Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Membantah Tuduhan Pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (Bag. 2)

Triani Pradinaputri oleh Triani Pradinaputri
26 Juli 2026
di Keluarga dan Wanita
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha
    • Karena perintah langsung dari Allah
    • Alasan politik dan kesukuan, dan memperkuat kekerabatan
    • Pelestarian ilmu
  • Standar kedewasaan yang berbeda dengan zaman sekarang
  • Pernikahan dini adalah hal yang lumrah pada zaman tersebut
  • Tidak ada celaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena menikahi Aisyah pada zaman tersebut
  • Wanita yang dinikahi pada usia muda oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah Aisyah radhiyallahu ‘anha

Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha

Lebih dari sekedar cinta, Nabi menikahi Aisyah karena beberapa sebab, yaitu:

Karena perintah langsung dari Allah

Sebab terkuat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah adalah karena perintah dari Allah langsung. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ، إِذَا رَجُلٌ يَحْمِلُكِ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَيَقُولُ : هَذِهِ امْرَأَتُكَ، فَأَكْشِفُ عَنْهَا، فَإِذَا هِيَ أَنْتِ، فَأَقُولُ: إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku, ‘Aku melihatmu dalam mimpi dua kali. Seorang malaikat menggendongmu dalam selembar sutra dan berkata, ‘Inilah istrimu.’ Aku membuka selimut itu, dan ternyata itu adalah dirimu. Aku pun berkata, ‘Jika ini berasal dari Allah, Dia akan mewujudkannya.'” (HR. Bukhari no. 3682)

Ketaatan Nabi terhadap perintah ini membuahkan banyak sekali hikmah yang bisa kita rasakan sampai saat ini.

Donasi Muslimah.or.id

Alasan politik dan kesukuan, dan memperkuat kekerabatan

Suku terkuat di kalangan Arab adalah Quraisy. Meskipun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berasal dari suku Quraisy, namun Nabi mendakwahkan sesuatu yang sangat bertentangan dengan keyakinan Quraisy pada saat itu. Ada tiga berhala yang menjadi kebanggaan suku Quraisy; yaitu Manat, Latta, dan ‘Uzza. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berdakwah kepada tauhid, menjadikan Nabi musuh terbesar bangsanya sendiri. Hal ini diperparah oleh wafatnya paman beliau Abu Thalib dan sang istri Khadijah, yang selama itu menjadi pembela beliau. Sehingga tahun tersebut dikatakan ‘Tahun Kesedihan’.

Dengan menikahi Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan mendapatkan aliansi, sehingga semakin banyak pengikut dan memperkuat Islam, di mana Aisyah adalah anak dari sahabatnya, yakni Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Hal ini juga akan memperkuat kekerabatan antara Nabi dan Abu Bakar, dan menyebarkan Islam melalui nilai-nilai kekerabatan. (Thompson, 2016)

Pelestarian ilmu

Aisyah dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di saat umur 6 tahun, dan satu atap dengan beliau saat berumur 9 tahun. Ini menjadikan Aisyah sangat dekat dengan Nabi sejak usianya yang belia. Ditambah lagi, Aisyah mempunyai daya ingat yang kuat.

Usia Aisyah yang masih sangat muda memiliki pengaruh terbesar dalam melestarikan dan menyebarkan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ia hidup cukup lama setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil menceritakan hadis-hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum juga menceritakan hadis-hadis dari Aisyah. Dan jika kita melihat pernikahan Aisyah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kita akan menyadari bahwa tuduhan mereka sangat jauh dari kebenaran. Pernikahan tersebut lebih bersifat sosial, dakwah, pendidikan, dan pengasuhan daripada aspek lainnya, di mata siapa pun yang ingin bersikap adil. (Ayyub, 2015)

Baca juga: Pernikahan Rasulullah Dengan Khadijah Radhiallahu’anha

Standar kedewasaan yang berbeda dengan zaman sekarang

Kemudian secara budaya, standar kedewasaan masyarakat zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang. Dahulu ada sahabat remaja yang sudah ikut berperang, di antaranya adalah Usamah bin Zaid, Mus’ab bin Umair, Zubair bin Al-Awwam, dan lainnya. Mereka ikut berperang di usia 15 sampai 17 tahun. Maka, dengan Aisyah yang berumur 9 tahun, dia adalah seorang wanita yang secara umum dianggap normal untuk layak dinikahi pada zaman tersebut.

Pernikahan dini adalah hal yang lumrah pada zaman tersebut

Di antaranya adalah pernikahan Abu Al-‘As bin Ar-Rabi’ dengan Zainab binti Rasulullah, di mana dikatakan Zainab dinikahkan pada umur 9 tahun. Pernikahan ‘Utbah bin Abi Lahab dengan Ruqayyah binti Rasulullah, di mana Ruqayyah dinikahkan pada umur kurang dari 7 tahun. Pernikahan ‘Utaibah bin Abi Lahab dengan Ummu Kultsum binti Rasulullah, di saat Ummu Kultsum berusia 5-6 tahun. Pernikahan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah di usia 15 tahun. Dan masih banyak pernikahan lainnya yang menunjukkan pernikahan tersebut terjadi ketika istri berusia “di bawah umur”. Praktik ini tidak hanya terjadi di Arab, namun juga di negara lainnya seperti Inggris, Jepang, Prancis, Belgia, Spanyol, dan lainnya. (Ridha, 2026)

Tidak ada celaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena menikahi Aisyah pada zaman tersebut

Pada zaman tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dibenci oleh masyarakat Quraisy dan kaum kafir. Apapun yang bisa menjadi celah untuk dicela, maka mereka cela Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan celaan tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dicela sebagai orang gila, penyair, dan penyihir. Itulah celaan-celaan yang dilemparkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, tidak ada celaan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena telah menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai pedofilia (orang yang mempunyai orientasi seksual terhadap anak prapubertas). Bahkan Abu Jahal, orang yang paling membenci Nabi pun, tidak mencela beliau dengan pedofilia, yang seandainya itu bisa menjadi celaan kepada Nabi, maka ia telah mencela Nabi dengan celaan tersebut.

Hal ini disebabkan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, karena pernikahan dengan perempuan usia dini adalah hal yang lumrah di masa tersebut.

Wanita yang dinikahi pada usia muda oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah Aisyah radhiyallahu ‘anha

Dari istri-istri yang pernah dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hanya Aisyah radhiyallahu ‘anha yang dinikahi ketika beliau masih berusia belia. Khadijah binti Khuwailid dinikahi di usia 40 tahun, atau dalam riwayat lain di usia 25 tahun, dan juga dalam keadaan sudah menjadi janda. Istri Nabi yang lain, yaitu Saudah binti Zam’ah, Zainab binti Jahsy, Hafshah, Ummu Salamah, Juwairiyyah, Shafiyyah, dan Maimunah radhiyallahu ‘anhunna, mereka dinikahi dalam kondisi sudah menjanda, dan tidak dalam usia yang belia lagi. Sehingga, yang dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika masih belia hanyalah Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Oleh karena itu, seandainya Nabi punya kecenderungan seksual terhadap wanita prapubertas, seharusnya banyak wanita yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam nikahi dalam usia yang belia, tidak hanya Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Dari apa yang sudah dipaparkan di atas, tuduhan pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah propaganda orientalis dalam memusuhi Islam, sehingga menyebarkan fitnah yang keji kepada pembawa risalah, yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Penting untuk kita mengetahui hal tersebut, sehingga diharapkan agar kita berada di dalam barisan-barisan pembela agama Allah. Allahul Muwaffiq.

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

Penulis: Triani Pradinaputri

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

adz-Dzahabī. (n.d.). Tārīkh al-Islām wa-wafayāt al-mashāhīr wa-l-aʿlām. Al-Maktabah al-Tawfīqiyyah. (Karya asli diterbitkan tahun 1348).

al-Maʿbarī, Z. al-D. (2003). Fatḥ al-Muʿīn bi-sharḥ Qurrat al-ʿAyn bi-muhimmāt al-dīn (Edisi ke-1). Dar Ibn Hazm wa al-Jaffan wa al-Jabi.

Ayyūb, A. bin S., & Al-Bāḥithīn. (2015). Mawsūʿat Maḥāsin al-Islām wa Radd Shubuhāt al-Liʾām (Edisi ke-1, Vol. 1–12). Dar Ilaf al-Duwaliyyah li al-Nashr wa al-Tawziʿ.

Ḥaytū, S. M. Ḥ. (2022). Imtā‘ al-asmā’ fī sharḥ matn Abī Shujā‘. Dār al-Muṣṭafā.

Ibn ʿAsākir. (n.d.). Tārīkh Madīnat Dimashq. (Karya asli diterbitkan tahun 1176).

Kulkarni, K., & Sorrentino, R. (2025, 9 September). From perversion to pathology: A historical perspective on pedophilia. Psychiatric Times.

Oosterhuis, H. (2012). Sexual modernity in the works of Richard von Krafft-Ebing and Albert Moll. Medical History, 56(2), 133–155.

(2026). Praktik pernikahan dini di dunia. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Teeluckdharry, G. D. (2025). Why did Prophet Muhammad shallallahu alayhi wa sallam marry Aisha at the age of 9 years old? AL-ARFA: Journal of Sharia, Islamic Economics and Law, 3(1), 114–121.

Thompson, S. S. (2016). The pedophile prophet? Breathing a culturally relative point of view into a controversial cultural debate (Student research paper, Gettysburg College). The Cupola: Scholarship at Gettysburg College.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Triani Pradinaputri

Triani Pradinaputri

- Alumni Mahad Umar bin Khattab, Kampus Tahfizh, Mahad Al 'Ilmi - Santriwati Mahad Darussalam Asy-Syafi'i - Pengajar Bahasa Arab Markaz Ar-Ruhaily

Artikel Terkait

Salah Kaprah dalam Memakai Jilbab

oleh Yulian Purnama
7 Mei 2018
2

Walaupun seorang muslimah ada di teras rumahnya sendiri, atau di halaman rumahnya, atau di lingkungan rumahnya, jika terlihat oleh lelaki...

Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga

oleh Khusnul Rofiana
21 April 2015
0

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan karunia dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah...

Iblis Menyesatkan Manusia dengan Wanita

Iblis Menyesatkan Manusia dengan Wanita

oleh Isruwanti Ummu Nashifa
11 Oktober 2018
5

Manusia istimewa adalah tipikal insan yang tidak mudah terprovokasi pesona wanita, mereka mampu menjadikan wanita sebagaimana yang dikehendaki syariat

Artikel Selanjutnya

Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.