Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Empat Sifat Wanita yang Menjadi Penghuni Surga dan Neraka (Bag. 1)

Nurur Rohmah Azzahra oleh Nurur Rohmah Azzahra
26 September 2026
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • โ€‹Peringatan khusus bagi kaum wanita
    • โ€‹Pertama: Kufur terhadap kebaikan suami (takfurna al-โ€˜asyir)
    • โ€‹Kedua: Sering mengeluh (tuktsirna asy-syakah)

Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita masih diberi kesempatan untuk mempelajari serta merenungi petunjuk Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Peringatan dan nasihat yang beliau sampaikan sejatinya bersumber dari kasih sayang yang mendalam kepada umatnya, agar mereka selamat dari murka Allah dan meraih kebahagiaan abadi di surga.

โ€‹Di antara nasihat penting tersebut adalah penjelasan mengenai sifat-sifat yang dapat menjerumuskan seorang wanita ke dalam neraka. Pembahasan mengenai sifat wanita penghuni neraka ini didahulukan bukan untuk menimbulkan keputusasaan, melainkan sebagai bentuk tahdzirย (peringatan keras) agar setiap muslimah mawas diri dan bersegera membentengi diri sebelum terlambat.

โ€‹Peringatan khusus bagi kaum wanita

โ€‹Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin โ€˜Abdillah radhiyallahu โ€˜anhu, beliau menceritakan:

โ€‹ุดูŽู‡ูุฏู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุนููŠุฏูุŒ ููŽุจูŽุฏูŽุฃูŽ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูุทู’ุจูŽุฉูุŒ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู…ูุชูŽูˆูŽูƒูู‘ุฆู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูู„ูŽุงู„ูุŒ ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุญูŽุซูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุงุนูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽูˆูŽุนูŽุธูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑูŽู‡ูู…ู’ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุถูŽู‰ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽุŒ ููŽูˆูŽุนูŽุธูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑูŽู‡ูู†ูŽู‘ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุชูŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ู’ู†ูŽุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽูƒูู†ูŽู‘ ุญูŽุทูŽุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽยปุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽุชู’ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุณูุทูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุณูŽูู’ุนูŽุงุกู ุงู„ู’ุฎูŽุฏูŽู‘ูŠู’ู†ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู„ูู…ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูู†ูŽู‘ ุชููƒู’ุซูุฑู’ู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูƒูŽุงุฉูŽุŒ ูˆูŽุชูŽูƒู’ููุฑู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดููŠุฑูŽ

โ€‹โ€œAku menghadiri salat Id bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan salat sebelum khotbah tanpa azan dan tanpa ikamah. Kemudian beliau bangkit berdiri dengan bertumpu pada Bilal, lalu memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah, menganjurkan untuk menaati-Nya, serta memberi nasihat dan peringatan kepada manusia. Setelah itu, beliau berjalan menuju saf kaum wanita, lalu memberi nasihat dan peringatan kepada mereka seraya bersabda, โ€˜Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya mayoritas kalian adalah bahan bakar neraka Jahanam.โ€™ Lalu berdirilah seorang wanita dari tengah-tengah kaum wanita yang pipinya tampak kehitam-hitaman (berubah warna) seraya bertanya, โ€˜Mengapa demikian, wahai Rasulullah?โ€™ Beliau menjawab, โ€˜Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap (kebaikan) suami.โ€™โ€ย (HR. Bukhari no. 304 dan Muslim no. 885)

Donasi Muslimah.or.id

โ€‹Peringatan bahwa manusia dapat menjadi bahan bakar api neraka sejalan dengan firman Allah Ta’ala,

โ€‹ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู

โ€‹โ€œWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…โ€ย (QS. At-Tahrim: 6)

โ€‹Ketika mendengar teguran tegas tersebut, para sahabiyahย (sahabat wanita) tidak mendebat atau mencari pembenaran. Mereka langsung menyambut seruan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dengan melepaskan cincin dan anting-anting mereka untuk dilemparkan ke kain yang dibentangkan Bilal radhiyallahu โ€˜anhu. Sikap tanggap para sahabiyah ini menunjukkan bahwa sedekah merupakan salah satu perisai dan benteng terkuat yang dapat memadamkan kemurkaan Allah serta menghindarkan seorang hamba dari azab neraka.

โ€‹Dari hadis di atas, terdapat dua sifat utama penghuni neraka yang secara khusus ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย kepada kaum wanita:

โ€‹Pertama: Kufur terhadap kebaikan suami (takfurna al-โ€˜asyir)

โ€‹Secara bahasa, al-โ€˜asyir adalah pasangan hidup yang senantiasa menyertai dan menggauli dengan makruf. Suami adalah nikmat besar yang Allah karuniakan kepada seorang wanita. Islam memandang bahwa kedudukan dan hak suami atas istrinya sangatlah agung, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€‹ู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชู ุขู…ูุฑู‹ุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง

โ€‹โ€œSeandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.โ€ (HR. At-Tirmidzi no. 1159, dinilai hasanย sahih)

โ€‹Keagungan hak ini menjadi dasar perlunya penghormatan terhadap kedudukan suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Allah Ta’ala menetapkan,

โ€‹ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽูˆูŽู‘ุงู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู

โ€‹โ€œKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…โ€ย (QS. An-Nisa: 34)

โ€‹Namun, sifat tercela yang kerap menjangkiti wanita adalah mengingkari kebaikan suami hanya karena satu kekhilafan. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menggambarkan tabiat ini dalam sabdanya,

โ€‹ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู†ูŽู‘ ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุฑูŽุฃูŽุชู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู‚ูŽุทูู‘

โ€‹โ€œSeandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun, kemudian dia melihat darimu sedikit kekurangan/kesalahan, maka ia akan berkata, โ€˜Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali.โ€™โ€ย (HR. Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

โ€‹Sikap menafikan seluruh jerih payah dan kebaikan suami tersebut merupakan bentuk kufur nikmat. Padahal, hubungan rasa syukur kepada Allah berkaitan erat dengan bagaimana seseorang bersikap kepada sesama manusia, sebagaimana sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€‹ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ

โ€‹โ€œTidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai berterima kasih kepada manusia.โ€ย (HR. Abu Dawud no. 4811, dinilai sahih)

โ€‹Oleh karena itu, syariat mengharuskan seorang istri membiasakan lisan dan hatinya untuk menghargai usaha suami, termasuk dengan ucapan doa sederhana seperti “Jazakallahu khairan, suamikuโ€. Inilah karakter wanita salehah yang dipuji oleh Allah di dalam Al-Qur’an,

โ€‹ููŽุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุงุชู ู‚ูŽุงู†ูุชูŽุงุชูŒ ุญูŽุงููุธูŽุงุชูŒ ู„ูู‘ู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ุจูู…ูŽุง ุญูŽููุธูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

โ€‹โ€œ… Maka wanita-wanita yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)…โ€ย (QS. An-Nisa: 34)

โ€‹Kedua: Sering mengeluh (tuktsirna asy-syakah)

โ€‹Mengeluhkan kelelahan atau rasa sakit secara wajar adalah tabiat manusiawi yang tidak tercela secara mutlak. Namun, ketika keluhan tersebut menjadi kebiasaan lisan yang terus-menerus, hal itu berakar dari rusaknya rasa sabar dan bentuk ketidakridaan terhadap takdir Allah.

โ€‹Para ulama merinci bahwa sifat “banyak mengeluh” pada wanita umumnya mencakup dua perkara:

โ€‹Pertama, mengeluhkan aib dan kekurangan suami kepada orang lain.ย Perbuatan ini mencakup mengumbar masalah rumah tangga kepada pihak luar, termasuk menceritakannya di ruang publik atau media sosial. Padahal, Allah Ta’ala telah mengibaratkan pasangan suami-istri sebagai pakaian,

โ€‹ู‡ูู†ูŽู‘ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ูŽู‘ู‡ูู†ูŽู‘

โ€‹โ€œ… Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka…โ€ย (QS. Al-Baqarah: 187)

โ€‹Fungsi utama pakaian adalah menutupi aurat dan melindungi tubuh. Maka, kewajiban seorang istri adalah menutup rapat kekurangan serta aib suaminya, bukan justru membukanya di hadapan khalayak.

โ€‹Kedua, selalu mengeluhkan kondisi dan nafkah kepada suami.ย Hal ini tampak dari sikap terus menuntut perkara di luar batas kemampuan suami serta tidak bersabar atas sempitnya rezeki duniawi. Padahal, seorang muslim diperintahkan untuk menahan diri dari meratapi musibah dan ujian hidup, sebagaimana sabda beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

โ€‹ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู’ุฎูุฏููˆุฏูŽุŒ ูˆูŽุดูŽู‚ูŽู‘ ุงู„ู’ุฌููŠููˆุจูŽุŒ ูˆูŽุฏูŽุนูŽุง ุจูุฏูŽุนู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉู

โ€‹โ€œBukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek-robek kerah baju, dan menyeru dengan seruan jahiliah (meratapi nasib saat ditimpa musibah).โ€ย (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103)

โ€‹Sebagai benteng dari sifat tamak dan banyak menuntut, seorang muslimah hendaknya meneladani kesederhanaan rumah tangga Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ummulย Mukminin, โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anhaย mengabarkan bahwa pernah berlalu dua bulan penuh (melihat tiga kali hilal) tanpa ada api yang menyala di dapur Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk memasak makanan. Makanan pokok yang menopang kehidupan mereka saat itu hanyalah al-aswadan, yaitu kurma dan air putih semata.

โ€‹Kunci utama untuk memadamkan penyakit gemar mengeluh ini adalah dengan mengamalkan kaidah syariat dalam memandang perhiasan dunia,

โ€‹ุงู†ู’ุธูุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ููŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุธูุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ููŽูˆู’ู‚ูŽูƒูู…ู’ ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุฌู’ุฏูŽุฑู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุฒู’ุฏูŽุฑููˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’

โ€‹โ€œPandanglah orang yang berada di bawah kalian dan jangan memandang orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.โ€ย (HR. Muslim no. 2963)

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 2

***

Penulis: Nurur Rohmah Azzahra

Artikel Muslimah.or.id

 

Sumber: Disarikan dari faedah kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafidzahullah dengan beberapa tambahan penjelasan dari penulis

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Nurur Rohmah Azzahra

Nurur Rohmah Azzahra

- Mahasiswa MEDIU (Al-Madinah Internasional University) jurusan Al-Qurโ€™an dan Tafsir - Alumni Ma'had Al-'Ilmi - Mahasiswa I'dad Lughowy Ma'had Habrul Ummah - Pewaris sanad 5 qira'at bersambung kepada Rasulullah

Artikel Terkait

Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (4)

oleh Umi Farikhah
9 November 2011
11

Keempat: Ikhtilath (bercampurnya laki-laki dan wanita yang bukan mahram) Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู„ุง ูŠุฎู„ูˆู† ุฃุญุฏูƒู… ุจุงู…ุฑุฃุฉ ูุฅู†...

Jangan Tertipu dengan Amalmu

oleh Bini Arta Utama
28 Maret 2018
0

Hendaknya tanyakan pada hati kecilmu, sudahkah amalan yang dilakukan atas dasar ilmu?

Kejar impianmu

Kejar Impianmu

oleh Annisa Auraliansa
3 Desember 2023
0

โ€œBila engkau bersikap jujur kepada Allah maka Dia akan mewujudkan keinginanmu.โ€ (HR. An Nasaโ€™i IV/60, dishahihkan oleh Al Albani)

Artikel Selanjutnya

Apakah Islam Agama Patriarki? (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

ยฉ 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

ยฉ 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.