Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang bisa memberinya petunjuk. Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan Rasul-Nya.

Saudariku, syari’at telah menaikkan derajat kita, mendudukkan kita dalam posisi yang mulia dan melindungi kita dari berbagai hal yang membawa keburukan. Amat disayangkan wahai saudariku, jika kita tidak menyadari hal itu. Lihatlah di sekitar kita betapa banyak hak-hak seorang wanita yang dilecehkan dan kewajiban-kewajiban seorang wanita yang terlupakan.

Tenanglah wahai Saudariku, kami adalah wanita seperti dirimu. Kami memahami keadaanmu ketika merasakan betapa menjadi seorang wanita bukanlah hal yang mudah. Di satu sisi wanita menunjukkan keindahan namun di sisi lain wanita juga menjadi fitnah dunia. Bukan sekedar itu saja namun seorang wanita juga memiliki amanah yang besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di akherat nanti. Amanah-amanah tersebut terangkai dalam berbagai peran dalam diri seorang wanita di dalam kehidupannya:

Wanita sebagai seorang anak, yang harus berbakti kepada kedua orangtuanya

Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah kalian beribadah melainkanhanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua dengan sebaik-baiknya…” (QS. Al Israa’: 23)

Wanita sebagai seorang istri, yang harus taat kepada suami

“Kalau seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR. at-Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1853 san dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Wanita juga sebagai seorang ibu yang harus mendidik dan merawat anak-anaknya dari sulbi hingga dewasa

“Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori & Muslim)

Subhanallah… itu tiga peran dari sekian banyak peran yang harus diampu oleh seorang wanita. Beratkah??? Jangan khawatir Saudariku, ingatlah di balik sekian banyak peran tersebut tersimpan mutiara nikmat yang besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala jika kita mau menyadarinya.

Untuk itu saudariku, kami mempersembahkan bingkisan kecil ini untuk saudariku muslimah, Bingkisan yang tersaji dalam situs muslimah.or.id yang terbungkus cantik dengan motto Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah. Ini Bukan sekedar kata-kata manis yang kami tuliskan untukmu dan bukan sekedar pula uraian indah yang menghanyutkan rasa hati untuk sementara waktu. Kami bawakan untukmu sesuatu yang lebih manis dari itu sehingga engkau dengan seizin Allah ta’ala akan merasakan manisnya iman, kebahagiaan melakukan ketaatan dalam syari’at-Nya dan kerinduan mendapatkan ilmu karena-Nya, baik dalam perkara dunia apalagi akherat. Kami berikan untukmu dengan landasan yang kokoh, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan dengan pemahaman dari generasi terbaik dari umat ini (salafush sholeh) yang ini telah jelas dalam firman-Nya:

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (QS. At-Taubah: 100)

Semoga bingkisan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa menjadi wanita seperti ‘Aisyah yang cerdas, Khodijah yang bijaksana, Asiyah yang pemberani dan seperti shohabiyah-shohabiyah yang lain. Jika engkau wahai Saudariku, masih berbaring bermalas-malasan, maka duduklah untuk berfikir sejenak untuk merencanakan tujuan hidup yang lebih baik, jika engkau telah duduk, maka bangkitlah berdiri untuk mempersiapkan meraih apa yang telah Saudariku rencanakan. Jika engkau telah berdiri maka berlarilah wahai Saudariku, gapailah finish di Surga Firdaus-Nya, maka itulah kenikmatan yang kita cari dan kita tunggu-tunggu dari saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang lebih baik.

Bingkisan kecil ini sebagai ungkapan tanda kasih kami kepadamu, saudariku. Dan bingkisan ini seakan mengatakan “Kau tak sendiri Saudariku, kami disini juga Wanita sepertimu.” Semoga bingkisan ini bisa menjadi Kado yang terindah untuk Saudariku Muslimah.

Bingkisan ini tersaji atas kerjasama yang baik dari tim, antara lain:

Penasihat:
Ust. Abu Husam Muhammad Nur Huda, MA.
Ust. Abu Salman, BA.

Penanggung Jawab:
dr. Adika Mianoki
(Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsary)

Pengawas:
dr. Raehanul Bahraen

Penasihat muslimah:
Ustadzah Ummu Yasir

Koordinator Umum:
dr. Ika Kartika Sari

Tim redaksi:

  • Shofie Ummu Rayya
  • Wakhidatul Latifah Ssi.
  • Fatihdaya Khoirani
  • Fera Dewi Aquarita SE.
  • Syukriyah Rohmani Ummu Hafshah
  • Ummu Afifah Umi Romdhiyani

Teknis:
Tim Teknis YPIA

Saran dan kritik para pembaca sekalian sangat kami harapkan, saran dan kritik dapat dikirimkan ke e-mail: muslimah.or.id @ gmail.com (hilangkan spasi)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh