiah tiap makmum. dahsyatnya yang tertipu kebanyakan kiai dan pengurus harokah terbesar negeri ini atas saran, katanya “Waliyyuloh” yang namanya dikenal mulai presiden hingga tukang becak. kata yang bercerita pada ana jika GOL untuk menghajikan orang-orang yang tidak mampu. Allohu Akbar….!wakila rumah beliau yang harganya 3.5 M di inveskan juga(Subhanalloh. tapi berita ini boleh tidak percaya karena ana hanya dapat cerita bukan korban. meski saya sgt percaya karena sumber ana tsiqoh. hehehe.

  • Syafri. Medan

    Waalaikum salam. Berita berita dana amalilah dan sejenisnya sdh merambak dari kota hingga pedesaan.Ini jelas penipuan.Mana ada jaman sekrg orang memberi kita uang hingga 15jt hy daftar 3 makmum 90rb.Walaupun saya salah satu korbannya.Pada tahun yg lewat saya diajak teman kos ikut serta pada hal ini. Dia tdk maksa tapi dia mmberikn iming iming 15jt yg didapt dgn modal 90rb dan kelipatannya.akhirny saya ikutan juga.Dan apa didapat sampai sekarang uang itu tdk ada hanya.Hati saya berkata itu hy ILUSI

  • rika

    Assalamualaikum warrahmatullah..

    umm boleh ana print out artikel2 ini trus ana mau bikin jilid utk koleksi ana & keluarga dikampung, boleh ya umm??

    sukhron, jazzakallahu fiiki

    • wa’alaykumussalaam warohmatulloh wabarokaatuh. silakan di print, ukhti. sampaikan salam kami untuk keluarga anti di kampung.
      wa jazakillahu khayran. zadakillahu hirshan (semoga ALLOH menambahkan semangat untukmu)

  • saya

    assamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    dimana saya bis dapatkan kajian khusus akhwat yg bisa didengarkan live dari daerahnya secara online dari rumah
    sukron