Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

55 Faedah Hari Arafah (Bag. 4)

Atma Beauty Muslimawati oleh Atma Beauty Muslimawati
26 Mei 2026
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Faedah ke-42:
  • Faedah ke-43:
  • Faedah ke-44:
  • Faedah ke-45:
  • Faedah ke-46:
  • Faedah ke-47:
  • Faedah ke-48:
  • Faedah ke-49:
  • Faedah ke-50:
  • Faedah ke-51:
  • Faedah ke-52:
  • Faedah ke-53:
  • Faedah ke-54:
  • Faedah ke-55:

Faedah ke-42:

Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling agung. Seluruh area Arafah digunakan untuk wukuf, kecuali bagian tertentu yang disebut lembah Uranah. Dalilnya adalah,

الحج عرفة

“Haji adalah Arafah.” (HR. Abu Daud no. 1949 dan At-Tirmidzi no. 889, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Faedah ke-43:

Jemaah haji berjalan setelah terbitnya matahari pada hari ke-9 Zulhijah dari Mina ke Arafah untuk wukuf di sana. Mereka bertalbiyah atau bertakbir sepanjang jalan, sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat yang menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Haji Wada. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

كان يُلبي الملبي لا ينكر عليه، ويُكبر المكبر فلا ينكر عليه

Donasi Muslimah.or.id

“Dahulu orang yang bertalbiyah mengucapkan talbiyah dan tidak diingkari, dan orang yang bertakbir mengucapkan takbir pun tidak diingkari.” (HR. Bukhari no. 970 dan Muslim no. 1285)

Faedah ke-44:

Waktu wukuf di Arafah dimulai dari awal waktu Zuhur dan berlangsung hingga terbitnya matahari pada hari nahr.

Faedah ke-45:

Barang siapa yang belum wukuf pada waktu terbitnya matahari di hari nahr, maka ia telah melewatkan haji. Dan barang siapa yang wukuf setelah waktu tersebut, maka ia telah meninggalkan ibadah haji.

Faedah ke-46:

Barang siapa yang wukuf di Arafah sejak siang hari, wajib baginya menetap hingga terbenamnya matahari, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan yang demikian.

لتأخذوا مناسككم

“Ambillah dariku tatacara ibadah haji kalian.” (HR. Muslim no. 1297)

Selain itu, karena meninggalkan Arafah sebelum terbenamnya matahari merupakan tata cara haji orang-orang jahiliyah, di mana Islam datang untuk menyelisihinya.

Faedah ke-47:

Wajib membayar dam bagi jemaah haji yang wukuf pada siang hari dan bertolak dari Arafah sebelum matahari terbenam. Akan tetapi, jika ia diberi tahu tentang pelanggaran tersebut, lalu kembali ke Arafah, bahkan sebelum fajar terbit, maka tidak ada sanksi apapun baginya.

Faedah ke-48:

Barang siapa yang wukuf malam hari saja karena ia belum sampai di Arafah hingga terbenamnya matahari, diperbolehkan dan tidak terkena dam.

Faedah ke-49:

Disunahkan bagi para jemaah haji untuk salat zuhur dan asar dengan cara jamak takdim bersama imam, sebagaimana yang dilakukan olah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jikapun tidak, diperbolehkan bagi salah seorang di antara mereka untuk azan dan salat di dalam tenda-tenda mereka.

Faedah ke-50:

Dianjurkan bagi jemaah haji untuk menyibukkan diri pada hari Arafah dengan berzikir, berdoa, dan tilawah Al-Qur’an. Dan ditekankan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

خيرُ الدعاءِ دعاءُ يومِ عرفةَ

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. At-Tirmidzi no. 3585, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Faedah ke-51:

Hari Arafah merupakan hari pengampunan dan pembebasan dari neraka, sebagaimana hadis,

ما مِن يومٍ أكثر مِن أنْ يُعْتِقَ اللهُ فيه عبدًا مِن النارِ، مِن يومِ عرفة، وإنَّه ليدنو، ثم يُباهي بهم الملائكةَ، فيقول: ما أراد هؤلاء؟

“Tiada hari di mana Allah paling banyak memerdekakan hamba dari neraka lebih dari hari Arafah. Sesungguhnya Dia mendekat lalu membanggakan jemaah haji kepada para malaikat kemudian berfirman, ‘Apa yang diinginkan oleh mereka (jemaah haji)?’” (HR. Muslim no. 1348)

Perkatataan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para malaikat-Nya, padahal Ia Maha Mengetahui, ‘Apa yang diinginkan oleh mereka (jemaah haji)?” maksudnya adalah adakah sesuatu yang mereka dambakan setelah mereka meninggalkan keluarga dan tanah air mereka, menghabiskan harta mereka, dan merasakan kelelahan pada tubuh mereka? Yakni, apalah yang mereka inginkan kecuali ampunan dan rida, serta kedekatan dengan Allah dan pembebasan dari neraka. Dan barang siapa yang mendatangi pintu ini, ia tidak perlu takut untuk ditolak.

Seolah-olah maknanya adalah apa saja yang diinginkan oleh para jemaah haji, maka hal tersebut akan terwujud bagi mereka, dan derajat mereka di sisi Allah adalah sesuai dengan kadar amal dan niat mereka. (Mirqat Al-Mafatih, 5: 1800; dengan penyesuaian)

Faedah ke-52:

Dalam riwayat lain disebutkan,

إن الله يباهي ملائكته عشية عرفة بأهل عرفة ، فيقول : انظروا إلى عبادي أتوني شعثا غبرا

“Sesungguhnya Allah  membangga-banggakan penduduk Arafah kepada para malaikat-Nya ketika sore hari, lalu Allah berfirman, ‘Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku, mereka datang dalam kondisi syu’tsan dan ghurban.’” (HR. Imam Ahmad no. 8033, Ibnu Hibban no. 3852, hadis ini terdapat dalam Shahih At-Targhib)

Makna syu’tsan (شُعْثا) adalah orang yang penampilannya berubah (lusuh atau acak-acakan) baik badan, rambut, maupun pakaiannya. Adapun ghurban (غربا) yaitu debu-debu yang menempel pada anggota tubuh mereka.

Faedah ke-53:

Ulama berkata,

مباهاة الله تعالى الملائكة بهؤلاء الججاج، يدل على أنهم مغفور لهم لإنه لا يباهي بأهل الخطايا والذنوب إلا من بعد التوبة والغفران

“Kemuliaan Allah dalam membanggakan para jemaah haji di hadapan malaikat menunjukkan bahwa mereka telah diampuni, karena Allah tidak membanggakan orang-orang yang berdosa kecuali setelah mereka bertobat dan mendapatkan ampunan.” (At-Tamhid karya Ibnu Abdil Bar, 1: 120)

Faedah ke-54:

Hari Arafah merupakan hari raya bagi orang-orang yang sedang wukuf, hari yang penuh ampunan dan pembebasan dari api neraka. Oleh karenanya, tidak dianjurkan bagi jemaah haji untuk berpuasa. Agar ia kuat dalam berzikir dan berdoa, berdasarka sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يوم عرفة ويوم النحر وأيام التشريق عيدنا أهل الإسلام ، وهي أيام أكل وشرب

“Hari Arafah, hari nahr, hari-hari tasyrik adalah hari raya bagi kita, umat muslim. Hari-hari itu adalah hari makan dan minum.” (HR. Abu Daud no. 2419, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Faedah ke-55:

Dan yang terakhir …

من فاته في هذا العام القيام بعرفة، فليقم لله بحقه الذي عرفه

“Barang siapa yang tahun ini terlewatkan untuk wukuf di Arafah, maka hendaklah ia wukuf (berhenti) pada batasan-batasan Allah yang ia ketahui.”

من عجز عن المبيت بمزدلفة، فليبت عزمه على طاعة الله وقد قربه وأزلفه

“Barang siapa yang tidak mampu mabit (bermalam) di Muzdalifah, maka hendaknya ia mabit (menetapkan) niatnya untuk taat kepada Allah, karena ketaatan dapat mendekatkan diri kepada Allah.”

من لم يمكنه القيام بأرجاء الخيف، فليقم لله بحق الرجاء والخوف

“Barang siapa yang tidak dapat berdiri di sekitar Khaif (Mina), maka hendaklah ia berdiri bagi Allah dengan penuh pengharapan dan ketakutan.”

مَن لَم يَقْدِرْ على نَحْرِ هَدْيِه بِمِنَىٰ؛ فَلْيَذْبَحْ هواه هُنا، وقد بلَغَ المُنىٰ

“Barang siapa yang tidak mampu menyembelih hewan kurbannya di Mina, maka hendaklah ia menyembelih hawa nafsunya di sini; dengan begitu ia telah mencapai puncak harapannya.”

مَن لَم يَصِلْ إلى البيتِ لأنَّه منه بعيدٌ؛ فليقصد ربَّ البيتِ فإِنَّه أقربُ إلى مَن دعاه ورجاه مِن حَبْلِ الوريدِ

“Barang siapa yang tidak sampai ke Al-Bait (Kakbah) karena jaraknya yang jauh, maka hendaklah ia menuju kepada Rabb (Pemilik) Kakbah; karena sesungguhnya Dia lebih dekat kepada siapa pun yang berdoa dan berharap kepada-Nya daripada urat nadi.”

نسأل الله تعالى أن يجعلنا من المقبولين

وأن يشملنا بمغفرته ورَحْمَتِهِ

ويجعلنا من عُتَقائه من النار

والحمد لله ربِّ العالمين

Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang diterima (amalnya), menyelimuti kita dengan ampunan dan rahmat-Nya, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang dibebaskan-Nya dari api neraka. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam…

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 3

***

Penerjemah: Atma Beauty Muslimawati

Artikel Muslimah.or.id

 

Sumber: 

Diterjemahkan dari e-book Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah yang berjudul 55 Faidah fi Yaumi ‘Arafah.

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Atma Beauty Muslimawati

Atma Beauty Muslimawati

Artikel Terkait

Kasmaran: Tanda Rendahnya Mentalitas

oleh Muslimah.or.id
24 Januari 2017
0

Kasmaran termasuk tanda atau ciri rendahnya mentalitas, dan ia merupakan aktivitas orang yang tidak mempunyai kesibukan. Orang yang sedang kasmaran...

Keutamaan Doa Keluar Rumah

oleh Ummu Sa'id
14 September 2010
9

Setan pertama berkata kepada setan kedua yang ingin menganggumu. Ia berkata "Kaifa laka birajulin?" " Bagaimanakah engkau dengan seseorang yang...

Jangan berbangga diri

Ikhlas dan Jangan Berbangga Diri

oleh Atma Beauty Muslimawati
9 Agustus 2023
0

Nabi Yusuf merupakan contoh pemaaf yang sejati, Ia memaafkan secara sempurna yaitu memaafkan tanpa mencela dan tidak mengungkit-ungkit kesalahan saudara-saudaranya.

Artikel Selanjutnya

Maqashid Syariah di Balik Ibadah Kurban  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.